Oh My Baby

Oh My Baby
foto


Jung Kook ikut melihat album foto yang berisi foto-foto saat ia dan Hana masih kecil. Jung Kook merasa melihat Kiki di sana. Begitu juga sebaliknya, Kiki merasa yang di foto itu dirinya. Kiki itu sudah seperti copy paste Jung Kook.


"Ini siapa?" Jung Kook bertanya ke Kiki saat ia menunjuk dirinya yang masih seusia Kiki.


"Kiki ..." Kiki menjawab.


Ki ...


Kiki itu mirip banget sama appa.


Kekuatan DNA


"Ini?" Jung Kook menunjuk foto dirinya yang lain.


"Kiki ..."


Sementara itu Ibu Jung Kook memasak sesuatu untuk camilan mereka.


Kiki yang mencium bau harum masakan langsung mendekat.


"Kiki duduk dulu. Bentar lagi selesai." Nenek Kiki meminta Kiki untuk menunggu.


Kiki langsung menaiki kursi meja makan. Ia tahu sebentar lagi ia bisa makan masakan neneknya. Kiki lebih menyukai masakan buatan neneknya dibandingkan masakan ibunya karena menurutnya masakan neneknya lebih sedap. Walaupun ia tidak pernah mempersalahkan masakan ibunya.


"Peyut Kiki lapal." Kiki mulai protes.


"Iya ... Bentar ..." Neneknya menaruh pancake yang baru saja matang di atas piring.


Jung Kook ikut membantu ibunya. Ia menuangkan sirup maple di atas pancake dan mengambil sendok.


Nenek Kiki ikut duduk di sebelah Kiki.


"Ibu jadi ingat saat kamu masih kecil. Ibu selalu harus cepat memasak karena kamu selalu ingin cepat makan."


"Sebelum ke sini tadi kami sudah makan siang. Tapi aku akui Kiki dan aku itu mirip. Kami sama-sama suka makan."


"Enakkkkk. .." Kiki memuji masakan neneknya.


"Enak?"


"Iya. Tambah ..."


Nenek Kiki menaruh lagi pancake untuk Kiki. Kiki langsung memakannya dengan lahap.


"Kiki kapan lalu ikut audisi." Jung Kook memberitahu ibunya.


"Untuk drama, iklan atau film?"


"Drama. Judul sementaranya Single Daddy. Tapi banyak yang ikut audisi, Bu. Semoga aja Kiki lolos."


"Kiki pasti lolos. Wajah dan keimutan Kiki itu nggak ada yang kalahin. Bentar lagi ibu bisa lihat Kiki di TV."


...🌼🌼🌼...


Setelah beberapa saat Jung Kook dan Kiki hendak pulang.


"Ini untuk Hana." Ibu Jung Kook memberikan kotak bekal berisi pancake.


"Gomawoyo, Bu. Ki ... Pamit."


"Halmi ... Bye ... Bye ..."


"Cium halmi dulu."


Kiki mencium pipi kanan neneknya.


"Yang ini." Nenek Kiki menunjuk pipi kirinya.


Kiki mencium pipi kiri neneknya.


"Bye ... Bye ..."


"Bye ... Bye ..."


Jung Kook dan Kiki lalu menuju ke tempat kerja mama Hana. Ia hendak memberikan tteokgalbi sekaligus mengantar pulang mertuanya.


"Ki ... Kita ke tempat kerja halmi yang lain."


"Halmi Mama?"


"Iya ... Halmi Mama."


Jung Kook memarkirkan mobilnya dekat tempat kerja mertuanya. Ia menggendong Kiki karena Kiki minta digendong. Kiki kekenyangan makan.


"Halmi Mama ..." Kiki memanggil neneknya dari Hana.


Halmi mama melambaikan tangannya. Sebentar lagi shif kerjanya selesai.


Tak lama kemudian Halmi Mama keluar dari tempat kerjanya dan menghampiri Kiki.


"Kiki ..."


"Halmi Mama ..."


Mereka pun masuk ke dalam mobil. Halmi mama duduk di tengah. Ia ingin berada di dekat Kiki.


