
"Imo mau pindah?" Seon Ho melihat dus-dus di rumah Hana. Persis saat ia dan ibunya pindah rumah dulu. Seon Ho berpikir ia akan berpisah dengan Kiki.
"Imo mau pindah rumah. Tapi deket sini aja. Seon Ho mau lihat rumahnya?"
Seon Ho menganggukkan kepalanya.
Hana lalu mengajak Seon Ho pergi ke rumah barunya.
Kiki terkejut saat melihat ada ranjang dengan gambar Iron Man, karakter favoritnya.
"Eomma ... Iyon Man."
Kiki dan Seon Ho lalu mencoba kasur barunya. Mereka tidur dengan saling berpelukan.
Hana melihatnya sambil tersenyum. Saat ada Seon Ho ia merasa Kiki seperti punya kakak.
Jung Kook menelpon Hana.
"Noona ... Aku ada surprise buat Kiki. Noona di mana?" Jung Kook tadi sudah sampai di rumah tapi rumah lama mereka kosong.
"Aku di rumah baru kita. Surprise nya ranjang Iron Man Kiki, ya?"
"Iya ..."
"Kookie ... Kamu ke sini aja. Kiki dan Seon lagi tidur siang."
Hana lalu mengirim foto Kiki dan Seon Ho yang tidur berpelukan. Hana lalu mengirim alamat rumah barunya ke Seon Mi, ibu Seon Ho.
"Seon Ho ... Bangun ... Eomma nya Seon Ho sudah datang."
Seon Ho yang masih mengantuk, berdiri agak sempoyongan. Seon Mi lalu menggendongnya dan pulang kembali ke rumah.
Sedangkan Hana dan Jung Kook masih menunggu Kiki bangun.
"Noona ... Aku lapar ..."
"Aku juga." Hana mengambil ponselnya lalu memesan makanan.
"Kookie ... Kau mau apa?"
"Jjajangmyeon aja."
Hana lalu memesan tiga jjajangmyeon. Ia tahu Kiki pasti terbangun saat mencium aroma jjajangmyeon.
Mulut Kiki penuh noda saus jjajangmyeon.
Kiki tertawa saat melihat wajahnya di cermin. Ia lalu mengusap tisu dan membersihkan wajahnya. Alih-alih membuang tisu bekas ke tong sampah, ia menempelkan tisu bekas ke wajah Jung Kook. Membuat muka Jung Kook jadi belepotan.
"Kiki, ya ..." Jung Kook mengambil tisu bekas dari tangan Kiki. Membuangnya ke tong sampah dan mengambil tisu baru. Ia menyeka wajahnya dan wajah Kiki.
"Noona ... Kita pulang sekarang." Jung Kook melihat matahari sudah terbenam. Sudah waktunya mereka pulang ke rumah.
"Kiki suka ranjang Iron Man nya?"
Kiki menganggukkan kepalanya.
"Nanti kalau kita sudah pindah ke sini. Kiki bisa pakai terus ranjangnya."
Sebenarnya Jung Kook hendak membeli ranjang Iron Man ukuran dewasa untuk dirinya dan Hana. Tapi ia membatalkan niatnya karena ranjang lama mereka masih bagus.
Mereka akhirnya mulai pindahan. Jung Kook menyewa jasa pindahan. Dan dimulailah hari-hari mereka di rumah baru.
Hana merasa senang. Akhirnya mereka bisa punya rumah sendiri. Walau mungil tapi ada kehangatan keluarga di dalamnya.
Malam pertama mereka di rumah baru ...
Hana dan Jung Kook duduk di kursi di taman mungil mereka. Memandangi bulan dan bintang di langit.
"Plakkk ..." Hana memukul paha Jung Kook.
Sakit ...
"Ada nyamuk."
"Plakkk ..." Hana memukul tangan Jung Kook.
Ini ada nyamuk beneran atau Noona pura-pura ada nyamuk.
Hana dan Jung Kook lalu masuk ke dalam kamar. Kiki sudah tidur di kamarnya sendiri. Jung Kook sengaja membuat Kiki tidur terpisah dari mereka supaya ia dan Hana tidak terganggu saat malam tiba. Saat intim mereka.
"Noona ... Kiki sudah tidur."
Hana menganggukkan kepalanya, "Aku juga mau tidur. Good night."
Hana menutup matanya dan tertidur. Jung Kook mau tidak mau ikut tidur.