Oh My Baby

Oh My Baby
Seon Ho part 3


"Dulu Seon Ho punya mobil tapi sudah dijual buat bayar obat appa."


Dari cerita pengurus daycare dan cerita ibu-ibu yang menitipkan anak-anak mereka di daycare, Hana mengetahui kalau dulu keluarga Seon Ho cukup mampu. Mereka tinggal di apartemen yang cukup besar, punya mobil dan barang-barang yang lumayan mewah. Tetapi semuanya habis untuk biaya pengobatan ayahnya.


Mendengar hal itu Hana jadi tambah kasihan.


"Kookie ... Aku juga harus bisa mengemudikan mobil. Ajari aku lagi."


"Jangan ..." Jung Kook menolak.


"Kenapa?"


"Noona itu ..."


Noona itu nggak bisa bedain pedal gas sama rem.


"Supaya aku nggak tergantung lagi sama kamu. Supaya aku juga bisa antar Kiki ke studio pemotretan atau syuting."


"Biar aku aja yang antar atau kalau aku nggak bisa Noona naik taxi." Jung Kook teringat saat mengajari Hana mengemudikan mobil.


"Noona ... Jangan ngegas. Kita lagi di lampu merah." Jung Kook mengingatkan.


Tapi Hana malah ngegas.


Buru-buru Jung Kook mengerem. Untung saat itu jalanan sepi. Hanya ada mereka. Untung saja tidak ada orang yang menyeberang atau mobil lain yang lewat.


Seandainya waktu itu ada truk yang lewat, aku dan Noona juga ikut lewat.


Flashback end.


"Kita mampir ke Jimin's," ajak Jung Kook. Walaupun sebenarnya mereka tadi sudah makan di lokasi syuting. Terutama Kiki yang melihat wadah saji yang penuh ayam goreng kesukaannya. Tetapi tentu saja ada perut untuk dessert.


Mereka pun duduk di meja.


"Seon Ho mau es krim apa?" Hana bertanya.


"Green tea." Seon Ho menjawab.


Imo harus tanya umur Seon Ho yang sebenarnya. Biasanya anak kecil palling nggak suka sama rasa green tea. Tapi Seon Ho kok suka?


"Green tea satu, choco satu, mint choco satu, Noona?"


"Strawberry aja."


"Sama strawberry nya satu."


Pelayan mencatat pesanan mereka. Tak lama kemudian es krim datang.


Seon Ho memakan es krim green teanya. Air matanya menetes lagi.


"Seon Ho kenapa? Kalau nggak suka green teanya, Imo pesankan yang lain."


"Nggak ... Dulu appa sering ajak Seon Ho ke sini."


"Hyun ..." Kiki ikut menangis lagi.


Biasanya Seon Ho tak pernah bersedih atau meneteskan air matanya. Ia selalu tersenyum dan sering tertawa. Tetapi hari ini ia sudah menangis dua kali karena teringat ayahnya.


Dibalik senyum dan tawa Seon Ho ada kesedihan dan tangis yang sudah ia pendam.


...🌼🌼🌼...


"Sst ..." Kiki tak ingin rahasianya dibongkar.


"Pacar Kiki siapa namanya?" Hana bertanya.


"Shana."


"Yang baru masuk setelah Kiki itu?"


"Iya."


"Hyun ..." Kiki tak ingin orang tuanya tahu ia sudah berpacaran.


"Noona ... Shana itu siapa?"


"Iya baru aja masuk. Anaknya cantik, imut. Sedikit lebih tua dari Kiki."


"Kiki masih kecil. Nggak boleh pacaran." Jung Kook mengingatkan.


"Tapi anak jaman sekarang kecil-kecil sudah pacaran," ucap Hana.


Jung Kook ~ Anak-anak jaman sekarang.


"Dulu samchon pacaran berapa kali sebelum nikah sama Imo?" Tanya Seon Ho.


"Samchon nggak pernah pacaran. Samchon langsung ..."


Hana menutup mulut Jung Kook dan berbisik " Seon Ho masih kecil."


"Tapi pemikirannya dewasa." Jung Kook baru sadar. Ia itu bicara dengan Seon Ho yang masih kecil.


"Jadi samchon itu solo?"


"Solo?"


"Nggak pernah pacaran."


"Walaupun nggak pacaran tapi yang suka samchon banyak. Semuanya samchon tolak karena samchon cuma suka sama Imo."


Seon Ho memandang Jung Kook dengan takjub melihat Jung Kook yang hanya mencintai Hana.


"Sama seperti appa. Appa bilang ia cuma pernah pacaran sama eomma. First love katanya."


Air mata Seon menetes lagi "Samchon harus jaga kesehatan. Kasihan Kiki dan imo kalau samchon nggak ada." Ia tak ingin Jung Kook mati muda seperti ayahnya dan Kiki mengalami hidup sulit seperti dirinya.


"Seon Ho tenang aja. Samchon tiap hari olahraga."


"Sekarang waktunya kita pulang. Imo antar Seon Ho langsung ke rumah."


Kemarin Hana sudah meminta ijin ke ibu Seon Ho untuk membawa Seon Ho ke lokasi syuting karena Kiki ada jadwal syuting yang waktu selesainya tidak bisa ditebak. Ia juga meminta alamat mereka sehingga ia bisa mengantar Seon Ho pulang langsung ke rumah.


"Eh ... Ini, kan?" Hana tidak asing dengan tempat Seon Ho tinggal.


Ternyata Seon Ho dan ibunya tinggal di goshiwon. Tempat yang sama saat ia mengandung Kiki dan membawa Kiki saat Kiki masih bayi karena ia tak punya uang untuk membayar sewa apartemen.


Hana mengantar Seon Ho sampai ke depan pintu kamar. Lalu ia berpamitan pulang dengan ibu Seon Ho.


Sebenarnya ia agak curiga saat melihat alamat yang diberikan ibu Seon Ho. Tapi Hana merasa tidak mungkin Seon Ho dan ibunya tinggal di goshiwon.


Apa uang mereka benar-benar habis untuk biaya berobat ayah Seon Ho?