
"Kiki mau punya adik berapa?" tanya Jung Kook.
Hana mengacungkan jari telunjuknya memberi petunjuk ke Kiki untuk mengatakan angka satu.
Kiki mendekat ke Hana.
"Satu, dua, tiga," Kiki menyebut angka sambil menghitung jari-jari Hana. Kiki mengira ibunya menyuruhnya berhitung.
Ki ...! ~ Hana berteriak dalam hati.
Sedangkan Jung Kook tersenyum sangat lebar "Appa akan 'bekerja' sangat keras, Ki"
"Kookie ...!" seru Hana tidak setuju.
"Empat, lima, enam," lanjut Kiki. Kiki memang sudah bisa berhitung.
"Kiiiii ...!" seru Hana.
"Terus, Ki" ucap Jung Kook menyemangati Kiki.
"Tujuh, delapan, sembilan, sepuluh" Kiki akhirnya selesai berhitung. Kiki bertepuk tangan. Biasanya Hana juga bertepuk tangan tapi sekarang ...
"Kiki pinter, ya" Jung Kook memuji Kiki. Ia menepuk-nepuk pelan rambut Kiki. Kiki yang mendengar pujian Jung Kook tersenyum senang.
"Noona ... Kiki minta adik sepuluh, tuh" kata Jung Kook sambil melihat Hana yang sedikit shock.
Ki ...
Eomma nggak sanggup lahirin sepuluh anak lagi.
"Noona ... Berpikir yang positif. Kita jadi bisa membentuk satu tim sepak bola. Kesebelasan Jeon. Nanti aku yang jadi pelatihnya. Karena Kiki yang tertua, Kiki yang jadi kaptennya"
Hana menempelkan punggung tangannya ke dahinya. OMG!
Ki ...
Bukan maksud eomma supaya Kiki menyebut angka-angka yang sudah eomma ajari ke Kiki.
Tapi cukup satu saja adik Kiki.
"Aku mau bikin hot choco" Hana menuju ke rumah terapung untuk membuat hot choco sambil menenangkan hatinya. Hari sudah menjelang sore. Udara menjadi sedikit dingin. Ia ingin menghangatkan diri dengan hot choco.
Hana membuat tiga hot choco. Untuknya, untuk Jung Kook dan terakhir untuk Tae Tae. Hana tahu Tae Tae membenci kopi.
"Kookie ... Ini hot choco" Hana memberi hot choco ke Jung Kook.
"Oppa ... Ada hot choco" Hana berjalan menuju tepi sungai dan memberi hot choco ke Tae Tae yang sedang asyik memainkan RC boat rakitannya di sungai.
"Aku boleh coba?" Hana ingin mencoba mengendalikan RC boat.
"Ini maju mundurnya"
"Ini ke kanan kirinya" Tae Tae menjelaskan.
Hana mencoba mengemudikan RC boat kepunyaan Tae Tae. Tapi Hana belum paham. RC boat yang seharusnya maju jadi bergerak mundur.
Tae Tae menyentuh tangan Hana. Ia mengajari Hana mengontrol RC boat.
Jung Kook cemburu melihat skinship Hana dan Tae Tae berteriak "Noona ... Hot chocomu nanti dingin. Nggak enak. Aku minum, ya"
"Iya ... Bentar ..." seru Hana.
"Oppa aku sudah selesai" Hana menyerahkan remote control ke Tae Tae.
Hana tahu kalau Jung Kook sudah bersuara agak jengkel, itu artinya Jung Kook cemburu.
Hana segera menghampiri Jung Kook yang sudah memegang gelas hot choco miliknya.
"Sudah habis" Jung Kook membalik ke bawah gelas hot choco milik Hana yang baru diminum Hana setengah gelas.
Hana hanya diam. Dia tadi sudah bilang sebentar. Tapi malah Jung Kook menghabiskan hot choco miliknya.
"Kookie ..." kata Hana geram.
Salah sendiri. Sudah aku panggil-panggil tapi nggak mau langsung datang.
Jung Kook berlari. Hana mengejarnya. Kiki juga ikut berlari. Ia mengira mereka sedang main tangkap-tangkapan.
Hana tidak berhasil mengejar Jung Kook. Wajar karena Jung Kook berlari super cepat.
"Huh ... Huh ..." Hana kecapaian karena berlari. Ia berhenti sejenak. Mengambil napas.
Jung Kook melihat Hana sudah tidak mengejarnya lagi.
Makanya Noona, olahraga!
Jung Kook mendekat ke arah Hana. Ia khawatir karena Hana hanya diam sedari tadi.
"Noona ... Kau baik-baik saja?" ada nada khawatir di suara Jung Kook.
"Ketangkap" Hana melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Jung Kook.
"Ki ... Gelitik appa" Hana meminta Kiki menggelitik ayahnya.
Sebenarnya Jung Kook bisa saja lepas dari genggaman Hana tapi ia tidak melakukannya.
Jarang-jarang Noona mau peluk aku.
Dan Tae Tae yang melihatnya cemburu ~ Hana itu cuma milikku.