Oh My Baby

Oh My Baby
we are family


"Apa nanti samchon jadi appa Seon Ho?" Seon Ho bertanya ke Yoon Gi.


"Tidak. Yang jadi appa Seon Ho itu Jung Kook. Yang jadi eomma Seon Ho itu Hana." Yoon Gi menjawab.


Syukurlah ~ Seon Ho mengelus dadanya. Ia belum begitu mengenal Yoon Gi. Ia juga lebih senang tinggal bersama keluarga Kiki yang sudah seperti keluarganya sendiri. Terlebih lagi ia akan mempunyai dua orang adik jika Mint lahir.


"Samchon." Kiki minta digendong Yoon Gi. Yoon Gi menggendong Kiki. Kiki menunjuk kulkas.


"Kiki mau susu pisang?"


Kiki menganggukkan kepalanya.


"Oppa, jangan dikasih susu pisang. Kiki harus makan dulu. Nanti ia kekenyangan."


"Dilarang eomma." Yoon Gi menutup kulkas. Kiki merasa kecewa. Ramyeon yang dimasak Hana sudah jadi. Mereka makan bersama. Baru saja Yoon Gi memakan satu suap ramyeon, manajernya menelpon. Ada perubahan jadwal. Ia harus syuting mendadak. Yoon Gi buru-buru menyelesaikan makanannya.


"Opoa, ini. Aku baru praktek bikin cake." Hana menyerahkan bungkusan berisi cake buatannya.


Yoon Gi melihat seksama bungkusan itu. "Ini bisa dimakan?"


"Bisa. Kalau nggak bisa dimakan aku nggak bakal kasih ke oppa."


"Nggak ada racunnya?"


"Nggak ada."


"Gomawo." Yoon Gi keluar rumah saat manajernya sudah sampai di depan rumah Hana.


"Kalau Seon Ho jadi anak Imo apa Seon Ho harus panggil imo eomma?" Seon Ho bertanya.


"Tentu saja Imo pengen Seon Ho panggil eomma. Tapi imo nggak bakal maksa Seon Ho. Sampai Seon Ho mau, sampai Seon Ho siap."


Setelah beberapa lama datang kabar dari dinas sosial. Hana dan Jung Kook diijinkan merawat Seon Ho. Hana dan Jung Kook akan diawasi selama setahun. Jika terjadi tindakan kekerasan atau tindakan yang merugikan Seon Ho maka Seon Ho akan dibawa mereka ke panti asuhan.


Hana, Jung Kook merasa senang. Mereka punya anak satu lagi.


Sudah tidur ternyata. ~ Hana hendak menutup pintu kamar anak. Ia mendengar rintihan Seon Ho.


"Eomma ..." Seon Ho merindukan Seon Mi.


"Eomma ..." Rintih Seon Ho lagi.


Hana berjalan mendekati Seon Ho. Ia menggendong Seon Ho dan menepuk-nepuk ringan punggung Seon Ho. "Eomma di sini."


Setelah Seon Ho tenang, Hana meletakkan Seon Ho ke ranjang.


"Eomma ..." Sekarang giliran Kiki yang terbangun. Hana beralih ke Kiki. Ia menggendong Kiki dan menenangkannya. Lalu menaruhnya di ranjang saat sudah tenang.


Hana balik ke kamarnya. Ia tidak melihat ada Jung Kook di kamar. ~ Kookie di mana?


Hana mencari Jung Kook dan mendapati Jung Kook berada di ruang lukis.



"Aku tadi dapet inspirasi." Jung Kook sedang sibuk melukis.


"Kau mau teh hangat?"


"Boleh."


Hana menuju ke dapur. Ia membuat dua cangkir teh hangat. Ia menemani Jung Kook menyelesaikan lukisannya


"Noona tidur dulu. Nanti aku nyusul." Jung Kook melihat ke Hana tapi ternyata Hana sudah tertidur.


Pantes aja nggak ada suaranya lagi.~ Jung Kook menggendong Hana dan mrmbawanya ke kamar. Ia sangat berhati-hati. Ia takut kakinya tiba-tiba menjadi lemah dan berbahaya bagi Hana dan Mint jika jatuh.


Jung Kook lalu menyelesaikan lukisannya. ~ Semoga lukisan ini laku lagi. Anakku sudah ada dua. Mau jadi tiga. Aku butuh banyak uang.