
Suasana di tempat kompetisi itu berlangsung menjadi hening saat ketiga peserta itu sedang konsentrasi dalam membuat pil mereka. Suasana jadi semakin menegangkan di saat api di bawah tiga tungku masing-masing peserta telah padam.
"Baiklah mari kita lihat kwalitas serta tingkat dari pil yang ketiga peserta ini buat." seseorang berseru layaknya seorang mc.
Para peserta mengeluarkan pil mereka dan meletakkannya di wadah di sebelah tungku mereka.
Para juri mulai maju dan melihat serta menilai semua pil buatan ketiga peserta itu dengan sangat teliti.
"Bagaimana para juri yang terhormat apakah ketiganya berhasil memenuhi standar?" tanya orang tersebut.
"Hm ketiganya berhasil membuat pil sesuai standar yang telah ditentukan." jawab seorang juri bernama master Shen yang merupakan ketua dari para juri.
"Wah hebat." seru orang yang mengatur acara seperti mc yang bernama tuan shu. Semua penonton bersorak dan bertepuk tangan.
"Lalu, siapa yang akan maju ke babak 10 basar?" tanya tuan shu.
"Dari tingkat obatnya semua sama berada pada tingkat mendekati tinggi." jawab juri lain bernama master Kuo.
"Hm itu benar." saut juri lain yang di sebut nyonya Liu yang merupakan juri wanita satu-satunya di sana.
"Lalu, bagaimana cara menentukan pemenang dari ketiganya?" tanya tuan Shu.
"Tingkat dari pil mereka bertiga memang sama tapi, kwalitas pil dari ketiganya berbeda." jawab master shen.
"Siapakah yang memiliki kwalitas pil terbaik?" seru tuan Shu pada para penonton.
Seorang juri bernama master Qi berbisik pada tuan shu memberi tahu siapa pemenang dari ketiga peserta itu.
"Sekarang saatnya saya mengumumkan pemenang dari ketiga peserta yang akan maju ke babak 10 besar besok." ucap tuan shu.
"Dan pemenangnya adalah......" tuan shu sengaja menggantung kalimatnya untuk menciptakan suasana yang semakin menegangkan.
Para peserta dan bahkan penonton ikut tegang dibuatnya. Mereka semua fokus menanti nama pemenang.
"Die shi yuo...!" ucap tuan shu dengan suara lantang.
Pemuda bermarga Die itu berseru bahagia dan para penonton bersorak ria sambil bertepuk tangan.
Setelah itu tuan Shu kembali menyebutkan tiga nama peserta yang akan maju berikutnya. Seperti sebelumnya semua berjalan lancar hingga muncul nama pemenang.
Hingga kini telah tiba giliran Liu sia yang ternyata dia bersaing dengan putra dari raja Ruo. Ruo yao fan yang disebut-sebut sebagai anak jenius. Bagaimana tidak, anak usia 11 tahun itu sudah menjadi alkemish tingkat 4 saat ini.
Raja Ruo datang ke acara kompetisi ini juga salah satu alasannya adalah mengantarkan putra keduanya itu ikut kompetisi.
Dia tidak berharap terlalu tinggi tentang kemenangan karena tingkat pencapaian alkemish putranya menurutnya masih rendah dari beberapa peserta lain terutama Ze yang baru dia kenal.
Walau dia tidak bisa melihat pencapaian dari Ze, raja Ruo sangat yakin jika pencapaian Ze jauh di atas putranya.
Raja Ruo hanya ingin putranya dapat mengasah kemampuannya dan terpacu agar lebih berusaha meningkatkan kemampuannya melalui kompetisi itu.
"Baik kini saatnya kita memanggil kelompok kelima. Mereka adalah Duo liu sia, Lei an shu dan terakhir Ruo yao fan." seru tuan Shu dan semua orang bersorak ria sambil bertepuk tangan dengan semangat.
"Tuan bukankah itu putra dari raja Ruo?" tanya Liu yu
"Raja Ruo memiliki putra seorang alkemish tapi mengapa harus susah payah mencari alkemish untuk putra tertuanya?" tanya Liu yu dan Wen yuan serta Huo nan ikut memandang ke arah Jin hu seolah mengatakan bahwa mereka juga ingin tahu.
