
Jung Kook hendak pergi berlatih.
"Appa ... Ikut." Kiki ingin ikut pergi ke gym, tempat ayahnya berlatih.
"Kiki mau ikut appa?" Jung Kook bertanya.
Kiki menganggukkan kepalanya. Jung Kook membawa Kiki ke tempat training.
Di gym ...
Jung Kook mulai berlatih. Ada yang berbeda dengan Jung Kook. Ia tampak bersemangat. Pukulan-pukulannya lebih bertenaga.
Semua saingan sudah out.
Hanya ada aku di hati Noona.
Nam Joon Hyung akan menikah.
Tae Hyung Hyung sudah tidak ada di hati Noona.
Yoon Gi Hyung itu sepupu Noona.
Menang di ring memang membuat Jung Kook bahagia tapi lebih bahagia lagi bila ia menjadi pemenang di hati Hana. Tidak ada piala atau sabuk juara yang bisa menandingi gelar juara di hati Hana.
Jung Kook mulai push up, sit up, squat. Melatih pukulan dan tendangan.
Saat sparing ...
Jung Kook serius. Ia tidak main-main. Ia memukul lawan tandingnya.
"Bak ... Buk ... Bak ... Buk ..."
Lawan tanding Jung Kook menyerah.
Datang lawan tanding yang lain. Pukulan Jung Kook lebih bertenaga. Lawan tanding yang kedua juga menyerah.
"Jung Kook ... Hari ini kau maju pesat." Pelatih memuji Jung Kook.
Jung Kook tersenyum.
"Appa ..." Kiki memanggil Jung Kook.
"Kiki mau latihan sama appa?"
Kiki mengiyakan. Jung Kook membuka tali yang mengikat kaki Kiki. Jung Kook sengaja mengikat Kiki supaya tidak kabur karena ia harus berkonsentrasi berlatih. Kiki juga tidak mau ditinggal, ia ingin ikut ayahnya. Kejadian saat Kiki kabur dan tercebur membuat Jung Kook extra waspada. Satu dua kali kejadian, Kiki selamat. Yang ketiga jangan sampai terjadi.
"Pukul, Ki. Pukul yang keras."
"Tendang, Ki. Tendang yang keras."
Tapi tentu saja, Kiki yang masih batita pukulan dan tendangannya masih bisa diterima Jung Kook.
"Istirahat, Ki." Jung Kook melihat peluh di pelipis Kiki.
Jung Kook dan Kiki beristirahat. Memakan bekal dari Hana.
Ki ... Tenaga Kiki tambah kuat.
Mungkin beberapa tahun ke depan pukulan dan tendangan Kiki lebih kuat dari eomma.
Apa sebaiknya aku bawa Kiki ke kelas taekwondo? Atau judo?
Biasanya seorang atlet memulai dari usia dini.
Tapi apa Noona setuju?
Semua butuh kerja keras dan ketekunan untuk bisa sukses.
Tapi bukankah semua bidang profesi membutuhkan kerja keras dan ketekunan?
"Appa ..." Kiki memegang ... Ia ingin ke toilet.
"Tahan dulu, Ki." Jung Kook segera menggendong Kiki ke toilet. Walaupun Kiki masih memakai popok tapi ia sudah mulai belajar buang air kecil di toilet.
Kiki pun lega.
Jung Kook dan Kiki beristirahat sebentar menurunkan makanan di perut mereka. Jung Kook mengikat kaki Kiki lagi. Jung Kook melanjutkan latihannya.
Semua orang yang melihat kasihan dengan Kiki. Jadi seperti hewan peliharaan yang diikat tuannya. Tapi mereka juga tahu Kiki sering berusaha kabur. Apalagi saat melihat pintu terbuka lebar. Jung Kook dulu pernah memasang pagar pembatas tapi Kiki sudah bisa menaikinya dan mencoba kabur.
Jung Kook konsentrasi berlatih lagi. Kiki melihat ayahnya dipukul dan ditendang. Dulu ia menangis. Tapi Jung Kook menjelaskan ke Kiki.
"Appa itu petarung. Appa bakal dipukul dan ditendang sama lawan appa. Tapi cuma di dalam ring. Kiki nggak usah nangis."
Kiki duduk manis memakan cemilannya.
Orang yang berlatih di gym juga sering memberi Kiki camilan.
Jung Kook melihat Kiki yang asyik memakan cemilan ~ Apa karena cemilan yang bikin Kiki pengen ikut appa ke gym?