Oh My Baby

Oh My Baby
choco ice cream


"Jung Kook ... Aku bawa Kiki jalan," ucap salah satu teman Jung Kook di gym sambil membuka tali di kaki Kiki.


"Bawa ke mana?"


"Toko es krim dekat sini."


"Gendong terus. Gandeng terus. Jangan sampai lepas." Jung Kook berpesan.


"Gendong terus. Gandeng terus. Jangan sampai lepas." Jung Kook berpesan lagi.


Teman Jung Kook membawa Kiki ke toko es krim. Ia menggendong Kiki agar bisa melihat ice cream.


"Kiki mau yang mana?"


"Choco."


"Es krim choco satu." Teman Jung Kook berkata ke kasir.


"Totalnya tiga ribu won."


Teman Jung Kook mengambil uang di dompetnya dan menyerahkannya ke kasir. Kasir menyerahkan uang kembalian.


"Ki ... Ini es krim cho ..."


Kiki menghilang. Saat ia membayar es krim, ia melepas tangannya dari tangan Kiki.


Kiki ke mana?


Teman Jung Kook mencari Kiki.


"Anda lihat anak laki-laki setinggi ini?" Teman Jung Kook bertanya ke para pengunjung.


Kiki sudah tidak terlihat di toko es krim.


Oh ... Tidak ...


Bagaimana ini?


Kalau Kiki nggak ketemu, aku bakal mati di tangan Jung Kook.


Teman Jung Kook mencari dan mencari Kiki. Es krim choco yang dibelinya sudah mencair.


"KI ... KIKI ..." Peluh sudah membasahi dahi dan pakaian teman Jung Kook.


Aku harus menerima ajalku. ~ Teman Jung Kook sudah putus asa. Ia tidak berani kembali ke gym. Ia bakal babak belur dihajar Jung Kook.


Tapi aku harus bilang ke yang lain untuk ikut mencari Kiki. Harus. Walau aku nantinya dihajar Jung Kook.


Teman Jung Kook mengirim pesan terakhir ke ibunya


Teman Jung Kook membuka pintu gym hendak memberitahukan kabar buruk, Kiki hilang lagi. Dan menemui malaikat mautnya, Jeon Jung Kook.


"Samgyupsal ..." Kiki berlari ke arah teman Jung Kook.


"Kiki ... Kiki ..." Teman Jung Kook menangis memeluk Kiki. Lututnya lemas. Ia pikir Kiki benar-benar hilang.


Kiki ternyata kembali lagi ke gym. Jung Kook yang masih berlatih tidak menyadari kehadiran Kiki yang balik sendirian tanpa temannya.


Aku selamat. ~ Teman Jung Kook akhirnya bisa bernafas lega.


Ternyata tadi saat Hana hendak mengunjungi gym tempat Jung Kook berlatih, ia melihat seorang anak kecil berjalan sendirian.


Kok ada anak kecil jalan sendiri?


Tingginya sama kayak Kiki.


Bajunya juga sama persis yang dipake Kiki?


Kiki?


Hana segera berlari melihat anak kecil itu. Benar itu Kiki, anaknya. Ia menggendong Kiki.


Akan aku marahi Jung Kook habis-habisan.


Apa ia tidak takut Kiki diculik?


Apa ia tidak belajar dari kejadian-kejadian kemarin?


"Eomma ..."


"Kiki kabur lagi?" ucap Hana.


Hana mendengar suara pria memanggil Kiki.


"Sam ..." Kiki hendak merespon panggilan orang itu.


"Ssst ..." Hana meminta Kiki untuk diam.


"Ssst ..." Kiki menutup bibirnya dengan jari telunjuk mungilnya.


Hana sengaja mengerjai teman Jung Kook. Ia berusaha agar Kiki tidak terlihat oleh teman Jung Kook.


Hana dan Kiki menunggu di dekat gym. Tak lama kemudian ia melihat teman Jung Kook yang wajahnya sudah sangat pucat. Hana yang melihatnya tidak tega.


Kembali ke saat ini ...


"Es krimnya enak? Kiki nggak bagi appa?" Jung Kook bertanya ke Kiki.


Kiki tidak bisa menjawab secara ia tidak memakan es krim.


"Pucat banget wajahmu." Jung Kook melihat ke arah temannya.


Teman Jung Kook mengambil air minum untuk menenangkan dirinya.


Hana masuk ke dalam gym. Ia bersikap seperti biasa. Memberikan handuk dan baju bersih ke Jung Kook.


Jung Kook membereskan sarung tangan tinjunya dan membasuh tubuhnya di kamar mandi gym.


Hana dan Jung Kook hendak pulang. Jung Kook menggendong Kiki dan menaruh Kiki di baby seatnya.