
"Berdiri dengan kedua tangan"
Jung Kook melakukan hand stand. Satu menit, dua menit, Jung Kook masih bisa berdiri dengan kedua tangannya. Tapi setelah menit kesepuluh ...
"Noona ... Sampai kapan? Aku capekk" tangan Jung Kook mulai bergetar.
Hana sebenarnya ingin menghukum Jung Kook lebih lama lagi tapi ia tidak tega.
"Sudah selesai. Jangan diulangi lagi"
...🌼🌼🌼...
Hana, Jung Kook dan Kiki berada di meja makan sekarang. Memakan makanan yang dibeli Jung Kook di supermarket. Ada tangsuyuk dan tteokbokki.
Hana menaruh saus tangsuyuk di mangkuk kecil. Ia tidak begitu suka bila saus dituang langsung di tangsuyuk. Jadi nggak garing lagi, begitu menurutnya.
Hana mengambil nasi untuk mereka bertiga. Mengambilkan lauk untuk Kiki yang duduk di kursi anak. Hana dan Kiki mulai makan.
"Ting ... Ting ... Ting ..." Bunyi sumpit Jung Kook mengenai mangkuk. Tangan Jung Kook masih bergetar. Ia kesulitan mengambil makanan.
Hana mengambil posisi di sebelah Jung Kook. Ia menyuapi Jung Kook.
"Kookie ... Maafkan aku. Aku sampai sekarang masih sering lupa dengan posisiku sebagai istrimu. Kadang aku merasa aku itu masih kakakmu"
"Noona itu ya Noona. Kakak aku, istri aku, ibu dari anak anak anakku"
Anak anak anak?
Ada dua adik Kiki?
"Aku sudah terlalu lama jadi kakakmu. Sejak kau lahir sampai kita menikah sudah dua puluh tahunan. Kita menikah baru satu tahun lebih. Sebagai kakak, aku harus mendisiplinkan dirimu."
"Kalau sebagai istri?"
"Aku rasa memarahimu atas peristiwa tadi itu sudah cukup" Hana menyuapi Jung Kook lagi.
Noona ...
Sebenarnya aku nggak masalah.
Aku jadi bisa disuapi Noona sekarang.
"Ting ... Ting ... Ting ..." Suara sendok Kiki berbunyi terkena mangkuk nasinya.
"Kiki mau disuapin juga?" Hana bertanya.
Kiki menganggukkan kepalanya. Kiki memang sering meniru ayahnya. Bila ia melihat ibunya memeluk ayahnya, ia juga ingin dipeluk. Bila ia melihat orang tuanya berciuman, ia juga ingin dicium. Dan sekarang saat ibunya menyuapi ayahnya, ia juga ingin disuapi.
Begitu juga sebaliknya dengan Jung Kook. Bila Hana menghujani Kiki dengan ciuman, Jung Kook juga ingin dicium.
Hana menyuapi Kiki. Hana berada di tengah-tengah Jung Kook dan Kiki. Bergantian menyuapi Kiki, dirinya kemudian Jung Kook.
...🌼🌼🌼...
Hana mulai mencari baju untuk dipakai dirinya, Jung Kook dan Kiki di acara pesta pernikahan Nam Joon. Ia masih ragu, tapi ia memutuskan mempersiapkannya dari sekarang. Sehingga bila ia hendak datang, ia sudah siap.
Hana memakaikan jas putih kecil ke Kiki.
Untung masih muat.
Kiki yang masih kecil, badannya cepat bertumbuh. Menyebabkan baju-baju Kiki cepat kekecilan. Sehingga Hana sering membeli baju yang oversize untuk Kiki agar bisa dipakai lebih lama.
Hana menggantung kembali baju jas Kiki. Ia mencoba dressnya.
"Kookie ... Bantu aku menresleting" Hana mendekati Jung Kook. Memperlihatkan lekuk punggungnya.
Tapi berat badan Hana sudah bertambah. Dressnya sudah sesak terutama di bagian dada.
Apa karena sering Kookie ...?
"Nggak bisa lagi ini. Sudah sesak." Tangan Jung Kook berhenti di tengah-tengah resleting.
"Noona harus beli dress baru"
...🌼🌼🌼...
Hana membuka ponselnya. Melihat dress untuk pesta di online shop. Ia akan membandingkan harga dengan di toko.
Mata Hana tertarik ke arah dress berwarna kuning. Ia teringat lagi kenangannya bersama Nam Joon.
"Hana ... Kau cantik. Sangat cantik" puji Nam Joon. Nam Joon saat itu baru saja menghadiahi Hana dress berwarna kuning dan Hana sedang mencobanya.
Hana menggelengkan kepalanya.
Aku harus bisa melupakan Nam Joon oppa. Saat ini Nam Joon oppa hanya sekadar oppa. Ia hanya teman. Tidak lebih.