Oh My Baby

Oh My Baby
perasan tak menentu


Hana sedang berada di meja makan bersama Kiki dan Seon Ho. Mereka sedang menikmati salad buah yang mereka buat bersama. Hana yang memotong buah sedangkan Kiki membantu mencampur susu kental manis dan mayonaise. Seon Ho memarut keju blok.


Kiki dan Seon Ho menikmati salad buah. Hana melihat mangkok Seon Ho yang kosong, "Seon Ho mau tambah lagi?" Seon Ho menganggukkan kepalanya. Hana memindahkan salad buah ke mangkuk Seon Ho. Kiki juga ingin tambah, "Tambah." Tapi Hana seolah-olah tidak mendengar Kiki. Hana sibuk ngobrol dengan Seon Ho.


Kiki turun dari kursi. Ia menuju ke ruang lukis ayahnya. Jung Kook terlihat sedang sibuk melukis. Ia mendengar suara isak tangis Kiki. Jung Kook memeluk Kiki, "Kenapa nangis? Eomma marahin Kiki?" Kiki menggelengkan kepalanya.


"Hiks ... Eomma ... Hiks ...nggak sayang Kiki lagi. Eomma ... Hiks ... cuma sayang Seon Ho Hyung." Kiki merasa ibunya telah direbut Seon Ho. Perhatian Hana akhir-akhir ini memang lebih ke arah Seon Ho.


Jung Kook menepuk-nepuk punggung Kiki. Mencoba menenangkannya. Ia sadar Kiki sudah memberi tanda-tanda sebelumnya. Tadi sore Kiki bertanya, "Seon Ho Hyung nggak pulang?" Sedangkan Hana menjawab, "Seon Ho Hyung sekarang sudah jadi kakak Kiki. Seon Ho Hyung tinggal di sini sekarang. Sama-sama kita. Kiki senang, kan?"


Biasanya Kiki senang Seon Ho menginap di rumahnya tetapi kali ini tidak. Begitu juga saat pergi ke daycare. Biasanya Kiki dan Seon Ho berjalan bergandengan tangan tetapi tadi pagi Kiki minta digendong. Kiki menjaga jarak dengan Seon Ho.


Jung Kook melihat Kiki, "Kiki masih sayang eomma?" Kiki menganggukkan kepalanya. "Kiki masih sayang Seon Ho Hyung?" Kiki menganggukkan kepalanya. Sedikit banyaknya Jung Kook tahu perasaan Kiki. Dulu ibunya juga lebih sayang ke Hana dibanding dirinya yang merupakan anak kandung. Ia juga ingin disayang oleh ibunya.


"Kiki maafin eomma, ya? Eomma kasihan lihat Seon Ho Hyung. Mama Seon Ho Hyung baru aja meninggal. Seon Ho Hyung lagi sedih."


Kiki menganggukkan kepalanya. Ia menguap lalu matanya terpejam. Jung Kook menidurkan Kiki di ranjang Iron Man-nya.


Hana lalu masuk untuk mengantar Seon Ho. Tak lama kemudian Seon Ho tertidur.


"Noona, aku mau bicara bentar." Jung Kook menggandeng Hana untuk duduk di sofa.


"Ada apa?"


"Kenapa baru bilang sekarang?" Hana langsung berdiri hendak melihat Kiki. Jung Kook memegang tangan Hana. "Bukan sakit fisik tapi sakit hati."


"Putus cinta lagi?"


"Bukan. Kiki sakit hati sama Noona. Tadi ia nangis."


"Kok bisa?"


"Kiki merasa tidak dipedulikan lagi sama Noona. Kata Kiki Noona cuma sayang sama Seon Ho."


Hana diam. Ia sadar ia terlalu memperhatikan Seon Ho sampai-sampai ia tidak memperhatikan Kiki. "Tadi sore itu Kiki juga agak aneh. Biasanya Kiki dan Seon Ho itu main bareng. Tapi tadi Kiki cuma mau main sendirian."


Kiki terbangun. Ia keluar dari kamar. Hana bertanya, "Kiki mau salad buah?"


"Eomma bilang kalau makan malam-malsm nanti Kiki gendut."


"Tapi Kiki sudah gendut." Hana menyentuh perut Kiki yang buncit. Hana menggendong Kiki dan menaruhnya di kursi. Mengambil mangkuk dan mengisinya dengan salad buah. "Kookie ... Kau mau juga?"


"Aku ikut makan dari mangkuk Kiki aja."


Kiki langsung mengamankan mangkuk salad buahnya. Ia tahu begitu ayahnya mulai makan, saladnya pasti langsung habis.