
Jung Kook membalik surat yang baru saja dibacanya. Ada tulisan Hana di sana.
Kookie ...
Kau ingin punya sembilan anak lagi, kan?
Iya, Noona.
Supaya rame rumah kita.
Jung Kook membaca lagi kalimat berikutnya.
Dengan satu syarat. Kamu yang hamil. Nanti aku bantu besarinnya.
Jung Kook tersenyum ~ Sama aja boong itu. Aku mana bisa hamil.
Jung Kook melipat kembali surat dari Hana dan memasukkannya ke dalam amplop. Ia akan menjaga surat cinta dari Hana.
Semoga akan ada surat-surat cinta yang lain dari Noona.
Jung Kook mulai berlatih lagi. Ia harus menang supaya bayaran yang ia dapat semakin besar. Kalaupun kalah, pertandingannya setidaknya harus menjadi pertandingan favorit supaya ia mendapat bonus tambahan.
...🌼🌼🌼...
Saat selesai berlatih ...
Jung Kook mampir ke restoran yang menjual ayam goreng. Ia membeli satu bucket yang berisi 10 potong ayam goreng. Lima potong ayam goreng berukuran besar dan lima potong lainnya berukuran kecil.
Noona saat hamil Kiki doyan-doyannya makan ayam. Jatah ayam gorengku aja sampai dimakan Noona.
Jung Kook lalu pulang ke rumah.
"Aku pulang ..."
"Appa ..." Kiki berlari menghampiri Jung Kook.
Kiki mencium bau harum ayam goreng yang dibawa Jung Kook "Ayam ..."
"Noona ... Aku bawa ayam goreng."
"Gomawo." Hana mengambil kantongan plastik berisi ayam dari tangan Jung Kook.
Kookie ...
Kok kamu tahu apa yang pengen aku makan?
Hana mengambil tiga piring dan mengisinya dengan nasi. Menaruh potongan ayam goreng di piring.
Mereka makan bersama.
...🌼🌼🌼...
Waktunya bersih-bersih ...
Jung Kook mulai mengambil lap hendak mengelap meja di ruang tamu. Tapi Kiki menghampirinya. Ia ingin membantu ayahnya.
"Kiki mau bantu appa?"
"Iya ..."
Jung Kook menyerahkan lap untuk Kiki "Lap yang bersih, ya. Appa mau bersihin lantai."
Kiki mulai mengelap meja kecil di ruang tamu. Kemudian mengelap tempat lain yang terjangkau oleh tinggi badannya. Sedangkan Jung Kook mengambil vacum cleaner dan mulai membersihkan lantai.
...🌼🌼🌼...
"Noona tau tentang orang tua kandung Yoon Gi Hyung?"
"Aku nggak tahu. Aku nggak pernah tanya-tanya tentang orang tua Yoon Gi oppa. Mama juga jarang cerita tentang keluarganya."
"Semoga mereka masih hidup. Jadi mereka dan Yoon Gi Hyung bisa ketemuan."
"Aku juga berharap seperti itu. Setidaknya aku juga bisa melihat keluarga mama. Aku penasaran Yoon Gi oppa itu mirip ayahnya atau ibunya."
"Noona ... Ini ..." Jung Kook menyerahkan sebuah amplop untuk Hana.
Uang bulanan?
Biasanya kan ditransfer.
Hana membuka amplop dari Jung Kook. Ternyata surat balasan dari Jung Kook. Ia membacanya ...
Noona ...
Noona masih ingat cerita ibu?
Dulu saat lahir, aku tidak langsung membuka mataku. Membuat kawatir dokter, ayah dan ibu. Walaupun secara keseluruhan aku sehat.
Tapi saat Noona melihatku, mataku terbuka.
Mungkin seperti anak ayam di film kartun yang selalu mengikuti kemanapun apa yang dilihatnya pertama kali.
Aku rasa aku juga seperti itu.
Aku akan terus mengikuti Noona.
Aku akan terus bersama Noona.
Aku tidak bisa lepas dari Noona.
Noona ...
Kau alasan aku hidup.
Kau alasan aku bernafas di dunia ini.
Jantungku berdetak hanya untukmu.
Setiap kali aku melihatmu, semakin dalam aku mencintaimu.
Noona ...
Setiap detik waktu ingin kuhabiskan bersamamu.
Noona ...
Akhirnya aku menemukan tulang rusukku yang hilang, yaitu dirimu.
Aku bukan manusia sempurna. Tapi bersama Noona, aku merasa sempurna.
Noona ...
Saranghae ...
I love you ...
Aishiteru ...
Wo ai ni ...
Ich liebe dich ...
486 ...
Hana membalik surat dari Jung Kook.
Noona ...
Aku kasih diskon lagi.
Kalau sembilan adik Kiki terlalu banyak, delapan juga nggak pa pa.
Hana menaruh kembali surat Jung Kook ke dalam amplop.
Kookie ...
Delapan adik Kiki itu masih terlalu banyak buatku.