
"Noona ... Aku nggak pernah menyesal harus bekerja lebih cepat dari orang lain. Itu sudah kewajibanku. Aku suamimu. Aku ayah Kiki" Jung Kook menghampiri Hana. Menghapus air mata yang sudah jatuh di pipi Hana.
Hana berhenti menangis. Yang lalu biarlah berlalu. Yang terpenting adalah saat ini.
Hana melihat ada noda susu di atas bibir Jung Kook. Ia mengusapnya dengan jari-jarinya. Hana hendak mencuci tangannya.
Tapi Jung Kook memegang tangan Hana. Menjilat susu di ibu jari Hana.
Mata Jung Kook menatap sendu mata Hana "Noona ...."
Hana melihat ke arah Kiki yang sedang tertidur.
Kiki sudah tertidur lelap, kan?
"Kookie ...."
Jung Kook dan Hana melakukannya.
Setelah selesai, Hana menatap ke mata Jung Kook "Kookie .... Maafkan aku yang belum memberikanmu adik Kiki sampai sekarang"
"Nggak pa pa, Noona. Itu artinya kita masih bisa bulan madu terus"
Hana mencubit Jung Kook.
Sakit, Noona.
"Aku akan membuat komisi perlindungan ayah dan suami. Aku jadi ketuanya"
"Anggotanya?" tanya Hana.
Jung Kook berpikir sejenak. Belum ada teman-temannya yang berstatus sebagai suami apalagi ayah "Aku akan mengajak ayah."
"Ayah pasti menolaknya," ucap Hana. Setahu Hana ayahnya begitu mencintai ibunya.
"Aku bakal jadi anggota tunggal"
"Apa cubitanku begitu sakit?" Hana bertanya.
"Sakit. Banget. Tapi ngangenin."
Hana mencubit Jung Kook lagi.
"Sakit, Noona"
"Katanya ngangenin?" Hana mencubit Jung Kook lagi.
"Sudah, Noona. Cukup. Sakit"
Hana mencium bibir Jung Kook "Kalau yang ini?"
"Eomma ..." Kiki tiba-tiba terbangun. Kiki bergerak ke arah Hana. Hana memeluk Kiki. Menepuk-nepuk pantat mungil Kiki. Kiki tertidur lagi.
"Noona .... Lanjut" bisik Jung Kook. Ia tak ingin Kiki terbangun.
Tidak ada jawaban dari Hana. Hana juga sudah tertidur.
...🌼🌼🌼...
Sore hari ...
Jung Kook sedang menggambar di kertas. Ia menggambar kupu-kupu.
"Kupu-kupu" Kiki melihat gambar Jung Kook. Kiki mengambil pensil dan ikut menggambar di sebelah Jung Kook. Ia mencoret-coret kertas.
"Appa ...." Kiki menunjukkan gambar aneh bin ajaib coretannya.
"Kiki gambar apa?" tanya Jung Kook ketika melihat coretan Kiki yang seperti benang kusut.
"Eomma ..."
Ah ... Kiki ngambar rambut noona yang berantakan.
"Kiki pintar, ya." Jung Kook memuji Kiki sambil mengelus lembut kepala Kiki. Kiki melanjutkan menggambar.
Di sisi lain Hana menaruh nasi instan di microwave. Setelah beberapa menit, nasi matang. Hana hendak membuat nasi goreng sosis. Ia mulai mengiris sosis.
Hana menghangatkan panci elektrik. Menaruh minyak. Menumis bawang dan sayuran juga sosis. Kemudian memasukkan nasi. Mengaduk-aduk nasi hingga tercampur rata dengan sayur dan sosis.
Nasi goreng sudah jadi. Mereka makan bersama.
Masih ada sisa.
"Kookie ... Aku mau kasih sisa nasi goreng ke Tae oppa." Hana mulai menaruh nasi goreng ke piring.
"Aku aja yang bawa ke penginapan Tae Hyung, Noona."
Jung Kook membawa nasi goreng untuk Tae Tae. Ia mengetuk pintu rumah tempat Tae Tae menginap. Tapi tidak ada jawaban.
"Permisi ..." Jung Kook masuk ke dalam rumah karena pintunya tidak dikunci.
Jung Kook menaruh nasi goreng di atas meja makan. Ia hendak mencari Tae Tae. Tapi perhatiannya tertuju ke arah album foto berwarna pink dengan cover kastil negeri dongeng.
Jung Kook membuka album foto itu. Ia ingin melihat foto hasil jepretan Tae Tae.
Jung Kook membolak-balik album foto itu. Album itu penuh dengan foto-foto Hana. Dan di bagian belakang ada foto Hana dan Tae Tae saat SMA yang mengenakan kostum putri dan pangeran untuk pertunjukan drama Snow White mereka.
Tae Hyung masih menyukai Noona?