"Pil regenerasi dan pil api suci adalah pil istimewa. pil ini hanya ada segelintir alkemish yang mampu membuatnya. Dari 100 orang alkemish hanya ada 1 orang kemungkinan yang mampu membuatnya." master Tang yang mendengar pertanyaan Liu yu membantu Jin hu untuk menjawab.
"Seperti halnya dengan diriku saat ini. Tingkat pencapaianku dengan Ze hampir sama. Tapi, aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa membuat pil pil istimewa itu. Sedangkan Ze di tingkat terendah pencapaiannya dia masih dapat membuatnya apa lagi tingkatnya saat ini." lanjutnya lagi
"Oh ternyata seperti itu." ucap Liu yu
"Ternyata ini alasan mengapa guru tidak meminta Yao fan belajar membuat pil untuk kakaknya itu." saut Huo nan.
"Hei gadis bodoh." panggil Hui tu
"Hm?" tanya Ze dengan deheman
"Mengapa kau belum juga melakukan tugasmu?" tanya Hui tu
"Itu tidak akan menyenangkan jika kita terlalu cepat menyingkirkan dia. Biarkan dulu gadis ular itu menikmati kesenangan dari kemenangan palsunya itu. Bukankah lebih menyakitkan jika kita jatuh saat posisi kita lebih tinggi?" jawab Ze
"Akan lebih memalukan saat kedok mereka terbongkar saat sudah berhasil maju ke babak berikutnya setelah menang hari ini." tambahnya lagi
"Hm kau ada benarnya juga." ucap Hui tu
"Putri Duo liu sia itu sungguh menjadi peserta. Aku sungguh masih tidak percaya jika dia memiliki kemampuan seorang alkemish." ucap Huo nan
"Sudahlah kau diam saja memperhatikan saat ini. Besok di babak 10 besar kau akan menyaksikan tontonan seru dan akan berkesan bagi sebagian orang.
Itu juga akan menjawab pertanyaanmu itu dengan sendirinya. Jadi, duduk tenang dan menonton saja." tegur Ze
"Apa yang kakak ipar maksud dengan tontonan seru itu?" tanya Huo nan penasaran
"Itu akan aku jadikan kejutan. Kau hanya akan tahu besok agar bisa menjadi kejutan." jawab Ze
Mereka semua kembali fokus pada peserta di atas panggung yang sedang fokus membuat pil.
"Gadis ular itu sungguh sangat pandai bersandiwara. Dia seolah sedang konsentrasi pada api palsu itu. Orang yang tidak tahu jika ada seekor katak ajaib di dalam tungku itu akan percaya jika dia sedang berkonsentrasi membuat pil." ucap Hui tu geram
"Hm kau benar. Gadis ular itu sungguh sangat pandai menipu orang banyak." jawab Ze
Setelah dua puluh menit lebih membuat pil ketiga peserta itu selesai dan memadamkan api tungku mereka.
Mereka bertiga mengeluarkan pil yang telah jadi dan menaruhnya di wadah yang telah tersedia.
Para juri naik ke atas panggung dan mulai menilai pil buatan ketiga peserta itu setelah dipersilahkan oleh tuan Shu.
"Wah di sini ada dua orang yang mampu membuat pil di atas standar tingkat pil yang kita telah sepakati." ucap master Shen
"Hebat, siapakah mereka itu?" tanya tuan Shu dan seorang juri membisikkan sesuatu kepada tuan Shu.
"Wah wah sungguh di luar dugaan. Putra raja Ruo, yaitu pangeran Ruo yao fan yang masih sangat muda ini dapat membuat pil tingkat tinggi begitu juga dengan Putri Duo liu sia yang baru kita tahu jika dia memiliki bakat alkemish." ucap tuan Shu membuat hampir semua orang menatap kagum pada keduanya.
"Karena tingkat pil dan kwalitas dari pil yang mereka hasilkan sama maka para juri memutuskan jika keduanya akan maju dalam babak berikutnya." ucap tuan Shu membuat suasana kembali riuh dengan sorakan dan tepuk tangan.