Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
bersembunyi


Ze berusaha berjalan menuju gua di balik air terjun yang di maksud hui tu tadi. Ze harus segera bersembunyi karena tak akan baik baginya untuk bertemu musuh yang terbilang kuat yang masih tersisa dari ke 7 pemburunya itu.


Ze agak kesulitan menuruni bukit dengan jalan yang tak beraturan dengan banyak batuan besar yang harus di lewati. seandainya dia dalam keadaan sehat dia akan dengan mudah turun kebawah sana.


"S**l aku tak bisa membuka batu dimensi dan seluruh pil regenerasiku dan pil yang lain ada di dalam sana." keluh ze. Karena terluka cukup parah luar dan dalam yang juga mempengaruhi pengerahan tenaga dalamnya dia tak bisa membuka jalan menuju batu dimensi.


Setelah lumayan lama berusaha Ze akhirnya berhasil masuk ke dalam gua tersebut. Gua itu tak terlalu besar namun cukup untuk ze bersembunyi.


"Aku hanya memiliki air suci dengan jumlah sedikit dan racun saja di sini." gumam ze dan tak sengaja dia memegang kantung pemberian jin hu.


"Apa isi dari kantong pemberian kak jin hu ini?" gumam ze


Ze membuka kantung itu dan melihat isinya lalu tersenyum.


"Ah bukankah ini bola roh dari liu yu?" ucapnya terkejut sekaligus senang sembari memegang pil roh itu.


"Ini bisa aku gunakan pada saat mendesak nantinya. Tapi, mengapa ada 3 butir? oh berarti ini dari kak jin hu juga.


huh kalau di dengar dari namanya aku fikir ini untuk penguat roh atau sejenisnya. Tapi, ini justru melemahkan roh dan kultivasi.


Seharusnya namanya itu bola penghancur, bola pelemah roh atau sejenis itulah heh mungkin yang membuat nama bola ini sedang mengirit kata hingga dia menyingkat bola roh saja.


Ada pil obat tingkat tinggi yah bisa aku gunakan untuk mengurangi penderitaanku." gumam ze lalu kembali menyimpan bola roh di kantongnya dan menelan pil obat dari jin hu. Pil itu berguna untuk luka saja hingga ze butuh bermeditasi untuk mengembalikan kemampuan mengerahkan tenaga dalamnya.


Saat Ze hendak bermeditasi dia merasakan jika ada yang perlahan mendekat kearahnya.


"S**l siapa yang mendekat kemari? jangan bilang itu rekan mereka yang masih tersisa." gumam Ze lalu bersembunyi di dinding gua.


"Akh s**lan aku tadi terluka dan mengeluarkan darah. Jika orang itu masuk karena melihat dan mengikuti jejak darah itu maka aku akan ketahuan sedang berada di sini." batin ze. Ze merutuki kecerobohannya yang tidak memperhatikan hal penting seperti itu.


Ze mengambil sebutir bola roh di dalam kantungnya dan mengambil ancang ancang melemparkannya jika orang itu adalah orang yang hendak menyerangnya.


"Jejak darahnya mengarah kedalam sana. Ternyata ada gua di balik air terjun ini. Kemungkinan gadis itu ada di dalam gua itu.


huh entah yang lain ada di mana saat ini aku harus menangani seorang gadis dengan tanganku sendiri.


Sangat memalukan jika ada yang tau aku menghabisi seorang gadis lemah dengan tanganku ini huh." gerutu Duo rui yu saat berada di luar gua hendak masuk ke dalam.


Perlahan Duo rui yu melangkah masuk ke dalam gua dimana ze berada dan


"bom akh bruk." Ze melempar bola roh kearahnya dan meledak membuat Duo rui yu terlempar.


Semangat author masih belum kendor nih melihat masih banyak yang semangat juga ngasih vote like dan coment.


Author kasih 4 up lagi deh tapi jangan kendorin ya dukungannya


Biar author tambah semangat bisa ngasih up banyak terus


selamat membaca


semoga sehat selalu dan menjalani hari yang menyenangkan


terima kasih


Author


😊😊😊😊😊