Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
penyesalan keluarga nam


Jin hu mulai mengerahkan kekuatan dan tak lagi menutupi pencapaiannya.


"tingkat ke 3 akhir level bumi." gumam tetua Nam membuat mentri nam dan putranya cui xi terbelalak dan mulai gemetar ketakutan.


"A am ampuni o or orang tua i ini yaaang mu mulia tuan jin hu. Orang tua ini te telah pikun se hingga berani menyinggungmu." mohon tetua Nam ketakutan.


"kau masih berani meminta maaf padaku setelah berani menyinggung bahkan menantangku begitu angkuhnya huh?" geram jin hu mulai mengeluarkan tenaga dalamnya.


"Ampuni kami yang mulia tuan jin hu. ampuni nyawa kami." mohon 3 orang itu.


"akh ah tidak akh...!" teriak ketiganya saat telapak tangan jin hu di arahkan pada ke 3nya. Jin hu tak berniat melenyapkan nyawa mereka.


"Terlalu ringan bagi kalian jika harus mati huh. Jadi nikmatilah penurunan tingkat kalian bertiga." kata kata jin hu membuat ke 3 orang itu lemas tak mampu berkata kata lagi.


Bagaimana tidak, kultivasi yang di capai dengan susah payah bertahun tahun hancur dalam sekejab saja.


"wen yuan, liu yu, seret mereka keluar dari sini lalu kembalilah istirahat." serunya lalu kembali kedalam kamar di mana ze sudah damai dalam mimpinya.


"Baik tuan" saut mereka ber 2 lalu menyeret tetua nam beserta mentri nam dan anaknya keluar dari penginapan.


Orang dari klan Nam yang menunggu di kereta segera memapah mereka masuk ke dalam kereta dan pulang segera ke kediaman keluarga Nam.


Di kediaman keluarga Nam


Seluruh keluarga telah menantikan kemenangan tetua Nam dengan bahagia. Mereka sudah membayangkan bebas masuk dan mengambil apapun harta di istana atas awan.


Bagaimana pun harta yang tersembunyi di sana sangat berharga. Baik untuk kultivasi atau untuk di jual dan memperoleh keping emas yang banyak.


Sedangkan jian li meski tangannya telah terpotong dia tetap senang menanti janji jika dirinya akan menikah dengan pria paling tampan dan di idolakan banyak gadis itu.


Sedari tadi dia telah tersenyum senyum sediri menghayalkan jika dirinya telah menikah dengan jin hu. si sia yang melihat itu turut bahagia putrinya masih dapat tersenyum.


"Apakah kau begitu bahagia akan menikahi orang yang telah melukaimu?" tanya si sia membuyarkan hayalan jian li


"Ibu mengejutkan aku huh." gerutunya membuat si sia tersenyum


"Tentu aku akan sangat bahagia. Meski kejam dan dingin hampir semua gadis di kekaisaran ini bahkan kerajaan lain menginginkan menjadi pendamping yang mulia tuan jin hu." jawab jian li seraya tersenyum malu pada ibunya.


Meski sudah larut mereka belum ada yang tertidur karena terlalu bersemangat menantikan kedatangan tetua nam dan rombongan pulang membawa kabar bahagia.


Kereta yang membawa tetua nam telah masuk pekarangan kediaman keluarga nam. Seluruh keluarga menanti dengan senyum terukir di bibirnya di depan kereta.


"Astaga. apa yang terjadi padamu kakek." seru jiang min adik mentri nam.


"Apa aku tidak salah lihat? kekuatan kakek hanya tingkat 2 awal dan mereka 1 awal?" tanyanya lagi membuat semua yang hadir terkejut.


"Apa yang terjadi bukankah kakek lebih kuat dari jin hu?" tanya jian li


"plak" tamparan mendarat di pipinya


"kalau bukan karena kau aku tak akan berurusan dengan jin hu dan menderita kerugian kultivasiku bertahun tahun." tetua nam emosi.


"Tolong ampuni jian li kakek." seru si sia memeluk putrinya.


"Gadis tak berguna dan pembawa sial ini jual pada tuan Qi agar dia mau memberi ramuan peningkatan untukku." putus tetua nam


"Tidak kakek aku mohon jangan aku tak sudi jadi budak tetua Qi." mohon jian li.


Tetua Qi terkenal kejam dan kasar pada wanita serta berpenampilan mengerikan sehingga tak ada gadis yang rela menjadi istrinya.


"Tolong amapuni jian li kakek jangan buang dirinya." pinta si sia


"Biarkan dia menebus kesalahannya. keluarga kita terancam hancur dengan penurunan kultivasi kami.


Setidaknya tubuhnya masih memiliki kegunaan karena tetua Qi menginginkannya." kata menti Nam dan di setujui seluruh anggota keluarga Nam kecuali si sia dan jian li tentunya.


Keluarga Nam sungguh menyesal telah menyinggung jin hu dan berjanji kedepannya tak akan menyinggung orang kuat lain terlebih itu jin hu.


Hai para readers yang keren abizt


Ayo coba mampir juga buat baca novel baru dari author judulnya


HOW TO MAKE YOU FALL IN LOVE


siapa tau tertarik lanjut baca.


Terima kasih


Author


😘😘😘😘😘