
"jleb akh ah" liu sia menjerit kesakitan karena mendapat serangan sebelum berhasil menghunus pedang pada tubuh ze.
"ka kakak jin hu?" liu sia terbelalak menyadari jika jin hu adalah orang yang telah menghunuskan pedang di tubuhnya.
Di saat liu sia hendak menghunuskan pedang pada tubuh ze ternyata jin hu muncul dan menyerang liu sia lebih dulu.
"ze.....!" teriak jin hu melihat tubuh penuh luka dari ze. Jin hu segera meraih tubuh ze dan memeluknya. Hati jin hu terasa tersayat melihat kekasih imutnya itu terkulai lemah dengan tubuh penuh luka.
"Maafkan aku sayang maaf lagi lagi aku tak bisa melindungimu seperti janjiku dahulu." ucap jin hu penuh penyesalan dan air mata mulai membasahi pipinya.
Air mata yang telah lama tak pernah lagi menetes semenjak mendiang ibunya meninggal kini kembali keluar dari mata indah itu.
"Maaf maafkan aku " berulang kali jin hu mengucapkan maafnya dengan begitu pilu.
Ze tersenyum meski tubuhnya sudah dalam keadaan tak berdaya. Tangannya mengelus pipi jin hu menghapus air mata itu.
"Ja ngan me na ngis uh kak jinh ti dak sa lah uhuk." ucap ze terbata lalu tak sadarkan diri.
"Ze....! tidak aku tak akan membiarkan kau meninggalkan aku. A aku harus menyelamatkanmu." ucap jin hu sembari bangkit mengangkat tubuh ze.
"ka kak jin hu to long" ucap liu sia terbata dan jin hu menatap sinis padanya.
"Menolong dirimu huh? kau telah tega melukai istriku yang berharga. Lihat saja apa yang akan terjadi di akhirat" Jin hu hendak menendang tubuh liu sia tapi terhenti.
"Kakak ke 2 jangan" teriak Duo you tao
"Adik ke 2 jangan" teriak lei duan liu
"Heh kalian disini rupanya. Aku curiga kalian ikut andil dalam upaya pelenyapan istriku. Jika istriku tak selamat maka bersiaplah aku akan kubur tubuhnya bersama dengan seluruh keluarga Duo dan Lei." ucap Jin hu penuh ancaman lalu pergi membawa tubuh ze.
"Bawa kami ke gunung jiu li dengan kecepatan paling maksimalmu." titah Jin hu pada hewan rohnya itu dan horse dragon fly lalu mengepakkan sayap membawa mereka di udara dengan kecepatan tinggi menuju ke gunung jiu li di mana master tang bersaudara berada.
"Sabar sayang kau harus tetap bertahan sebentar lagi kita akan tiba di tempat master tang berada. jangan tinggalkan aku jangan pernah untuk mencoba melakukannya. Aku mohon bertahanlah aku mohon." ucap jin hu menangis pilu.
"Jika kau berani untuk meninggalkan aku maka akan ku kubur semua anggota 2 keluarga itu dan yang berhubungan dengan mereka." ancam jin hu.
Jin hu terus saja memeluk tubuh ze dan terus memohon agar ze tetap bertahan. Air matanya tak henti hentinya membasahi pipinya.
Jin hu sangat menyesal dan menyalahkan dirinya yang tak bisa melindungi kekasihnya itu.
Setelah terbanga selama 2 jam mereka tiba di gunung jiu li. Jin hu mengangkat tubuh ze segera membawanya memasuki gerbang yang kelihatannya nenuju tempat guru master tang tinggal. Saat hendak masuk gerbang berikutnya yang masih tertutup seseorang berusaha menghentikannya.
"Berhenti di tempatmu." teriak orang itu jin hu tak memperdulikannya dan tetap melangkah mendekati pintu gerbang.
"Aku bilang berhenti. siapa kau berani menerobos masuk tanpa ijin?" tanyanya lagi
"Aku mencari master tang" ucap jin hu datar tetap berjalan
"master tang bukan orang yang saat kau ingin menemuinya maka kau bisa menemuinya begitu saja huh." ucap orang itu mulai menyerang jin hu dan dengan sekali tendangan dari jin hu dia terhempas jauh.
"Ada apa ini ribut ribut?" tanya seseorang dari dalam pekarangan sebuah bangunan di atas gunung itu.
"kakak wen li orang ini berani menerobos masuk" jawab oran yang tadi di tendang oleh jin hu
"Dia ze murid master tang." ucap jin hu membuat ke 2 nya terbelalak kaget.
"Mari masuk master tang tengah menunggu kalian." ucap Wen li