Oh My Baby

Oh My Baby
kehilangan Mint?


Jung Kook mulai bisa menerima kenyataan. Untuk sementara ini ia berfokus pada kesembuhannya. Ia juga sedang berpikir bagaimana caranya agar bisa menafkahi keluarganya dengan kondisinya seperti ini.


"Aku bisa bekerja jika uang yang kau cemaskan. Untuk sementara kita bisa meminjam uang Kiki. Akan kita kembalikan saat kita mendapatkan uang nantinya. Mungkin untuk saat sulit seperti inilah Kiki diberi pekerjaan." Hana memberitahu Jung Kook.


"Noona ..."


"Iya."


"Aku kebelet."


Hana membantu Jung Kook duduk di kursi roda. Lalu membawanya ke kamar mandi.


"Noona mau lihat aku buang air?" Jung Kook melihat Hana masih berdiri di samping Jung Kook.


"Aku nggak masalah, sih. Noona juga sudah sering lihat."


"Kau nggak butuh bantuanku?"


"Aku bisa sendiri."


Hana lalu keluar dari kamar mandi. Sedangkan Jung Kook sedikit merasa menyesal. Ia seharusnya minta ditemani Hana. Mereka itu suami istri. Tidak masalah mereka melihat bagian private satu sama lain.


"Noona ... Tolong aku." Jung Kook meminta bantuan Hana. Hana masuk ke dalam kamar mandi. Pemandangan yang sudah biasa ia lihat saat malam.


Hana membantu Jung Kook naik ke kursi rodanya dan membantunya ke ranjang.


"Apa sebaiknya kita beli kursi roda yang langsung ada baskom di kursinya?"


"Nggak perlu. Dokter memang bilang aku kemungkinan besar tidak bisa jalan. Tapi ada kemungkinan kecil aku bisa jalan. Aku pasti bisa jalan lagi."


Hana bisa melihat semangat Jung Kook. Ia bersyukur Jung Kook tidak terlalu muram seperti kemarin.


Jung Kook dirawat beberapa hari lagi di rumah sakit. Yoon Gi mengunjungi Jung Kook. Ia datang sambil menggendong Kiki. Tadi Hana membawa Kiki keluar kamar untuk pergi ke kantin.


"Hana hamil?"


"Maksudnya, Hyung!"


"Tadi aku ketemu Hana dan Kiki di depan ruangan dokter kandungan."


"Hyung, kasih aku tasnya Noona."


Jung Kook lalu membuka tas Hana.


Surat aborsi?


"Hyung ... Bantu aku."


Yoon Gi membantu Jung Kook duduk di kursi roda. Jung Kook segera bergegas. Ia takut Hana hendak mengugurkan Mint.


"Hyung ... Lebih cepat lagi."


Jung Kook!


Kamu itu berat.


Ditambah Kiki yang berat juga.


Jadi dobel beratnya.


Yoon Gi mendorong kursi roda dengan sekuat tenaga. Akhirnya mereka sampai di ruangan dokter kandungan.


"Noona ... Jangan gugurkan Mint. Maafkan atas perkataanku yang kemarin." Tangan Jung Kook memegang erat lengan Hana.


Apa maksud Jung Kook? ~ Hana tidak mengerti.


"Nyonya Jeon ..." Suster memanggil Hana. Hana masuk ke dalam ruangan.. Dokter memeriksa kandungan Hana. Hana merasa perutnya sedikit sakit.


"Bayi Anda tidak apa-apa." Perkataan dokter menenangkan Hana. Dokter sedang meletakkan alat USG di perut Hana. Terlihat Mint yang masih janin di layar.


"Deg ... Deg ... Deg ..." Terdengar suara jantung Mint. Selesai diperiksa, Hana lalu kembali ke kamar Jung Kook.


"Bapak Jung Kook! Dilarang pergi dari kamar rawat jika tidak penting." Suster memarahi Jung Kook. Jung Kook hanya menundukkan kepalanya. "Maafkan saya."


Hana tersenyum melihat Jung Kook dimarahi suster.


"Walaupun kau menyuruhku untuk menggugurkan Mint. Aku akan tetap mempertahankannya. Bukankah Mint itu anak hasil dari cinta kita?"


Jung Kook merasa lega. Ia tadi sempat ketakutan dan mengira akan kehilangan Mint karena sikap kasarnya yang kemarin-kemarin.


"Oppa pegal?" Hana memijat lengan Yoon Gi. Ia tadi melihat Yoon Gi *******-***** lengannya.


"Banget. Jung Kook itu berat. Ditambah lagi ada Kiki. Tanganku rasanya mau copot."


"Eomma ... " Kiki menjulurkan lengannya. Ia juga minta dipijit.


"Aku juga ..." Jung Kook juga tidak mau kalah. Ia juga menjulurkan lengannya.