
Ze perlahan membuka mata setelah beberapa saat Jin hu berhasil membuat Ze menelan serbuk dari pil pemberian Zili. Jin hu menghela napas lega saat melihat mata dari gadis yang sangat iya rindukan itu mulai terbuka.
Jin hu tersenyum sambil menghapus keringat dari wajah cantik kekasihnya itu yang terlihat sedikit pucat. Ze menatap wajah Jin hu yang saat ini tengah menatapnya dengan penuh kasih.
Sementara Zili dan Huo nan sudah mulai melakukan pertarungan melawan para naga yang menjelma menjadi sosok manusia seperti Zili yang juga menjelma dari sosok pheonix menjadi sosok manusia.
"Kau mengenalku?" tanya Ze dengan lemah.
Jin hu mengernyit heran mendengar pertanyaan dari Ze untuk dirinya. Sebenarnya dia ingin bertanya apa maksud dari pertanyaan Ze. Tapi, dia urungkan mengingat mereka sedang dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk berbicara banyak.
Jin hu hanya mengangguk lalu menyuapi Ze daun yiyang. Ze hanya menurut dengan memakan daun yiyang pemberian Jin hu karena Ze tahu betul bahwa saat ini dia sangat membutuhkan daun yiyang untuk mengisi ulang energinya yang hampir habis terkuras setelah melakukan pertarungan dengan para jelmaan naga itu.
"Kau istirahat dulu di sini. Aku harus membantu mereka melawan para hewan roh yang sombong itu." ucap Jin hu dan Ze hanya mengangguk lemah menanggapi ucapan Jin hu.
Jin hu segera bergabung bersama dua orang rekannya itu untuk melawan para naga itu setelah sebelumnya dia membuat lapisan pelindung di sekitar tubuh Ze.
Terjadi pertarungan sengit antara Jin hu, Zili dan Huo nan melawan para naga yang tadi menyerang Ze. Karena merasakan kewalahan melawan tiga orang yang tiba-tiba datang menolong orang yang hendak mereka habisi itu, para naga berubah bentuk menjadi sosok asli mereka.
Tanpa pikir panjang lagi Zili segera berubah menjadi sosok pheonix emas membuat para naga itu mundur perlahan dan kembali berubah menjadi sosok manusia.
"Mengapa hewan roh Suci dengan pencapaian tinggi berada di dalam negeri naga ini?" bisik Luoyang pada ayahnya.
"Entah, sepertinya kita sudah sangat salah memilih lawan saat ini. Jika seekor hewan roh Suci yang berasal dari negeri hewan roh Suci dengan pencapaian tinggi dapat dia kendalikan, itu artinya dia bukan gadis biasa." saut sang ayah.
"Dia hanya manusia biasa, bagaimana mungkin memiliki hubungan dengan hewan roh Suci dengan pencapaian tinggi seperti king pheonix itu." bantah Luoyang yang tidak terima jika gadis yang dia benci karena dia anggap sebagai penggoda calon suaminya itu dapat lolos begitu saja hanya karena tiba-tiba datang hewan roh Suci yang melindungi gadis yang dia ingin habisi itu.
"Apa kau tidak dengar tadi king pheonix itu memanggil gadis itu tuan?" tanyanya lagi.
Sementara itu, beberapa prajurit naga itu sudah tertunduk memohon ampun karena telah berani menyinggung hewan roh Suci dengan pencapaian tinggi itu.
"Bagaimana ini yang mulia? Apakah kita masih harus menyerang atau melepaskan mereka?" tanya pemuda yang sangat sombong tadi.
"Heh apa tadi kau katakan? Melepaskan kami?" tanya Zili yang kini sudah kembali pada wujud manusia dengan nada mengejek kepada pemuda tadi.
"Maafkan kami semua karena menyinggung pangeran negeri hewan roh Suci. Tapi, mengapa pangeran hewan roh Suci harus melawan kami demi melindungi seorang manusia lemah?" tanya Luoyang.
"Dia adalah tuanku dan dia bukan seorang lemah. Dia memiliki garis takdir sang penjaga pada tangannya." jawab Zili membuat mereka semua terbelalak kaget. Sedangkan Ze, Jin hu dan Huo nan yang tidak paham maksud dari ucapan Zili tadi, mereka hanya mengernyitkan alis mereka bingung.
Hai para pembaca setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas. "
Jangan lupa untuk tetap terus semangat memberikan dukungan pada author dan Ze.
Berikan vote, like dan komen sebagai bentuk dukungan untuk kami.
salam hangat dari author dan Ze.