
"Noona bikin apa?" Jung Kook bertanya melihat Hana yang sedang sibuk di dapur.
"Aku kukus bakpao mini. Untuk camilan malam." Hana mulai mengeluarkan bakpau yang sudah matang. Mencapitnya dengan capitan dan meletakkannya di piring.
Jung Kook dan Kiki yang memang suka makan tidak sabar untuk mencicipinya.
"Masih panas, Ki. Tunggu sebentar lagi." Hana melihat Kiki yang sudah tidak sabar.
Jung Kook melihat ke Hana.
Noona ...
Sebenarnya dongeng satu helai itu bukan untuk Kiki. Tapi juga untuk Noona. Satu helai itu seperti diriku yang masih banyak kekurangan. Dari segi materi dari segi sikap dan perilaku.
Noona ...
Walaupun hanya satu helai.
Tetap pertahankan diriku.
Jangan pernah tinggalkan aku.
Aku tak tahu apa yang akan terjadi bila Noona tidak ada di sampingku.
Hana duduk di sebelah Kiki yang sudah duduk di kursi meja makan.
"Cerita satu helai itu tentang menghargai apa yang kita miliki, ya?" Hana berbincang dengan Jung Kook yang berada di sebelah Kiki.
"Iya. Walaupun kita hanya punya sedikit dari orang lain tetapi kita harus menerimanya dan merawatnya."
"Panas ..." Kiki tadi menyentuh bakpau yang masih panas.
"Huh ... Huh ... Huh ..." Kiki meniup tangannya.
Jung Kook yang berada di sebelah Kiki langsung melihat tangan Kiki.
Untunglah tidak apa-apa.
Jung Kook mengambil bakpau mini. Membelahnya menjadi dua dan meniupnya supaya tidak terlalu panas untuk Kiki.
Hana melihat Jung Kook. Ia tahu cerita yang Jung Kook buat itu karena perasaan insecurenya. Jung Kook takut Hana lebih memilih Yoon Gi daripada dirinya.
Dari segi materi Yoon Gi jauh berada di atas Jung Kook. Satu-satunya yang membuat Hana memilih Jung Kook adalah Kiki. Putra mereka yang lahir tanpa direncanakan.
Kookie ...
Aku akan mencoba bertahan.
Aku akui aku sempat goyah.
Seandainya kita belum menikah,
mungkin aku akan memilih Yoon Gi oppa.
"Noona ... Lusa aku mau latihan di luar kota," kata Jung Kook sambil memakan bakpau mini dalam sekali suap.
"Berapa hari?"
"Tiga hari aja."
Setelahnya Hana mulai menyiapkan keperluan Jung Kook. Pakaiannya, perlengkapan mandi dan lain-lain.
Kiki yang melihat koper yang terbuka, ikut memasukkan pakaiannya juga boneka Pororonya. Ia mengira ia juga akan diajak ke luar kota.
"Ikut." Kiki bingung melihat baju dan bonekanya dikeluarkan dari koper.
"Appa ke suyga?" Kiki teringat perkataan Seon Ho saat ikan pemberian Seon Ho meninggal. Seon Ho bilang kalau ikan yang tertidur di dasar toples itu pergi jauh dan sudah ke surga.
Jung Kook tertawa.
"Bukan, Ki. Belum waktunya appa ke surga. Appa mau latihan aja di luar kota."
Lusa ... Saatnya Jung Kook berangkat. Di tangannya ada koper. Jung Kook pun berpamitan. Ia memeluk erat Hana dan Kiki.
...🌼🌼🌼...
Suasana rumah menjadi lebih sepi saat Jung Kook tidak ada di rumah. Biasanya Jung Kook akan menggoda Kiki lalu ribut. Jung Kook dan Kiki itu memang ayah dan anak tetapi mereka juga seperti teman.
Saat malam tiba ...
Hana melihat Kiki yang sedang bermain sendirian.
"Ki ... Sudah malam ... Ayo tidur ... Besok Kiki harus ke daycare." Hana mengingatkan.
Saat Hana hendak menidurkan Kiki, bel rumahnya berbunyi.
Siapa, ya?
Sudah malam ini.
Tidak mungkin ayah dan ibu atau mama.
Hana melihat melalui interkom. Hana terkejut.
Nam Joon oppa!?
Ada apa ia ke sini?
Jung Kook juga lagi nggak ada di rumah ini.
Hana berusaha tidak mempedulikan Nam Joon. Tetapi bel pintu Hana berbunyi lagi. Hana melihat lagi melalui interkom. Ada yang berbeda dari Nam Joon.
Oppa mabuk?
Hana membuka pintu. Ia melihat Nam Joon yang sedang mabuk dan berbau alkohol. Hana pun menuntun Nam Joon berbaring di sofa.
Ponsel Hana berbunyi. Ada panggilan video call dari Jung Kook yang masih berada di luar kota.
Hana terkejut.
Angkat atau tidak?
Tapi ia harus mengangkatnya. Walaupun ia bisa saja mematikan ponselnya dengan alasan sudah tidur. Panggilan tersambung.
"Noona ..."
"Kookie ..."
Jung Kook ~ Ada apa dengan raut wajah Noona? Kenapa ia terlihat cemas?
"Hana ..." Nam Joon menyebut nama Hana dalam tidurnya.
"Noona ... Ada siapa di sana?" Jung Kook mendengar suara seorang pria.
Keringat dingin mengalir di pelipis Hana.
Hana ~ Beritahu Jung Kook atau tidak?