Oh My Baby

Oh My Baby
tea


Kiki melihat Jung Kook sedang menyiapkan makan siang.


"Teh ..." Kiki menunjuk gelas. Ia ingin membuatkan teh hangat untuk ibunya.


"Kiki mau bikinin eomma teh?"


"Iya .." Kiki menjawab.


Jung Kook mengambil gelas.


"Dua ..." Kiki meminta dua gelas.


"Buat siapa aja, Ki?" Jung Kook bertanya.


Seharusnya tiga gelas, kan?


Aku, Noona dan Kiki.


Kok cuma dua aja?


Apa Kiki salah itung?


"Kiki ... Eomma ..." Kiki menjawab.


"Appa, Ki?"


Kok cuma Noona aja yang dibikinin Kiki teh?


"Appa besay. Appa bikin sendiyi." Maksud Kiki di sini adalah ayahnya sudah besar, jadi bisa bikin teh sendiri.


Tetapi Jung Kook tetap mengambil tiga gelas. Ia menaruh teh sachet ke dalam gelas. Menuangkan air hangat ke dalamnya. Menaruh gula.


Kiki naik ke atas meja. Ia membantu mengaduk gula agar larut.


Jung Kook membawa makan siang untuk Hana. Sedangkan Kiki berjalan pelan membawa teh hangat untuk ibunya. Ia takut teh yang dibawanya tumpah.


Jung Kook membuka pintu kamar. Kiki masuk terlebih dahulu lalu diikuti Jung Kook.


"Noona ... Makan siang sudah siap." Jung Kook membangunkan Hana.


Perlahan mata Hana terbuka. Kiki menaruh gelas teh yang dibawanya ke atas nakas di samping Hana.


"Kiki yang buat tehnya lho," ucap Jung Kook.


"Gomawo, Ki." Hana berterima kasih.


"Kookie ... Kau juga harus makan."


Jung Kook membawa makan siang untuknya dan Kiki ke dalam kamar. Mereka bertiga akhirnya makan siang bersama di dalam kamar.


Hana duduk di ranjang. Sedangkan Jung Kook dan Kiki duduk di lantai.


Hana melihat Kiki dengan lahap mengunyah makanannya. Membuat kedua pipinya gembul karena makanan.


Ki ...


Dulu eomma kira Kiki itu malapetaka buat eomma.


Penyebab eomma nggak bisa lagi bersama dengan pria yang eomma cintai.


Bahkan eomma sempat setuju sama appa untuk buang Kiki.


Tapi sekarang ...


Kiki itu sumber kebahagiaan eomma.


Lihat Kiki tidur aja, eomma jadi terasa damai.


Lihat Kiki tersenyum dan tertawa, rasa capek eomma jadi hilang entah kemana.


Hana lanjut memakan makanannya.


...🌼🌼🌼...


"Kookie ... Besok Kiki ada audisi langsung untuk drama Single Daddy. Di gedung Hype. Jam sembilan pagi acaranya. Tolong antarin aku sama Kiki."


"Biar aku aja, Noona. Noona istirahat dulu."


"Latihanmu?"


"Aku latihan di rumah aja untuk sementara waktu."


Aku nggak ingin Noona kecapean.


Nanti Noona sakit lagi.


Nanti kita nggak bisa ...


"Kookie ... Kita harus melatih Kiki agar bisa memperkenalkan dirinya di depan casting director (penata peran)."


Jung Kook mulai melatih Kiki.


"Kiki besok ada audisi. Sekarang Kiki belajar memperkenalkan diri. Ikuti appa. Nama saya Jeon Jung Ki."


"Kiki ..." Kiki cuma ingat kata terakhir.


"Saya ..."


"Saya ..." Kiki menirukan Jung Kook.


"Jeon Jung Ki ..."


"Kiki ..."


"Saya Kiki," ucap Jung Kook.


Kok aku jadi ngikut Kiki.


"Saya Kiki." Kiki mencontoh Jung Kook.


"Kookie ... Mungkin di sana nanti dikasih scenario singkat. Kita latih Kiki sekarang."


"Tapi adegan apa yang mau dilatih, Noona?"


"Coba latihan adegan sedih."


Jung Kook mengambil bantal "Ki ... Ini umpamanya Min Hee hyung. Ia baru aja jatuh. Kakinya luka."


Kiki menunjuk kotak P3K. Kotaknya terlalu tinggi untuk bisa ia raih. Ia ingin ayahnya mengambilnya.


"Gimana ini Noona? Aku bingung mau latih Kiki adegan apa." Jung Kook melihat ke arah Hana.


"Aku juga belum pernah ikut audisi. Jadi nggak ada gambaran seperti apa nantinya. Kita lihat besok."


Hana mulai menyiapkan pakaian untuk Kiki.


Ini audisi pertama Kiki.


Dan kesan pertama itu harus bagus.


Hana memilih kemeja bermotif kartun tsum tsum dan celana selutut warna merah untuk Kiki.


Keesokkan harinya ...


Jung Kook memandikan Kiki dan memakaikan baju yang sudah disiapkan Hana agar Kiki terlihat bersih dan rapi.


"Noona ... Aku berangkat dulu. Doakan Kiki biar bisa lolos audisi." Jung Kook pamit ke Hana.


"Sebentar ..." Hana membetulkan rambut Jung Kook yang agak berantakan.


"Walaupun Kiki yang audisi tapi kau juga harus rapi. Siapa tahu nanti dilirik sutradara di sana. Sering kejadian yang nemenin audisi malah yang lolos."


"Noona istirahat dulu. Jangan banyak gerak. Aku takut Noona panas lagi."