
Hui tu terus saja menjelaskan apa rencana yang baik menurutnya untuk dapat menyelamatkan semuanya.
"Sebelum semua rencanamu kau lakukan sebaiknya kau suruh mereka semua termasuk cece kembali ke luar tembok dulu.
Karena mereka pasti akan memeriksa sekitar saat kau muncul nanti untuk memastikan tak ada lagi penyusup.
Setelah itu kau pura pura saja untuk terpeleset dari atas sini saat hendak mengintip.
Mereka kemungkinan besar akan membawamu pada hewan yang jadi perantara antara dia dan sang iblis.
Setelah mereka melakukan ritual kecil pada dirimu kau harus berpura pura tersihir dengan selalu tunduk dan patuh seperti mereka.
Jangan bersuara sedikitpun meski kau terluka atau mereka akan tau kau bersandiwara.
Aku telah memberikan api sejati dalam cincin pemberian poci kau tinggal mengarahkan cincin pada bawah kaki sebelah kiri burung itu.
Tenang saja aku telah membuat cincin di jarimu dan kalung mu itu tak terlihat agar tak di sita mereka.
ingat untuk sebisa mungkin tak melukai mereka yang di bawah itu karena mereka adalah penduduk asli dan pendatang yang tersihir dan menjadi budak mereka." jelas hui tu
Ze segera memberi tahukan pada yang lain rencana yang hui tu berikan padanya.
"Astaga mereka hendak mengorbankan bayi itu kah?" Bisik Rui huo nan melihat gadis berbaju putih tadi menaruh bayi dalam balutan selimut itu di atas meja depan gadis berbaju merah darah yang tampak semakin menua wajahnya itu.
"Iya kau benar bayi itu akan di tumbalkan untuk mengembalikan wajah cantik dari wanita berbaju merah darah itu." jawab ze
"Kita tak bisa diam saja kan kakak ke 2, kakak ipar?" tanya Rui huo nan
"Lalu kita harus bagaimana? Aku tak bisa membiarkan bayi kecil tak berdaya di jadikan tumbal keserakahan seseorang." ucap Rui huo nan geram
"Aku ada ide." ucap ze
ze mulai memberitahukan semua yang di rencanakan Hui tu dengan jelas. Awalnya jin hu menentang namun akhirnya dia setuju untuk membuarkan ze maju untuk menolong.
" Mereka semua yang di tanah itu adalah penduduk asli desa youshan ini dan juga pendatang yang ketahuan memasuki desa.
Mereka tidak terluka bukan mereka hanya di sihir untuk di perbudak saja. Sedangkan aku memiliki jimat dari king wolf dan poci yang menangkal sihir.
Aku akan pura pura terpengaruh sihir. Di sangkar burung itu tersimpan kunci kekuatan mereka dan saat aku berhasil menghancurkannya kalian segera tangkap mereka semua yang di panggung.
Sekarang kalian kembali ke balik tembok bersama cece agar kalian bisa kembali dengan mudah ke tempat ini." jelas Ze.
"Mengapa kau jadi tahu begitu banyak tentang mereka?" tanya jin hu heran
"Aku memiliki yang seperti poci serba tahu segalanya. Nanti saja aku jelaskan padamu. sekarang kau dan yang lain segera kembali ke luar tembok aku takut jika terlalu lama kita tak akan sempat menyelamatkan bayi itu.
oke sayangku? cup cup cup" ze mengecup singkat pipi dan bibir jin hu agar berhenti protes dan segera pergi dari sana.
Mereka segera turun dari sana dan kembali ke balik tembok agar ze dapat segera melakukan rencananya itu.
Saat mereka sudah di tempat tersembunyi ze segera berdiri dan pura pura terjatuh.
"akh bruk akh pinggangku." ze sengaja jatuh ke tumpukan jerami yang ada di dekat panggung untuk mengurangi sakit dampak dari terjatuhnya.