Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
liang jin hu dan ze lan kecil


Mereka semua tersenyum melihat wajah cemberut Ze.


"Sehebat apapun putri Ze ini, tetap tak bisa di pungkiri bahwa dia masih saja seorang gadis kecil." batin Liu yu.


"Terima kasih atas pertolongan putri Ze." seru Wen yuan tulus.


"Tak perlu sungkan siapapun akan membantu melihat orang yang berada pada posisi sama dengan dirinya." jawab Ze.


"Apa maksud dari ucapan putri?" tanya Jin hu penasaran.


"Beberapa hari ini kami di kejar rombongan dari klan siurui." jawan Liu yu.


"Siapa yang telah putri singgung kenapa sampai putri di incar oleh mereka?" tanya Jin hu.


"Entahlah tapi aku curiga itu mentri Wei. karena dia mengalami banyak kerugian di persidangan istana karena menghina aku di depan sidang." jawab Ze santai.


"Bukankah mentri Wei adalah calon mertuanya, ayah dari Wei tian mo tunangannya? Dari yang aku tau putri Ze kecil sangat berbeda dengan putri Ze sekarang. Aura yang di pancarkannya pun berbeda. apa yang telah dia alami?" batin Jin hu.


"Tapi tunggu dulu, kenapa tuan Jin memanggil aku dengan panggilan si kecil?" tanya Ze penasaran.


"Karena kita pernah sangat akrab saat kita kecil dulu. Kau tak perlu panggil aku tuan. panggil aku seperti saat kau kecil dulu. kak Jin jin itulah panggilan darimu dulu." jawab Jin hu membuat Ze mengernyitkan keningnya.


"kau mungkin sudah lupa, saat mendiang ibu masih ada kau sering berkunjung ke istana dan bermain denganku." jelas Jin hu ada kesedihan di matanya saat dia menyebutkan tentang mendiang ibunya.


"Kau akan selalu mengikuti aku dan menggangguku jika aku melakukan sesuatu saat kau ada di istana. kau akan datang dan berkata "kakak Jin jin kenapa tak bermain dengan Ze lagi apa Ze nakal" sambil memasang wajah sedih yang menggemaskan." Jin hu mengatakan itu sambil mengenang masa mereka kecil dulu.


"Maafkan aku tapi, setelah bangun dari koma selama beberapa bulan aku kehilangan banyak ingatanku." jelas Ze.


"Iya aku mengalami kecelakaan dan tak sadarkan diri selama berbulan bulan bahkan tabib sudah angkat tangan dan nenyatakan tak ada harapan lagi untuk aku bertahan hidup. Tapi, keajaiban terjadi dan aku sehat kembali." jelas Ze membuat Jin hu tampak merasa bersalah.


"Dulu aku pernah berjanji akan melindunginya dari apapun. Tapi, aku pergi karena emosi pada ayah kaisar dan dengan egoisnya melupakan janji itu. Hampir saja aku tak bisa melihatnya lagi," batin Jin hu.


Liang jin hu dan putri Ze lan kecil adalah cinta masa kecil. Liang jin hu merasa terhibur setiap kali Ze lan kecil merengek minta di temani bahkan di gendong.


Liang jin hu selalu merasa tertekan dengan aturan istana dan dia merasa sedih melihat ibunya permaisuri pertama selalu termenung.


Semenjak kehadiran selir Wan er putri dari kerajaan Xin xie permaisuri dari kaisar Lian saat ini. kaisar selalu mengabaikan permaisurinya yaitu ibu kandung dari Jin hu.


Satu satunya yang menghiburnya adalah seorang gadis cilik yang selalu menemani dan merecoki harinya.


Saat ibunya meninggal orang orang mengabaikan dirinya hanya satu orang yang selalu menemaninya.


flash back on


"ibu hu hu hu" tangis Jin hu saat itu usianya masih 9 tahun dan Ze 6 tahun.


"kakak Jin jin kenapa menangis Apakah Ze berbuat salah jadi kakak Jin jin sedih?" tanya Ze kecil sedih air matanya ikut mengalir dan bibir mungilnya mulai meraung.


"hwa huwa, maafkan Ze kakak Jin jin huwa jangan marah." tangis Ze kecil.


"kenapa kau menangis Ze kecil?" tanya Jin hu kecil heran dan spontan berhenti menangis.


"kakak Jin jin marah pada Ze makanya kakak Jin jin menangis iyakan Ze pasti sudah berbuat salah kan?" wajah sedih dan jawaban Ze membuat jin hu merasa itu lucu dan mulai tersenyum.