Oh My Baby

Oh My Baby
still love you


Di mini market tempat Jung Kook dan Kiki berada ...


Ki ... Perasaan appa kok nggak enak, ya.


Appa rasa kita harus cepat pulang.


Jung Kook segera membawa barang belanjaannya ke kasir dan membayarnya. Jung Kook melajukan mobilnya menuju ke rumah Yoon Gi.


Di rumah Yoon Gi ...


Yoon Gi melihat bibir ranum Hana.


Bibir yang pernah aku cium, aku ingin menciumnya lagi. Tangan yang pernah aku sentuh, aku ingin menyentuhnya lagi.


Badan Hana bergerak. Yoon Gi tersadar.


Yoon Gi menggeleng-gelengkan kepalanya ~ Yoon Gi ... Apa yang kau pikirkan? Apa kau mau Hana trauma lagi? Ingat ... Kau bukan Jung Kook. Hana itu masih sepupumu. Kau itu oppa Hana. Kau harusnya menjaga Hana, bukan merusaknya. Apa kau mau karena nafsu sesaat, anak yang mungkin jadi nantinya akan cacat? Walaupun fisik mereka sehat tapi bagaimana dengan sel otak mereka. Bukankah pasti ada sesuatu yang tidak baik bisa terjadi?


Yoon Gi membatalkan niatnya.


Hana membuka matanya.


"Pindah ke kamar. Aku mau rebahan di sofa" ucap Yoon Gi.


Hana berjalan menuju ke kamar sambil terkantuk-kantuk.


...🌼🌼🌼...


Jung Kook dan Kiki sudah berada di rumah Yoon Gi.


Hana menyanyikan bagian reffrain dari lagu ciptaan Yoon Gi untuk Jin.


"Oppa ... Lagu ini bakal terkenal."


"Karena aku atau Jin Hyung?"


"Tentu saja karena Jin oppa. Suaranya itu suara malaikat. Tapi juga karena oppa. Lagu yang oppa buat itu bikin yang dengar ikut nyanyi."


Hana mulai bernyanyi lagi.


"Eomma ..." Kiki memanggil ibunya.


Hana menundukkan kepalanya. Kiki menutup mulut Hana.


"Eomma nggak boleh nyanyi lagi?"


Kiki menganggukkan kepalanya.


"Suara eomma jelek?"


Kiki menganggukkan kepalanya lagi.


"Oppa ... Aku rasa oppa dan aku harus les vokal."


"Aku sudah les vokal."


"Coba oppa nyanyi."


Yoon Gi menyanyikan lagu ciptaannya untuk Jin.


"Belum ada perkembangannya, oppa."


"Namanya juga baru satu kali pertemuan lesnya."


"Jung Kook."


"Gratis?"


"Bayar."


"Oppa bayar berapa?"


"Lima puluh ribu won sekali les."


Hana melihat Jung Kook ~ Aku kok nggak tahu. Kookie kemanain uangnya? Jangan-jangan buat beli susu pisang ?


Hana mendekati Jung Kook.


"Noona ... Yoon Gi Hyung itu boong. Aku kasih les vokalnya gratis."


Jung Kook menghindar dari Hana walaupun apa yang ia katakan benar. Membuat Hana jadi tambah curiga. Hana mengejar Jung Kook.


"Hyung, tolong aku. Noona galak"


"Aku galak?" Hana mulai marah.


Berani-beraninya Kookie mengolok-olokku di depan Yoon Gi oppa.


"Sorry, Jung Kook. Urus urusanmu sendiri. Aku pengen tanganku cepat sembuh"


Hana berhasil menangkap Jung Kook saat Jung Kook berlari masuk kamar dan berada di atas ranjang. Hana berada di atas Jung Kook sekarang. Mengunci tubuh Jung Kook dengan kedua kakinya.


"Kookie ... Kenapa kau nggak bilang aku kalau kau dapat penghasilan tambahan?"


"Noona ... Kan sudah aku bilang. Aku kasih les vokalnya gratis. Aku nggak dapat uang dari Yoon Gi Hyung"


"Kau berkata yang sebenarnya?"


"Aku berkata jujur. Aku nggak berani bohongin Noona. Tapi Noona ... Posisi ini bikin aku jadi pengen dengan Noona"


Posisi Hana saat ini berada di atas Jung Kook yang sedang telentang di atas ranjang.


"Belum boleh. Aku masih belum bersih."


"Kalau begitu bagian atas aja." Jung Kook sudah tidak sabar ingin menyentuh Hana.


"Ini di rumah Yoon Gi oppa. Kalau kedengaran sampai luar gimana?"


"Noona jangan bersuara."


"Apa aku bisa menahan suaraku?"


"Hmm ... Hmm ..." Yoon Gi berdehem. Ia berada di depan pintu kamar yang terbuka.


"Kalau mau bikin adegan 17+ jangan lupa tutup dan kunci pintu kamarnya" ucap Yoon Gi sambil menutup pintu kamar yang masih terbuka.


Hana merasa malu. Ia membenamkan wajahnya di dada Jung Kook.


"Kookie ... Gara-gara kamu ini. Aku jadi malu sama Yoon Gi oppa."


"Kan Noona yang kejar-kejar aku tadi. Pintunya sudah ketutup. Lanjut?"


"Lanjut apa?"


"Lanjut bikin adegan 17+." Jung Kook mencium bibir Hana.