
"Samchon, Imo sakit apa?" Seon Ho bertanya ke Jung Kook.
"Imo nggak sakit. Imo ... Seon Ho tahu, kan kalau ada adik Kiki di perut Imo?"
Seon Ho menganggukkan kepalanya.
"Adik Kiki ada masalah di perut imo. Jadi ia nggak bisa lahir."
"Kenapa nggak bisa lahir?"
"Adik Kiki tidak tumbuh. Ia sudah ..." Air mata Jung Kook jatuh lagi. Ia langsung mengusapnya. Seon Ho memeluk Jung Kook. Kiki juga ikut memeluk Jung Kook.
"Seon Ho, mama Seon Ho telepon." Hana menyerahkan ponselnya ke Seon Ho. Seon Ho berbincang-bincang dengan ibunya.
Hana masuk ke dalam kamar. Ia menarik laci. Di sana ia bisa melihat perlengkapan bayi yang masih baru. Ada botol bayi, ada pakaian bayi, dan lain-lain. Setiap kali keluarga mereka berbelanja dan Hana melihat keperluan bayi yang menarik, ia membelinya.
Apa aku harus menyimpannya lagi? ~ Hana mulai mengambil box kosong dan mengisinya dengan keperluan bayi itu. Ia akan menyimpannya untuk saat ini.
Eomma pengen Mint lahir. ~ Air mata Hana menetes lagi.
Sementara itu di kamar Kiki.
"Ki, kita doa, ya. Kita minta Tuhan biar Mint bisa lahir. Kiki juga pengen Mint lahir, kan?"
Kiki menganggukkan kepalanya. Ia pengen punya adik. Seon Ho juga senang saat mendengar akan ada adik Kiki. Ia yang merupakan anak tunggal menginginkan adik. Ia sudah menganggap Mint itu juga adiknya.
Seon Ho dan Kiki mengatupkan kedua tangannya. "Tuhan, tolong Mint. Seon Ho sama Kiki pengen ketemu Mint. Amin."
"Amin."
Kiki dan Seon Ho lalu tidur.
Keesokkan paginya.
Seon Ho membangunkan Kiki. "Ki, sudah pagi. Kita harus mandi."
Kiki lalu bangun dengan mata masih mengantuk. Ia lalu masuk ke dalam kamar mandi dan mandi bersama Seon Ho.
Seon Ho mengeringkan badan Kiki. Ia membantu Kiki mengenakan pakaian. Mereka lalu berjalan ke dapur hendak menyiapkan roti tawar dengan selai untuk sarapan. Tapi sudah ada Hana di sana. Dengan mata yang bengkak karena menangis.
Kiki dan Seon Ho makan. Seon Ho sesekali melihat Hana. Ia bisa melihat raut kesedihan di wajah Hana. Jung Kook keluar dari kamar. Matanya juga agak bengkak.
"Pagi ini aku yang antar mereka." Jung Kook ingin Hana beristirahat untuk sementara waktu.
Jung Kook mengantar Kiki dan Seon Ho ke daycare.
"Samchon, gimana kalau kita hibur Imo." Seon Ho ingin Hana ceria lagi.
"Kita ..." Seon Ho membisikkan sesuatu.
"Boleh. Pulang dari daycare, kita latihan."
Jung Kook lalu pulang. Saat waktunya menjemput Kiki dan Seon Ho, ia tinggal sedikit lebih lama di daycare.
Kemudian mereka pulang. Hana sedang menyiapkan camilan untuk mereka.
"Imo, duduk." Seon Ho mengajak Hana duduk di sofa.
Saat ini Jung Kook, Kiki dan Seon Ho berada di depan Hana.
"Ada apa ini?" Hana sedikit bingung. Tidak biasanya Jung Kook, Kiki dan Seon Ho berbaris rapi.
Jung Kook menyalakan lagu dari ponselnya. Mereka bertiga mulai menari.
Hana tersenyum melihat mereka menari lagu dari girl group. "Gomawo. Makan camilan dulu."
Jung Kook mengambil tempat di sebelah Hana. Kiki ikut-ikutan duduk di sofa. Ia mengambil tempat di sela-sela ayah dan ibunya. "Kapan latihannya?"
"Tadi pulang dari daycare."
"Pantes aja lama datangnya. Aku pikir ada apa. Hampir aja aku mau nelpon."
"Kookie, gomawo. Karena nggak nyalahin aku."
"Noona nggak salah. Dan nggak ada yang salah. Mungkin kita belum berjodoh untuk ketemu Mint. Nanti-nanti kita bikin Mint-Mint yang lain." Jung Kook mulai tersenyum nakal.