
"Ya, aku juga akan selalu ikut kemana pun kakak kedua dan kakak ipar pergi selama aku belum terikat oleh aturan kerajaan." jawab Huo nan mantap.
"Kalau begitu, kita mau tunggu apa lagi? Ayo kita pergi ke negeri ajaib tempat aku tinggal untuk meningkatkan kultivasi kalian segera. Kita tidak memiliki banyak waktu yang tersisa lagi untuk dapat menyelamatkan tuan dari salah satu negeri ajaib tempat dia terlempar saat ini." ucap pria itu.
"Bagaimana cara kami untuk masuk ke dalam negeri ajaib tempatmu itu?" tanya Huo nan.
"Cukup pegang saja tanganku dan pejamkan mata kalian berdua aku yang akan membawa kalian ke negeri ajaib para hewan roh Suci." jawab pria itu sambil mengulurkan kedua tangannya pada Jin hu dan Huo nan.
Mereka berdua segera meraih tangan pria itu dan segera menutup mata mereka saat pria itu menggenggam tangan mereka.
Tiba-tiba cahaya keemasan yang sangat terang keluar dari genggaman tangan mereka hingga menutupi seluruh tubuh mereka dan perlahan tubuh mereka menghilang seiring memudarnya cahaya keemasan itu.
"Bukalah mata kalian berdua." ucap pria itu dan Jin hu serta Huo nan segera membuka mata mereka.
Huo nan menatap kagum pemandangan di sekitarnya saat membuka mata dan mengedarkan pandangan. Di sekitar mereka saat ini ada gunung dengan berbagai macam tanaman yang sangat berbeda dengan tanaman yang biasa mereka lihat.
Tanaman-tanaman itu memiliki berbagai macam warna lembut dan mengeluarkan cahaya samar yang sangat nyaman untuk di pandang. Ada juga tanah datar yang sangat luas dengan berbagai macam tanaman obat yang mengeluarkan aroma menenangkan.
Di depan mereka terdapat sebuah tebing tinggi dengan beberapa gua dan tanaman merambat tumbuh di dinding tebing itu.
"Apakah kita sudah berada di dalam negeri ajaib?" tanya Huo nan.
"Ya." jawab pria itu.
"Ayo... Di sana adalah gua tempat kalian harus bertapa nantinya." ajak pria itu sambil menunjukkan salah satu dari beberapa gua yang terdapat pada dinding tebing di depan mereka.
Mereka bertiga berjalan menuju gua yang dimaksud oleh pria itu. Saat memasuki gua, Huo nan dan Jin hu menatap takjub isi gua itu. Di dalam sana terasa hangat, di dinding gua terdapat beberapa tanaman merambat berdaun emas. Ada 5 batu lebar datar berwarna putih bersih dengan cahaya samar yang keluar dari batu itu. Setiap batu memiliki cahaya yang berbeda terangnya. Mulai dari yang paling redup hingga yang agak lebih terang.
"Batu apa yang berwarna putih itu dan cahaya apa yang keluar dari batu datar itu, mengapa cahayanya berbeda?" tanya Huo nan dengan tatapan takjub.
"Itu adalah batu untuk bertapa dan cahaya itu adalah energi yang dapat membantu percepatan pencapaian kalian saat bertapa dan untuk perbedaan kecerahan cahayanya itu,menunjukkan seberapa besar energinya yang ter redup, memiliki energi paling rendah dan yang ter cerah, memiliki energi paling banyak." jawab pria itu.
"Segera kalian duduk dan bertapa di sana karena hanya batu tapa itu yang dapat kalian tempati untuk bertapa dengan pencapaian kalian saat ini." ucap pria itu sambil menunjuk dua buah batu dengan cahaya paling redup secara bergantian.
"Apakah aku dapat bertanya satu hal lagi padamu?" tanya Huo nan sebelum dia dan Jin hu duduk di atas batu tapa berwarna putih itu.
