
Ze menggapai tubuh Mei yin dan memeluknya. Di rogohnya kantong tempat pil miliknya dan di ambilnya 2 pil berwarna emas miliknya.
"Berikan ini pada liu yu" ucap ze sembari menyerahkan 1 pil penyembuh miliknya pada jin hu dan jin hu segera memberikannya pada liu yu.
"Wah ajaib sekali pil milik putri ini." puji wen yuan terperangah melihat luka liu yu mulai menutup.
Bahkan jin hu sangat kagum melihat reaksi cepat dari obat milik Ze.
"Bukankah ini pil regenerasi yang hampir tak ada alkemis yang mamapu untuk membuatnya?" gumam jin hu dan wen yuan yang mendengarnya terbelalak.
Bagaimana tidak pil regenerasi adalah pil paling di cari dan terkenal dengan harga selangit dan Ze dengan tanpa berfikir dan pertimbangan lalu menyerahkan begitu saja pada liu yu yang hanya seorang pengawal.
"putri Ze ini bagai iblis jika berhadapan dengan musuh tapi bagai malaikat saat berhadapan dengan orang yang dianggapnya kawan." batin wen yuan kagum.
Ze membantu mei yin duduk memeriksa keadaannya lalu memberi pil regenerasi pada mei yin. Melihat itu wen yuan ingin mengeluarkan matanya untuk di cuci takut salah melihat.
"Astaga apa aku salah lihat pil regenerasi di berikan untuk mengobati luka ringan yang hanya butuh obat tingkat rendah untuk mengatasinya? putri ini sungguh boros. memperlakukan obat tingkat istimewa seperti permen yang bisa di peroleh kapan saja." batin wen yuan seraya mengucek mata untuk memastikan penglijatannya.
Liu yu yang telah pulih melihat reaksi wen yuan tersenyum mengejeknya.
"jika wen yuan tau putri memberikan padaku 4 butir dengan percuma pil itu dan aku menghabiskannya dalam sehari mungkun dia akan muntah darah sangking terkejutnya." batin liu yu.
"Putri maafkan aku yang tak bisa melindungi nyonya dengan baik." ucap liu yu sambil berlutut saat menghampiri Ze.
"Kau tak salah, dia yang terlalu kuat untuk kau lawan. kau sudah melakukan lebih dari apa yang seharusnya kau lakukan.
Jika kau tak berusaha terus bangkit dengan pil itu mungkin ibu yang akan terluka lebih parah." jawab ze.
"Ibu sudah lebih baik?" tanya ze dan mei yin tersenyum lalu mengangguk.
"Apa yang bisa terjadi pada ibu saat putri ibu yang sangat hebat ini ada?" tanya Mei yin sembari mengelus lembut rambut ze.
Ze melangkah ke arah liu tang ke dengan aura yang mengintimidasi membuat liu tang ke gemetar ketakutan.
"ja jangan men men dekat." seru lou tang ke tergagap karena takut.
Ze menyeringai kejam melihat ketakutan yang terlihat jelas di wajah liu tang ke.
"Kau tau? lebih baik kau menyinggung raja neraka sekalian dari pada menyinggung aku." ucap ze.
"sebutkan siapa yang memberi perintah untuk menyerang ibuku?" tanya ze
Liu tang ke bungkam dan ze tersenyum membuat liu tang ke menggigil melihat senyum ze.
"Aku lebih suka jika putri ze marah dan membentakku dari pada melihatnya tersenyum seperti itu." batin wen yuan melihat senyum ze.
"Sret" Ze menyayat kecil kulit liu tang ke dan menuang sedikit cairan gelap pada luka itu.
"akh ah akh" liu tang ke teriak kesakitan selama beberapa menit lalu terdiam seolah baik baik saja.
Liu tang ke heran kenapa rasa sakitnya tak terasa lagi.
"Masih mau bungkam dan masih mau rasa sakit yang lebih sakit dan lama dari tadi?" ancam ze dan liu tang ke masih bungkam
Ze meneteskan cairan gelap tadi lebih banyak lalu liu tang ke semakin berteriak pilu.
"Akh ah akh ugh am akh pun akh" rintih pilu liu tang ke karena saat ini dia merasa seolah seluruh tulang di tubuhnya di patahkan bersamaan lalu di cabut dari dagingnya.
Wen yuan menggigil melihat kondisi liu tang ke yang hanya mampu teriak pilu dan meneteskan air mata tanpa bisa bergerak.