Dalam perjalanan menuju rumah Halmi Mama ...


"Kiki kapan punya adik?" Halmi Mama bertanya.


"Masih diusahakan, Ma. Tapi ada kemungkinan Noona sudah hamil adik Kiki. Cuma kami masih belum tes atau ke dokter."


Halmi Mama mendekat ke arah Kiki. Kiki membisikkan sesuatu


"Post ... Psst ..." Kiki berbisik.


Halmi Mama pura-pura mengerti perkataan Kiki.


"Oh ... Gitu ...' Halmi Mama menganggukkan kepalanya.


"Kiki lapor apa ke Halmi Mama?" Jung Kook bertanya. Walaupun ia tadi mendengar perkataan Kiki.


Kiki hanya tersenyum.


Mereka akhirnya sampai di depan gang tempat tinggal Halmi Mama


"Ma ... Ini ada tteokgalbi." Jung Kook menyerahkan satu kotak tteokgalbi.


"Gomawo."


"Halmi Mama ... Bye ... Bye ..." Kiki melambaikan tangannya dari dalam mobil. Lalu ia melakukan flying kiss.


"Bye ... Bye ..."


Mereka pun berpisah.


Jung Kook dan Kiki pun pulang.


Di rumah ...


"Noona ... Aku bawa pancake dari ibu dan tteokgalbi."


"Tadi mampir ke rumah ibu?"


"Iya ... Ibu ingin ketemu Kiki." Jung Kook beralasan.


Nggak mungkin, kan aku bilang aku yang mau ketemu ibu karena Yoon Gi Hyung.


"Besok aku juga mau ketemu ibu. Saat kamu mau berlatih, drop aku di rumah ibu."


"Ada apa, Noona?"


"Pengen ketemu aja. Aku sudah lama nggak ketemu ibu."


Hana kemudian mengambil tas besar berwarna hitam. Kiki yang melihatnya langsung meminta Hana memasukkan tas besar tersebut kembali ke lemari.


"Eomma nggak boleh keluarin tas ini?"


Kiki menganggukkan kepalanya. Ia tahu arti dari ibunya mengeluarkan tas besar berwarna hitam itu. Itu artinya ibunya akan memasukkan banyak pakaiannya dan perlengkapannya. Kemudian menitipkannya ke rumah neneknya.


Sebenarnya Hana hanya mengerjai Kiki. Ia senang melihat wajah Kiki yang frustasi.


"Eomma cuma keluarin tasnya aja."


Kiki mendorong Hana menuju ke lemari. Memintanya untuk memasukkan kembali tas hitam besar.


"Iya ... Iya ... Eomma masukin lagi." Hana mengikuti permintaan Kiki.


Tapi Hana mengeluarkannya lagi.


"Eomma ~ " Kiki mulai merengek. Hana tahu Kiki sudah mencapai batasnya. Ia pun menaruh tas kembali ke dalam lemari.


Saat makan malam ...


"Ini tteokgalbi di pasar xxx kesukaan ibu, kan?" Hana memakan sepotong tteokgalbi.


"Iya ... Tadi aku beli tiga kotak. Satu buat ibu, satu buat mama dan satu buat kita."


"Noona ..."


"Hmmm ...?"


"Nggak pa pa."


Noona ...


Kalau bisa, aku ingin tahu isi hatimu.


Apakah ada aku atau Yoon Gi Hyung?


Atau sebesar apa perasaanmu ke Yoon Gi Hyung saat ini.


Noona ...


Aku takut kehilanganmu.


Tapi semua salahku.


Aku yang salah karena mengambil apa yang bukan milikku.


Aku yang salah sehingga melukai hatimu dan hati orang yang pernah kau cintai.


Noona ...


Aku bisa melihat usaha kerasmu untuk menerima diriku.


Walaupun aku tahu terkadang kau masih menganggapku sebagai adik.


Aku hanya bisa berharap hubungan kita tidak berubah dan semakin erat.


Aku hanya ingin kita tetap bisa bersama sekarang dan seterusnya.