
Tak terasa langit sudah menggelap saat mereka melakukan perjalanan dan hampir tiba saatnya mereka harus makan malam.
"Sebaiknya kita beristirahat di sekitar sini saja dulu. ini sudah hampir gelap." saran Rui hao nan saat memunculkan kepalanya ke dalam kereta.
"Hm kau benar. Carilah tempat yang bisa kita banguni tenda dan segera bangun tenda serta buat api untuk menghangatkan tubuh ze." titah jin hu dan mereka ber 3 di luar segera melakukan tugas dari jin hu.
Mereka membagi tugas agar dapat selesai cepat. Liu yu memasang tenda, Rui hao nan menyalakan api dan wen yuan mencari makannan untuk mereka.
"kakak ke 2 semua telah siap." lapor Rui hao nan pada jin hu
"Hm terima kasih." jawab jin hu lalu mengangkat tubuh ze turun dari kereta setelah sebelumnya membungkus tubuh ze dengan pakaian tebal yang menutupi seluruh tubuh hingga kepala ze menyisakan wajahnya saja.
"Tuan jin hu." tegur seseorang yang baru saja turun dari keretanya dengan mata berbinar melihat jin hu.
Jin hu hanya meliriknya sekilas lalu mengabaikannya tetap membawa ze mendekat pada api untuk membantu menghangatkan tubuhnya.
"Die li kenapa kau berdiri saja di sana huh bantu aku menurunkan ini." ucap suara dari belakang gadis yang menyapa jin hu tadi.
"kak guo ji bukankah masih ada banyak pelayan mengapa kau mau merepotkan dirimu?" tanya gadis bernama die li itu.
"Kau lupa jika kita sedang dalam perjalanan menuju hutan dan tak ada pelayan yang ikut serta dengan kita saat ini huh?" tegur seorang gadis cantik dan anggun dari dalam kereta.
"Lihat kakakmu itu dia tau betul apa yang harus di lakukan bukan seperti dirimu yang manja dan tak bisa anggun ini." ucap seorang pria yang sedang membawa peralatan memasang tenda turun dari kereta.
"Kenapa kita harus turun tangan sendiri mencari obat untuk permaisuri bukan pelayan saja?" protes Die li
"itu karena ayah tak ingin banyak yang tau keadaan permaisuri hingga sampai pada telinga Raja kita dan menjadikan alasan menggeser posisi kakak sepupu dari posisi permaisuri.
Klan kita akan malu jika permaisuri di gantikan dengan gadis rendahan itu dan klan Rui akan menghina kita lagi." jelas pemuda bernama Gu riu sembari memasang tenda.
"Bukankah ini kereta milik tuan jin hu pemilik istana atas awan?" tanya gadis anggun bernama yue er sembari melihat dengan teliti kereta di dekatnya.
"Hm memang benar tadi aku melihatnya turun dari kereta." jawab Die li senang
"Benarkah di mana tuan jin hu saat ini?" tanya yue er semangat
"kenapa kau bertanya huh? jangan katakan jika kau tertarik dengan tuan jin hu?" tanya Die li
"tentu aku tertarik. siapa yang tak tertarik pada pria muda tampan, hebat, berbakat, kaya dan berkuasa? Bukankah kau juga tertarik?" jawab yue er
itu akan baik bagi klan sue kita jika yue er menjadi pendamping pemimpin istana atas awan." jawab pemuda bernama hue li
"Hm terserah kalian." pasrah Die li
Setelah memasang tenda mereka ber 4 bersama ke tempat jin hu untuk menyapa.
Di tempat jin hu saat ini ze sedang memasang wajah marah pada jin hu
"Kenapa kau terlihat kesal hm?" tanya jin hu
"Bagaimana aku akan makan dengan tangan yang terbungkus seperti ini?" protes ze karena ingin segera makan ikan bakar yang di sediakan wen yuan.
Wen yuan selalu menyediakan menu itu jika ada ze karena jin hu sudah memberi tahu sebelumnya kalau dia harus menyediakan itu tanpa di suruh.
"Biar suamimu ini menyuapimu oke sayangku?" ucap jin hu tersenyum lalu mencium sekilas pipi ze.
"Tapi kau tak boleh makan ikan bakarku sebelum aku kenyang oke?" ucap ze
"Baik aku tak akan makan sebelum kau puas dengan makanan mu." ucap jin hu sembari memeluk dan mencium kening ze. Ze mengangguk senang lalu mengecup singkat pipi jin hu.
"kak jin hu memang yang terbaik." ucap ze senang. Jin hu sangat terkejut menerima kecupan dari ze. pasalnya ze tak pernah sekalipun membalas perlakuan romantisnya selain di depan liu sia.
Saat ini liu sia tak ada yang artinya ze melakukan itu dengan kemauannya sendiri membuat jin hu sangat bahagia.
"khem khem tolong kasihani kami yang tak memiliki pasangan ini. Jangan bermesraan di hadapan kami merusak selera makan kami saja." protes Rui hao nan
"salahmu kenapa harus melihati kami bermesraan. Makanya segera carilah pasanganmu." jawab jin hu.
Nah author masih kebut 4 up terus sesuai janji author jika vote like dan coment tetep banyak maka up author juga tetep oke
selamat membaca dan semoga hari kalian menyenangkan
terima kasih dukungannya
Author
😉😉😉😉😉