Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Yuo fan bertemu dengan permaisuri pertama


"Huft selesai juga akhirnya. Tujuan kita ke hutan furong ini akhirnya telah selesai dan kita dapat segera kembali ke tempat pangeran Rong yuo. " seru Ze dengan semangat. Ze sengaja menyerukan setiap perkataan yang dia ucapkan untuk memancing para pengekor itu agar segera keluar jika memang tujuan mereka adalah pil obat miliknya.


"Hm ayo kita segera kembali ke istana api penyucian agar pangeran Rong yuo dapat segera menelan pil ini dan segera pulih kembali. Sebaiknya kita pergi dengan kecepatan penuh agar dalam waktu singkat kita sudah dapat sampai pada tujuan kita." saut Jin hu dengan suara yang juga dibuat seolah sangat bersemangat.


"Ayo segera kita berangkat." seru Ze penuh semangat.


Jin hu memanggil kuda naganya agar mendekat bersama kereta yang di tariknya. Saat Ze dan Jin hu akan menaiki kereta, tiba-tiba sekelompok orang yang telah mengikuti mereka berdua selama ini mengepung mereka. Orang-orang itu mengenakan pakaian berwarna serba hitam dengan penutup kepala dan wajah hingga hanya menampilkan mata mereka saja.


Ada sekitar 15 orang yang mengepung mereka saat ini dengan masing-masing dari mereka memegang sebuah pedang. Melihat itu semua, Ze hanya tersenyum sinis dengan tatapan meremehkan.


"Serahkan pil-pil yang kau buat tadi dan kami akan melepaskan kalian berdua." seru seorang dari mereka.


"Cih... Hanya dengan kemampuan kalian sekarang ini dan kalian ingin mengancam aku?" tanya Ze dengan nada dan tatapan merendahkan ke arah mereka.


"Kurang ajar.....! Kalian tidak akan pernah bisa pergi dengan selamat dari hutan ini. ...!" seru orang itu lagi dan Ze hanya tersenyum menanggapi ancaman orang itu.


Ze mengeluarkan belati kesayangan miliknya yang tidak pernah ketinggalan di setiap aksinya. Jin hu juga tidak tinggal diam, dia juga mengeluarkan pedagang miliknya.


"Serang......!" Seru seorang dari orang-orang yang mengepung Ze dan Jin hu lalu semua mulai bergerak ke arah Ze dan Jin hu dengan pedang di arahkan ke depan.


"Saatnya beraksi.....!" ucap Ze lalu bergerak maju bersama Jin hu.


"tring trang tring." sesaat setelah itu, hanya ada suara berisik dari benturan senjata mereka yang terdengar.


Ze dan Jin hu saling membelakangi untuk melindungi masing-masing dari serangan lawan yang menyerang dari arah belakang. Ze melihat seorang dari mereka pergi dari sana dan melemparkan satu belati miliknya ke arah orang itu dan,


" Jleb." belati tepat menusuk leher belakang dan tembus hingga leher depan orang itu.


"Akh..... Bruk." pekik orang itu dan seketika itu juga dia tersungkur ke tanah.


Ze dan Jin hu mulai serius menyerang orang-orang yang mengepung mereka saat ini. Setelahnya ada banyak suara pekikan dari lawan mereka yang terkena tebasan dan hunusan pedang serta belati dari mereka.


Setelah beberapa saat semua lawan mereka berdua sudah habis tumbang oleh mereka berdua dengan mudah.


"Sebaiknya kita masuk ke dalam kawasan hutan Fujian sekarang, sebelum ada kelompok lain yang datang ke sini lagi. " saran Jin hu dan Ze mengangguk setuju.


"Ayo segera kita berangkat. " saut Ze sambil mengambil belati kesayangan miliknya yang tertancap di leher orang yang tadi dia lemparkan belati itu.


Mereka masuk ke dalam hutan Fujian dengan berjalan kaki dan kereta yang mereka tumpangi sebelumnya, dimasukkan ke dalam batu dimensi oleh Ze agar tidak meninggalkan jejak jika dibiarkan berjalan menuju hutan Fujian.


Ze mengeluarkan pangeran Yuo fan dari dalam batu dimensi dan mendorong pelan tubuhnya ke dalam gua yu setelah dia menulis secarik kertas buat permaisuri pertama yang Ze sisipkan di balik tali pengikat tangan pangeran Yuo fan agar dapat dibaca oleh permaisuri pertama sebelum membuka ikatan tangan Yuo fan, lalu segera bersembunyi saat mereka sudah tiba di depan gua yu.


