
Setelah kembali berpamitan pada Mei yin, Ze jin hu dan wen yuan segera berangkat menuju hutan fujian di mana gua yu berada.
Ze terus saja kepikiran pada Mei yin. Entah mengapa dia merasa gelisah dan tak tenang seolah hal buruk akan terjadi saat dia pergi bertapa.
Jin hu yang melihat dan menyadari kecemasan Ze mencoba menenangkannya.
"Tak perlu mengkhawatirkan ibumu oke? Dia akan baik baik saja. Kau sudah menyuruh liu yu menjaganya dan juga kau sudah memberi pil pada nya.
Orang orang itu hanya mengincar kau dan aku bukan ibumu. Jadi, tak perlu khawatirkan keadaannya." ucap jin hu dan Ze mulai memikirkan jika apa yang di katakan jin hu ada benarnya juga.
Tidak ada orang yang mengincar Mei yin jadi dia akan baik baik saja. Justru jika mereka bersama maka Mei yin akan dalam bahaya.
"Kau benar ibu akan baik baik saja." ucap ze tersenyum
Tak berapa lama mereka sampai di depan gua yu dan ze terperangah melihat ada banyak tanaman bekhasiat obat yang sangat sulit di temukan tumbuh subur di depan gua yu.
"Gua yu memiliki banyak energi alam alami uang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman jadi di sini akan banyak tanaman subur.
Sedangkan ini hutan fujian tempat tanaman berkhasiat yang langka tumbuh banyak di setiap sudutnya.
Kau tak perlu heran melihat banyak tanaman langka tumbuh subur di sini." jelas jin hu melihat Ze terkagum kagum melihat tanaman yang sangat sulit di cari tumbuh subur di sini.
"Bukankah hanya 4 keluarga yang bisa masuk ke dalam hutan fujian ini, mengapa kau juatru tau banyak tentang hutan ini?" tanya ze heran.
"Itu karena kakekmu dulu sering membawaku ke tempat ini saat aku masih kecil. Beliau selalu menjelaskan tentang hutan fujian ini dan apa yang ada di hutan fujian ini." jelas jin hu.
Tanpa Ze tau jin hu sudah menyuruh wen yuan mencari buah dan ikan mengingat Ze sangat suka makan ikan.
"Sebelum kau bertapa sebaiknya kau makan dulu mengisi tenaga. Setelah itu kau baru bertapa." saran jin hu dan ze segera memakan buah sementara wen yuan tengah membakar ikan yang di bawanya.
Setelah ikan masak ze segera menyanyapnya dengan lahapnya. Melihat ze makan dengan lahap jin hu tersenyum. Di usapnya pelan pipi ze.
"Makanlah perlahan ada banyak ikan di sini." ucapnya sembari mengelus sudut bibir ze yang terdapat sisa makanan.
Setelah selesai makan Jin hu memberikan sebuah pil pada Ze untuk di telannya.
"Ambil dan telan pil ini. Ini akan membantumu untuk mempercepat kau menguasai kekuatan baru di tubuhmu." titah Jin hu
"Bukankah itu pil linzi yang langkah itu? Hanya alkemis tingkat 6 ke atas yang mampu membuatnya dan bahan pembuatannya pun langka hingga pil ini hanya di miliki oleh orang orang tertentu saja?" batin wen yuan terkejut melihat pil linzi yang langka di betikan begitu saja pada ze.
Wen yuan semakin yakin jika ze adalah calon nyonyanya kelak.
Ze segera menelan pil pemberian Jin hu dan merasa jika tubuhnya sangat berenergi seketika dan terasa sangat ringan.
Ze tersenyum kemudian segera bertapa di atas sebuah batu datar yang memang di sediakan untuk bertapa.
Jin hu berjaga di dekat ze tak ingin jika ada yang mengganggu ze bertapa dan akan mencelakainya.
Walau hutan fujian tak bisa di maauki sembarangan orang, Jin hu tetap tak ingin ambil resiko jika ze terluka.