Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
keanehan Desa youshan


Ke esokan paginya mereka kembali meneruskan perjalanan mereka menuju gunung jiu li tempat ji liu ku berada.


Setelah 2 hari perjalanan mereka memasuki sebuah perkampungan yang tampak sangat sepi dan tampak suram.


"Desa apa ini mengapa tampak begitu suram?" tanya ze


"ini desa youshan aku pernah sekali kesini. Tapi keadaannya sangat jauh berbeda dari hari ini." jawab Rui huo nan


"Apa maksudmu berbeda?" tanya ze


"Saat itu desa ini begitu ramai dan penduduknya begitu ramah dan ceria." jawab Rui huo nan


"Ada aura iblis yang kuat dari tempat ini." sebuah suara yang akrab bagi ze terdengar di telinganya


"Hui tu kau sudah bangun?" tanya ze girang


"Hm sudah berapa hari aku tertidur?" tanya hui tu


"kira kira 1 minggu." ucap ze


"Ada apa sayang kenapa kau terdiam?" tanya jin hu menyadari keterdiaman ze


"Bukan apa apa. Hanya saja aura ini sangat janggal untuk sebuah perkampungan biasa." ucap ze


"Hm kau benar sekali. Pasti telah terjadi sesuatu." jin hu membenarkan ucapan ze


"Ada sesuatu yang beraura iblis kuat mendekat sebaiknya kau dan kelompokmu itu bersembunyi dulu." saran hui tu


"Hm baiklah" ucap ze


"shut, telan pil penyamaran ini dan sembunyi segera!" ucap ze sembari memberikan pil pada mereka.


"Ada apa kakak ipar?" tanya Rui huo nan setelah menelan pil dari ze


"tak perlu banyak tanya nanti juga kau akan tau. Sekarang sembunyi" ucap ze dan mereka segera mencari tempat masing masing untuk bersembunyi.


Tak lama setelah mereka bersembunyi beberapa orang bertopeng menyeramkan lewat di tempat mereka tadi berdiri.


"Berhenti....!" terdengar perintah dari dalam tandu dan dari suaranya itu seorang gadis.


Mereka semua berhenti seketika mendengar perintah berhenti.


Seorang gadis bertubuh mungil berwajah cantik namun menggunakan ukiran ukiran di wajahnya itu.


Gadis itu turun dari tandu dengan melayang gaun merah darah miliknya mekar di terpa angin serta rambut hitam panjangnya tampak terangkat.


Gadis itu mengendus endus di udara menengok kiri dan kanan seolah mencari sesuatu.


"Aku merasakan keberadaan beberapa orang tadi di tempat ini. Tapi, mengapa tak ada tampak seorangpun bahkan aku tak lagi merasakan keberadaan mereka?" gumamnya.


Gadis itu kembali ke atas tandu dan dudukasih dengan wajah heran dan matanya masih saja memandang sekeliling seolah sedang mencari sesuatu.


"Huft, tampaknya aku butuh energi lagi karena aku mulai tak fokus lagi sehingga salah mengira tempat kosong seolah ada orang bahkan banyak." gumamnya.


"Kembali ke rumah suci." ucapnya dan mereka berbalik arah menuju ketempat mereka datang semula.


Ze dan yang lainnya memutuskan untuk mengikuti mereka karena penasaran dengan apa yang terjadi di desa itu.


"Ayo kita ikuti mereka." ajak Rui huo nan


"Hm aku juga penasaran tapi hati hati." saut ze


"Sebaiknya jangan beramai ramai karena bisa cepat ketahuan nantinya." saran jin hu


"kalau seperti itu kami bertiga mengikuti dari kiri dan kakak ke 2 serta kakak ipar dari kanan oke?" saran Rui huo nan


Mereka akhirnya diam diam membuntuti kelompok yang tampak aneh dan mencurigakan itu.


Setelah cukup lama membuntuti akhirnya mereka sampai di sebuah gerbang besar di dalamnya tampak bangunan yang lumayan besar terlihat saat gerbang terbuka.


Sampai di gerbang tandu bertukar tangan dari orang orang bertopeng menyeramkan ke beberapa gadis cantik berpakaian serba putih.