Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Tidak bisakah kamu melepaskan dia?


Saat mereka masuk ke dalam ruangan itu, mereka melihat Kaisar sedang duduk sambil menulis entah apa yang sedang ditulisnya sehingga Kaisar terlihat sangat serius.


"Salam hormat kami yang mulia Kaisar. " ucap mereka bersama sambil menunduk hormat pada Kaisar.


"Tidak perlu terlalu sungkan paman Shi. Di ruangan ini tidak ada orang lain. Paman dan Bibi berdiri dan duduklah dengan aku." ucap Kaisar yang memang tidak suka saat paman dan bibinya itu menunduk hormat pada dirinya.


"Kami datang atas titah dari Kaisar, maka kami harus hormat pada Kaisar." jawab Jeong nam.


"Maaf atas ketidak nyamanan paman dan bibi." ucap Kaisar.


Kaisar menyuruh semua duduk bersama dengan dirinya. Akhirnya kecuali Wen yuan dan Liu yu, semua duduk bersama Kaisar.


"Adakah yang dapat kami lakukan untuk Kaisar?" tanya Jeong nam dengan sopan.


Kaisar sejenak menatap ke arah Jin hu dan Ze. Dia terlihat seperti mengerutkan keningnya melihat Jin hu yang sangat dekat dengan Ze.


"Mengapa kalian bisa sedekat itu?" tanya Kaisar spontan.


"Dia calon istriku apa yang salah jika kami dekat?" jawab Jin hu santai.


"Calon istri?" beo Kaisar Liang dengan nada yang sedikit lebih tinggi karena terkejut.


Mei yin dan orang tuanya sudah berkeringat dingin karena takut jika Ze akan mendapatkan penolakan atau bahkan hukuman dari Kaisar Liang.


Melihat reaksi dari Kaisar Liang yang seolah sangat marah mendengar pernyataan Jin hu tentang status hubungannya dengan Ze, Mei yin dan orang tuanya menyimpulkan bahwa Kaisar Liang tidak akan merestui hubungan Jin Hu dengan Ze.


"Ya benar calon istri." jawab Jin hu masih dengan nada sangat santai khas dirinya.


"Sejak kapan kau memutuskan untuk berhubungan dengannya dan mengapa kau tidak memberi tahu ayahmu ini jika kamu ingin menikah?" tanya Kaisar Liang beruntun.


"Kami sudah dari kecil kenal dan sudah cukup lama bersama. Aku baru berencana untuk menikahinya beberapa hari lalu. Mengenai aku memberi tahu padamu atau tidak itu hak aku." jawab Jin hu sedikit terdengar emosi dari nada bicaranya.


"Bukankah kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi bahkan kau sudah memberikan gelar Pangeran ketiga pada putra yang lain?" lanjut Jin hu dengan pertanyaan yang membuat Kaisar Liang tidak mampu untuk berkata apa-apa lagi.


"Setidaknya kalian masih bagian dari Kekaisaran ini bukan?" ucap Kaisar Liang membuat alasan yang masuk akal baginya.


"Tidak. Anda salah yang mulia Kaisar Liang. Aku bukan lagi bagian dari Kerajaan milik anda ini. Apa lagi rakyat dari Kerajaan ini. Aku adalah pemimpin dari istana negeri atas awan. Aku hanya ingin mengingatkan pada anda jika anda lupa." bantah Jin hu.


Kaisar Liang tercekat mendengar penjelasan dari Jin hu. Dia terdiam seolah sedang berfikir.


"Sekarang aku ingin anda yang mulia Kaisar Liang untuk segera menyampaikan maksud anda mengundang kami untuk menemui anda di istana anda ini." Ucap Jin hu langsung pada intinya.


"Tidak bisa kah kau melepaskan dia?" tanya Kaisar Liang ragu. Jin hu mengernyit bingung dengan maksud melepaskan dari Kaisar Liang.


"Apa yang anda maksud dengan melepaskan?" tanya Jin hu bingung.


"Kau masih bisa memilih gadis lain bukan? Aku berencana untuk menjodohkan cucu dari paman Shi dengan Liang Hui min." jawab Kaisar Liang membuat Jin hu geram.


