Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
serangan monster 4


Jin hu dan Hui tu hanya serempak mengangguk sambil meneteskan beberapa tetes cairan pelebur pada ujung pedang mereka. Ze juga melakukan hal sama pada ujung belati miliknya.


"Hiat.......!" seru mereka kembali mengayunkan pedang juga belati pada tubuh monster itu.


"Sret.... " beruntung karena para monster itu tidak pernah sekalipun menghindari atau pun menangkis serangan dari mereka sehingga serangan mereka semua tepat mengenai tubuh para monster itu.


Mungkin karena kemampuan pemulihan luka serta regenerasi tubuh mereka yang cepat sehingga mereka mengabaikan serangan pada tubuh mereka. Mungkin juga karena kemampuan berpikir mereka yang sedikit lambat membuat mereka tidak mengingat penyebab kematian 2 dari kawanan mereka.


"Ayo lakukan sekarang!" seru Ze dan serempak mereka menyiramkan cairan pelebur pada luka yang mereka berhasil buat pada tubuh mahluk aneh tersebut.


Siraman Ze dan Hui tu berhasil mengenai luka monster itu. Tapi, naas bagi mereka semua karena monster yang hendak Jin hu siram lukanya dengan cairan pelebur dapat menghindari siraman cairan pelebur itu.


"Oh ini tidak baik." ucap Hui tu saat melihat tubuh monster yang masih hidup berubah menjadi lebih besar dengan tampilan yang lebih menyeramkan.


"Tampaknya ini sungguh hari yang sial bagi kita." ucap Ze di jawab anggukan oleh yang lain.


"Peduli mati dengan tampilannya yang semakin jelek itu. Ayo kita lawan dan bereskan satu yang tersisa itu. Aku tidak sudi menjadi salah satu dari santapan makan siang mahluk aneh itu." ucap Ze lalu kembali mengambil ancang-ancang untuk menyerang mahluk aneh itu.


Hui tu, Jin hu, dan Liu yu juga ikut mengambil ancang-ancang untuk kembali menyerang.


"Hiat.....!" seru mereka serempak menyerang mahluk aneh yang terlihat semakin menyeramkan itu.


Kali ini mahluk itu tidak menerima begitu saja serangan yang mengincar tubuhnya. Mahluk itu mulai menghindar dan menangkis serangan dari lawannya.


"Buk buk buk buk." dengan sekali kibasan ekor dari mahluk itu berhasil mengenai tubuh mereka dan membuat tubuh Ze dan yang lain terhempas jauh.


"Duak bruk." tubuh Ze membentur pohon besar dan jatuh tersungkur di tanah.


Ze dan yang lain kembali berusaha bangkit dan menyerang. Mereka masih belum menyerah dan mulai menyerang mahluk aneh itu lagi.


"Hiat......!" mereka kembali mengayunkan pedang dan belati kearah mahluk aneh itu.


Dengan lincah mahluk aneh itu menangkis serangan dengan menggunakan kuku panjangnya yang kuat dan tajam itu. Mahluk aneh itu menyerang kembali dengan kuku tajamnya dan berhasil menyayat dada Jin hu dan Liu yu.


"Kak Jin hu....!" seru Ze khawatir melihat Jin hu terluka parah akibat cakaran mahluk aneh itu.


Ze hendak menolong Jin hu tapi mahluk aneh itu menyerang Ze dengan kibasan ekornya sehingga tubuh Ze kembali terlempar.


"Ze.....!" seru Jin hu yang melihat Ze terhempas menghantam pohon.


Jin hu berusaha untuk menghampiri Ze meski dengan langkah yang berat karena luka parah yang dia dapat. Naasnya mahluk aneh itu kembali menghempaskan tubuh Jin hu dengan kibasan ekornya.


Saat ingin kembali menyerang Jin hu, tubuh mahluk aneh itu terlempar. Ternyata ular api dengan sigap menghantam tubuh mahluk aneh itu dengan ekornya.


Sementara ular api bertarung dengan mahluk aneh itu, Hui tu menghampiri Ze. Dia membantu Ze duduk.


"Aku baik-baik saja. Sebaiknya berikan ini pada Liu yu untuk mengurangi resiko pada lukanya. Aku akan menolong kak Jin hu." ucap Ze sebelum Hui tu mengatakan apapun.


Ze segera menghampiri Jin hu dan memberikan bubuk penyembuh luka pada luka di dada Jin hu.


jangan lupa untuk tetap memberikan semangat untuk author dengan vote, like dan komen. ✌