Ze dan Jin hu hanya diam menunggu untuk melihat reaksi dari permaisuri pertama dan reaksi dari pangeran Yuo fan saat pertama kali bertemu agar dapat memastikan jika mereka akan baik-baik saja saat ditinggalkan bersama di dalam hutan Fujian itu.


Ze dan Jin hu memilih untuk bersembunyi di balik pohon besar di depan gua Yu. Agar tidak terlihat dan juga masih bisa memantau keadaan depan gua. Tidak lama permaisuri pertama dan putrinya keluar dari gua bersama dan terkejut melihat ada seorang anak yang terikat.


"Dia adalah putra Raja Ruo dari permaisuri saat ini. Kami berharap anda dapat menjaganya dan jangan sampai dia tahu identitas anda sebagai permaisuri pertama. Kami hanya tidak ingin dia terlibat dalam masalah antara Raja Ruo dengan Raja Hong. Kami juga berharap agar anda dapat mengambil hati anak ini yang sudah sangat banyak dicekoki rasa benci terhadap anda dan anak-anak anda oleh ibunya yang hanya mementingkan tahta dan kekuasaan saja.


Itu agar Yang mulia Raja tidak harus memilih antara anak atau keadilan untuk semua korban dari permaisuri pertama.


Jangan juga sebutkan tentang aku dan Jin hu pada anak ini.


Ze." Itulah apa yang ditulis oleh Ze dalam surat tersebut. Permaisuri pertama membisikkan sesuatu pada putrinya lalu membuka ikatan dari tangan Yuo fan.


"Si siapa kalian? " tanya Yuo fan gugup saat ikatan di tubuh juga matanya Telah dibuka oleh permaisuri pertama.


"Tenang anak kecil, kami bukan orang jahat. Kami melihat kau terikat sehingga kami menolong dirimu. " jawab Permaisuri pertama.


"Di mana ini? " tanya Yuo fan lagi.


"Kami juga tidak tahu karena kami juga di tinggalkan di hutan ini oleh seseorang." jawab permaisuri pertama.


" Siapa namamu? " tanya permaisuri pertama.


"Yuo fan." jawab Yuo fan ragu.


Melihat interaksi yang cukup baik antara Yuo fan dan permaisuri pertama, Ze dan Jin hu memilih untuk segera pergi dari sana untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka berdua. Ke tempat tujuan selanjutnya yaitu desa Guoin di mana mereka akan berjumpa dengan rombongan Raja Ruo untuk menyapu bersih kelompok pemberontak yang bermarkas di dalam hutan dekat desa itu.


"Sebaiknya kita keluar dari hutan Fujian ini dari selatan saja. Selain lebih dekat dengan desa tujuan kita, kita juga bisa menghindari bertemu dan terlihat oleh orang-orang suruhan wanita licik itu. " usul Jin hu pada Ze dan mendengar usulan dari Jin hu, Ze hanya mengangguk setuju.


"Ya kita harus menjaga rahasia hubungan antara aku dengan hutan Fujian ini dari semua orang yang memang belum tahu dan tidak harus tahu. Semakin sedikit yang tahu akan semakin baik dan aman." saut Ze.


"Ayo kita harus sedikit menjauh dari sini untuk mengeluarkan kuda naga beserta kereta agar tidak ketahuan oleh pangeran Yuo fan. " ajak Ze dan mereka berdua segera pergi dari sana.


Setelah cukup jauh berjalan, Ze mengeluarkan kuda naga dengan kereta dari dalam batu dimensi. Ze dan Jin hu segera menaiki kereta lalu pergi meninggalkan hutan Fujian menuju ke desa Guoin.


Setelah cukup lama dalam perjalanan di dalam kereta menuju desa Guoin, akhirnya mereka tiba dan ternyata Raja Ruo beserta rombongannya sudah tiba lebih dulu di sana.


Hm seperti biasa author tidak ada bosan -bosannya mengingatkan untuk para readers novel


Pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas


agar tidak lupa dan tidak bosan untuk tetap terus memberikan dukungan berupa


Vote, like dan juga komen kalian pada author


Terima kasih banyak atas semua yang telah mendukung author selama ini.


Salam hangat dari Author