"Kau tidak memiliki hak untuk mengatur dengan siapa aku akan menikah. Ze adalah satu-satunya gadis yang pantas menjadi istri dari Jin hu dan begitu pula sebaliknya hanya Jin hu yang pantas untuk bersama dengan Ze." tolak Jin hu.


"putra mahkota membutuhkan seorang pendamping yang cerdas seperti putri Ze. Kau adalah seorang jenius jadi kau tidak butuh gadis cerdas untuk menjadi pendamping." Kaisar bersikukuh dengan keinginan dirinya itu.


"Alasan konyol macam apa itu. Masih banyak gadis cerdas di luar sana. Aku hanya ingin Ze dan tidak akan ada gadis lain." tolak Jin hu tegas.


"Jika aku memaksa?" tanya Kaisar Liang.


"Maka aku tidak akan ragu untuk berperang dengan kau dan Kerajaan milikmu ini." jawab Jin hu dengan yakin.


"Aku juga tidak menginginkan pasangan yang memiliki gadis lain di sisinya. Aku hanya ingin menjadi satu-satunya jadi aku menolak keras perjodohan itu." saut Ze.


"Maka kalian tidak akan bisa keluar dari tempat ini." ancam Kaisar Liang.


Ze dan yang lain segera berdiri saat melihat ada beberapa orang yang masuk ke dalam ruangan dengan senjata.


"Wen yuan...! Liu yu...! kakek juga kau Huo nan. Tugas kalian lindungi ibu dan nenek sisanya biar aku yang bersenang-senang." ucap Ze sambil tersenyum penuh misteri membuat Hui nan dan 2 orang yang biasa mengikuti dirinya itu bergidik ngeri.


Sebelum berangkat Ze sudah memaksa semua orang yang ikut berangkat bersama untuk menelan pil penawar segala racun. Karena, dia sudah menyiapkan berbagai jenis racun untuk antisipasi.


Jin hu hanya tersenyum melihat kekasihnya itu bersemangat. Jin hu memilih untuk duduk tenang saat Ze sudah mengeluarkan senjata dan bubuk beracun miliknya.


Sebelum Kaisar Liang memerintahkan prajuritnya untuk menyerang kelompok Ze, seseorang datang dan berbisik pada Kaisar Liang.


Setelah mendengar apa yang dikatakan orang itu, Kaisar Liang terkejut wajahnya memucat.


"Hm sudahlah, kalian bisa pergi." ucapnya membuat Ze mengernyitkan alisnya.


"Aku belum ingin ini selesai." ucap Ze.


"Maka teruskan apa yang ingin kau lakukan sayang." saut Jin hu.


"Sudah cukup Ze sayang. Kita tidak perlu memperpanjang masalah jika mereka sudah melepaskan kita." pintar Luo yin.


"Iya nenekmu betul sayang. Tidak baik menambah musuh sayang. " saut Mei yin.


"Baiklah jika itu keinginan ibu dan nenek. Aku akan melepaskan mereka semua. Ayo kita kembali saja. " pasrah Ze karena dia juga tidak ingin jika ibu dan neneknya melihat kekejaman dirinya.


Mereka akhirnya keluar dari ruangan itu dan segera meninggalkan istana.


"Apakah informasi yang kau peroleh tidak salah?" tanya Kaisar Liang pada kasimnya yang tadi berbisik padanya.


"Tidak yang mulia. Hamba mendengar langsung dari saudara hamba yang bekerja pada Raja Ruo. Putri Ze adalah tamu yang ditunggu kehadirannya oleh Raja Ruo. Menahan putri Ze di sini sama saja dengan mencari masalah dengan Kerajaan api penyucian." jelas kasim Wuling pada Kaisar Liang.


"Kerajaan kita ini masih jauh dari mampu untuk berperang dengan Kerajaan api penyucian." ucap Kaisar Liang.


"Yang mulia benar sekali. Oleh sebab itu kita tidak bisa menahan putri Ze di sini untuk saat ini." jelas kasim wuling.