"Apakah dari tadi kau belum bertanya? Kau sudah banyak bertanya sebelum ini tanpa meminta persetujuan dariku. Lalu mengapa kau meminta ijin dariku untuk bertanya sekarang?" tanya pria itu dengan nada mengejek.
"Sebenarnya kau ini siapa? Mengapa kau terus saja menyebutkan bahwa kakak ipar ku adalah tuan mu?" tanya Huo nan yang sudah tidak tahan lagi untuk mencari tahu tentang siapa pria kuat yang mengakui Ze sebagai tuannya itu. Mendengar pertanyaan dari Huo nan, Jin hu juga mulai fokus mendengarkan karena penasaran juga dengan jati diri pria yang mengakui kekasihnya sebagai tuan.
"Baik aku akan menunjukkan wujud asli dari diriku pada kalian berdua. Lihat baik-baik karena aku hanya akan menunjukkan sebentar saja pada kalian karena aku baru dapat merubah wujud ku ini menjadi sosok manusia, aku hanya dapat menunjukkan wujud asli ku sebentar saja." ucap pria itu pada Huo nan dan Jin hu dan mereka berdua hanya mengangguk mengiyakan lalu fokus menatap pria itu.
Pria itu menutup mata dan seketika itu pula dari tubuh pria tadi keluar cahaya keemasan yang hampir sama dengan cahaya saat mereka berpindah tempat namun cahaya yang muncul tidak terlalu terang seperti tadi.
Saat cahaya meredup, sosok pria itu berubah menjadi seekor burung berwarna emas. Jin hu dan Huo nan terbelalak melihat hewan roh yang tidak lain adalah king Pheonix milik Ze yang sering di panggil poci oleh Ze. Sesaat kemudian sosok king Phoenix itu kembali berubah menjadi sosok pria tampan lagi.
"Kau adalah poci hewan roh kakak ipar?" tanya Huo nan menatap takjub pada sosok pria di depannya yang ternyata adalah jelmaan dari king Phoenix.
"Jangan memanggilku dengan nama itu lagi mulai saat ini. Hanya tuanku yang bisa memanggilku dengan panggilan seperti itu. Kalian bisa memanggilku Zili karena itu adalah nama asliku." protes Zili.
"Oh baik aku tidak akan memanggilmu dengan nama pemberian kakak ipar lagi." saut Huo nan.
"Bagaimana bisa hewan roh dapat berubah menjadi sosok manusia?" tanya Jin hu tidak habis pikir.
"Saat pencapaian kami para hewan roh Suci mencapai tingkat suci sempurna, kami dapat merubah wujud kami menjadi sosok manusia. Sebenarnya jika di negeri ajaib seluruh hewan roh dapat berubah menjadi sosok manusia tapi, hanya hewan roh Suci yang dapat tetap menggunakan wujud manusia di luar negeri ajaib." jawab Zili.
"Tingkat suci sempurna itu berada pada tahapan ke berapa setelah tingkat misteri?" tanya Jin hu.
"Sebaiknya aku menjelaskan semuanya tingkat pencapaian di atas tingkat misteri agar kalian lebih paham dan berhenti bertanya lagi." ucap pria itu membuat Huo nan dan Jin hu bersiap untuk menyimak penjelasan dari pria itu.
"Ada 3 tingkat di atas tingkat misteri. Itu adalah tingkat suci, tingkat sejati dan yang terakhir adalah tingkat mulia. Masing-masing dari tingkat itu memiliki 7 tahapan atau kadang kita sebut sebagai level. Level 1 adalah level awal dan Saat mencapai level 7,maka tingkat pencapaian itu sudah sempurna dan sudah akan menyebrang menjadi tingkat selanjutnya."jelas Zili.
Hai pembaca setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas."
Jangan lupa untuk tetap dukung Ze dengan selalu memberikan
Vote, like dan komen kalian setelah membaca.
Memberikan Vote juga selain dapat mendukung kelanjutan novel ini, kalian juga dapat mendapatkan pulsa gratis jika menempati posisi 5 besar pemberi vote loh.
Salam hangat dari author dan Ze.
selamat membaca.