
Jin oppa ... Tak ada yang bisa mengalahkan ketampananmu. Walaupun kau tak memakai make up tapi wajahmu tetap tampan.
Hana masih terbayang Seok Jin, aktor sekaligus penyanyi favoritnya.
Hana mulai bersih-bersih ~ Jin oppa bisa datang lagi.
Noona jadi rajin ~ Jung Kook melihat Hana yang sibuk.
"Oppa ... Kapan oppa bisa minum lagi?" Hana membuat gerakkan seperti memegang gelas dengan tangannya dan mendekatkannya ke bibirnya.
"Sebulan lagi."
"Nanti kita minum sama-sama. Bentar lagi Kiki aku sapih. Jadi aku sudah bisa minum lagi"
"Bukannya kau lagi program hamil?"
"Tapi aku pengen minum yang ini dan yang ini." Hana menunjuk koleksi minuman beralkohol milik Yoon Gi. Dulu Hana meminum alkohol pertamanya bersama Yoon Gi saat usianya sudah legal untuk minum. Yoon Gi tahu banyak soal minuman keras.
Selama ini Hana cuma bisa melihat Yoon Gi dan Jung Kook meminum minuman beralkohol. Hana cuma bisa menelan ludah saja karena ia masih menyusui Kiki.
"Aku belum hamil, oppa. Jadi masih boleh minum."
...🌼🌼🌼...
"Noona ... Aku bawa Kiki imunisasi dulu" Jung Kook mengenakan jaket ke Kiki.
Kiki menggandeng tangan ayahnya. Ia tahu jika ia mengenakan jaket itu artinya ia akan diajak jalan.
Di rumah sakit ...
Kiki mulai gelisah saat melihat pria dan wanita berbaju putih. Dengan bau ruangan yang seperti bau obat. Ia tahu ia akan mengalami sesuatu yang menyakitkan.
Jung Kook dan Kiki menunggu giliran untuk dipanggil masuk. Jung Kook memberi Kiki mainan Iron Man supaya Kiki jadi tenang.
Terdengar suara tangisan anak kecil yang sedang disuntik. Membuat Kiki takut. Ia tahu gilirannya akan tiba sebentar lagi.
Akhirnya tiba giliran Kiki.
"Anak Jeon Jung Ki" suster memanggil Kiki.
Jung Kook menggendong Kiki memasuki ruangan dokter "Kiki kuat ... Kiki Iron Man ..."
"Kiki kuat ... Kiki Iyon Man ..." Kiki mensugesti dirinya.
Kiki melihat dokter menyiapkan jarum suntik. Dokter mendekat ke arah Kiki. Dokter sudah siap menyuntiknya.
"Kiki kuat ... Kiki Iyon ... Aaaaaaaaaa ..." Kiki menangis kesakitan saat jarum suntik menusuk di lengan atasnya. Ia mendekapkan wajahnya ke dada Jung Kook. Menangis.
Kata eomma, laki-laki nggak boleh sering nangis. Kiki nggak mau jadi cengeng kayak appa.
Jung Kook menghapus air mata Kiki dengan tisu. Seandainya jika bisa bertukar posisi, ia bersedia menggantikan Kiki untuk disuntik.
Jung Kook mengajak Kiki ke mini market. Memberi Kiki reward berupa es krim karena berani disuntik.
Saat di rak pasta gigi ...
Ki ... Sudah ada yang jual pasta gigi anak rasa pisang.
Jung Kook mengambil pasta gigi anak rasa pisang ~ Kalau eomma curiga kita minum susu pisang, appa bakal ngomong kalau Kiki baru aja sikat gigi. Eomma bakal ketipu karena pasta gigi Kiki aroma pisang.
He ... He .. He ... Ki, kita bisa minum susu pisang lebih dari satu ~ Akal cerdik Jung Kook mulai bekerja.
Sementara itu di rumah Yoon Gi ...
"Oppa ... Apa besok Jin oppa datang lagi?"
"Hanya hari ini aja dia datang. Itu juga karena ada schedulenya yang dibatalkan."
Sia-sia aku bersih-bersih. Tapi nggak pa pa ... Itung-itung bantu Yoon Gi oppa.
Hana yang letih karena bersih-bersih tertidur di sofa.
Yoon Gi berusaha membangunkan Hana dengan menepuk-nepuk bahu Hana.
"Hana ... Bangun ... Pindah ke kamar. Aku belum bisa gendong kamu" Salah satu tangan Yoon Gi masih dalam pemulihan.
Melihat Hana yang tertidur, terbersit pikiran jahat di kepala Yoon Gi ~ Jung Kook nggak ada. Cuma ada Hana di sini. Kalau aku lakuin apa yang pernah Jung Kook lakuin ke Hana, mungkin Hana bakal jadi milik aku.
Yoon Gi mendekati tubuh Hana. Tubuh Yoon Gi semakin dekat dan dekat dengan tubuh Hana.
Bibir yang pernah aku cium, aku ingin menciumnya lagi. Tangan yang pernah aku sentuh, aku ingin menyentuhnya lagi.
...🌼🌼🌼...
Apakah Yoon Gi akan melakukan sesuatu yang buruk ke Hana?
Bagaimana bila itu terjadi? Apa yang akan dilakukan Jung Kook ke Yoon Gi?
Bagaimana keadaan Hana selanjutnya?
Nantikan di bab berikutnya ...