Oh My Baby

Oh My Baby
Jin oppa


Saat tidur ...


Jung Kook belum juga tidur. Sedangkan Hana dan Kiki sudah terlelap. Jung Kook menatap wajah Hana.


"Oppa ..." Hana mengigau.


Noona memanggil Nam Joon Hyung?


"Jin oppa ..." Hana mengigau lagi.


Syukurlah bukan Nam Joon Hyung. ~ Jung Kook bernafas lega.


"Jin oppa 48- ..."


Noona ... Itu kode kita untuk ... ~ Jung Kook langsung membangunkan Hana.


"Noona ... Aku lapar. Bikinkan ramyeon." Jung Kook beralasan.


Hana terbangun. Ia membuka matanya hanya setengah.


"Bikin sendiri. Kamu kan lebih jago masak daripada aku. Bikin dua. Aku mau juga. Kalau Yoon Gi oppa masih bangun, tanyain apa dia mau ramyeon. Jangan lupa kasih daun bawang dan telur. Kuning telurnya jangan sampai pecah." Hana menutup matanya lagi. Ia masih mengantuk.


Mau tidak mau Jung Kook membuat ramyeon. Saat keluar kamar, ia melihat Yoon Gi yang masih sibuk membuat lagu dengan laptopnya.


"Hyung, aku mau bikin ramyeon. Hyung mau?" Jung Kook bertanya.


"Aku mau," jawab Yoon Gi. Ia juga merasa lapar.


Jung Kook mengambil tiga bungkus ramyeon. Mengiris daun bawang. Merebus air. Menaruh telur. Memasak ramyeon.


Ramyeon pun jadi.


"Hyung ... Ramyeonnya udah jadi. Aku mau bangunin Noona." Jung Kook berjalan menuju ke kamar hendak membangunkan Hana.


"Noona ... Bangun. Udah jadi ramyeonnya." Jung Kook menepuk-nepuk lengan atas Hana.


Hana pun bangun. Tapi ia masih mengantuk. Jung Kook menggandeng Hana dan bersama-sama menuju ke meja makan.


Di meja makan ...


Jung Kook mengambilkan ramyeon untuk Hana dan dirinya.


"Kookie ... Ramyeonnya asin. Kau mau kawin lagi?" tanya Hana.


"Noona ... Ramyeon itu memang asin bumbunya. Kalau nggak asin, nggak enak. Dan aku itu cuma mau 'kawin' sama Noona."


"Ehm ..." Yoon Gi berdehem.


"Kookie ... Aku tadi asyik mimpi ketemu Jin oppa. Kenapa kamu bangunin aku?" ucap Hana sedikit kesal. Mimpi indahnya terputus karena Jung Kook.


"Karena Noona mau bilang 486 ke Jin Hyung. Ingat. Kode 486 itu cuma boleh diucapkan ke aku. Nggak boleh ke orang lain."


"Bukannya kode 486 itu kode untuk Saranghae?" Yoon Gi bertanya.


"Tapi artinya lain untuk aku dan Noona, Hyung."


"Oppa ... 486 itu artinya-" Hana hendak menjawab.


"Noona ... Kita lagi makan masa bicara begituan."


Yoon Gi semakin bingung ~ Apa arti 486 bagi Hana dan Jung Kook? Kenapa Hana cuma boleh bilang 486 ke Jung Kook?


"Yoon Gi oppa itu sudah dewasa. Jadi nggak pa pa kita ngomongin hal begituan."


"Begituan?" Yoon Gi bertanya.


"17+?" Yoon bertanya lagi.


"Iya, Hyung. 17+" Jung Kook menjawab sambil malu-malu.


"Iya, oppa. 486 itu artinya (sensor)" Hana menjawab.


Aish ... Kalian ini ~ Yoon Gi hanya melanjutkan makannya dan segera beranjak dari meja makan untuk menyelesaikan lagunya.


Hana dan Jung Kook juga sudah selesai makan dan kembali ke kamar.


Tidak boleh tidur. ~ Hana berusaha untuk tetap terjaga. Perutnya baru diisi. Dokter sudah berpesan boleh tidur dua jam setelah makan.


Hana mencoba menyibukkan diri dengan membaca buku. Tapi ia malah semakin mengantuk.


"Noona ... 486 boleh?" Jung Kook memohon.


Hana sudah sangat mengantuk "Aku ngantuk berat. Mau tidur." Hana menolak.


"Satu ronde aja." Jung Kook berusaha merayu Hana.


"Pleaseeeee ..." Jung Kook memohon lagi dengan membuat mata sayu supaya hati Hana tergerak.


"Nggak mau. Satu rondemu itu pasti ada perpanjangan waktu. Ada injury time. Aku mau tidur. Aku berusaha terjaga karena baru aja makan."


Jung Kook langsung memunggungi Hana. Rayuannya tidak berhasil.


"Kookie ... Kau sudah tidur?"


"Belum."


"Aku berencana menyekolahkan Kiki."


"Tapi Kiki masih kecil." Jung Kook berbalik memandang Hana.


"Sekolah play group. Supaya ia bisa sering bermain dengan anak seusianya."


"Noona yakin bisa ngelepas Kiki?"


"Itu juga yang kupikirkan."


"Aku setuju-setuju aja. Noona atur aja."


"Kapan-kapan ada waktu, kita cari sekolahnya sama-sama."


Jung Kook di dalamnya hatinya merasa sangat senang ~ Kalau Kiki lagi sekolah, aku dan Noona bisa bebas 17+.