Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Aksi ze


Saat dia rasa sudah cukup dia mengawasi mereka semua. Ze mulai perlahan mendekati salah satu dari pengejar itu dan dengan cepat dan tanpa suara dia berhasil mencegat dan menarik tubuh lawannya.


"sret " serangan andalannya adalah memutuskan nadi terbesar agar lawannya tak memiliki kesempatan menyerang balik.


Setelah menumbangkan salah satu dari mereka, ze dengan gerakan cepatnya menyambar satu orang lagi dan "krek " bunyi patahan leher lawannya dan segera tumbang.


Ze bersembunyi saat tau seseorang dari kumpulan orang itu menyadari ada yang salah.


Di sisi lain liu yu bertarung dengan sengit melawan beberapa dari mereka.


Mata ze berbinar saat melihat tumbuhan yang sangat di kenalnya ada tumbuh di dekatnya.


Itu adalah anggur pelumpuh. Di sebut demikian karena bentuknya mirip anggur dan dapat melumpuhkan orang. Efeknya dapat sebentar saja kalau langsung di gunakan dan berlangsung lama bahkan selamanya jika di olah dan di campurkan dengan jenis tumbuhan tertentu.


"Bukankah ini tumbuhan beracun itu? yang dengan sedikit getah dari buahnya saja bisa melumpuhkan seluruh anggota tubuh orang yang diracuninya?" gumamnya


"Aku harus mencari sesuatu yang tajam untuk melukai mereka agar racun dari buah anggur pelumpuh ini dapat bereaksi." gumamnya lagi sambil mengedarkan pandangannya.


"Nampaknya aku harus melukai mereka sendiri. Terlalu lama untuk aku membuat senjata beracun sekarang." gumamnya lalu mengambil buah beracun itu dengan hati hati kemudian memasukkannya ke sebuah kantong.


Di ambilnya satu lalu di baluri getahnya pada belati dengan cara mengirisnya berkali kali dengan hati hati tentunya agar dia tak terkena racunnya tanpa sengaja.


Setelah itu, dengan gerakan cepat dia mulai mendekati mereka semua dan tanpa mereka sadari di tubuh mereka sudah ada goresan kecil.


Dalam beberapa detik tubuh mereka semua kaku lalu mereka semua tersungkur ke tanah.


"Ada apa dengan mereka semua?" gumam liu yu heran lawannya tiba tiba saja tumbang semua.


"Apa yang kau tunggu lagi huh?" tanya ze tiba tiba dan liu yu semakin bingung.


"Segera habisi mereka jika tidak pengaruh racunnya akan memudar dan kita akan kesusahan menyelesaikan mereka semua." perintahnya dan dengan segera mereka berdua menghabisi para pembunuh itu.


"Apa yang putri lakukan pada mereka?" tanya liuli penasaran.


"Kita harus bergegas pergi dari sini dan mencari tempat aman untuk menyusun rencana. Aku yakin sekali mereka yang datang masih yang terlemah dari mereka.


jika ada yang ingin di bicarakan sebaiknya sambil terus bergerak takutnya kita tersusul oleh kelompok pembunuh berikutnya." saran ze sambil bergegas pergi dari tempat itu di ikuti oleh liu yu.


"Bagaimana dengan nyonya?" tanya liu yu saat teringat kalau dia tak melihat keberadaan mei yin dan yang lain.


"Mereka lebih aman jika berangkat tanpa aku. kita akan berjumpa di hutan fujian nanti." jawab ze


"Baiklah jika itu keputusan putrri." jawab liu yu


"lihat di sana!" seru ze sambil menunjuk kearah yang di maksud.


"Ada apa di sana putri?" tanya liu yu bingung tak tau apa yang di tunjuk putri ze lan yang menjadi tuannya saat ini.


Sedikit flash back


Sebelum ze melompat keluar mei yin mencegahnya.


"Jangan lakukan itu sayang, itu tidak aman mereka akan melukaimu apa lagi jika mereka di tujukan untukmu." cegah mei yin.


"puk" ze memukul tengkuk mei yin dan mei yin tak sadarkan diri.


"Apa yang kau lakukan putri" tanya lei lei


"ini yang terbaik untuk keamanan ibu. Aku belum cukup hebat untuk bisa melindungi kalian." jelas ze


"Aku bisa atasi mereka jika aku sendiri. amankan ibu bawa ibuku ke tujuan awal kita. Aku akan menyusul bersama liu yu." sambungnya.


Ze tau betul ada orang lain yang mengamati pergerakannya saat ini. Itulah sebabnya dia rasa akan aman bila dia tak bersama rombongan.