Oh My Baby

Oh My Baby
melukis part 2


Pagi hari setelah mengantar Kiki ke daycare. Rutinitas Jung Kook dimulai dengan melukis yang dia harapkan akan bisa jadi mata pencahariannya.


Kali ini bikin apa lagi, ya? ~ Jung Kook berpikir lagi.


Noona paling suka sama pantai.


Bikin pemandangan pantai aja.


Jung Kook mulai melukis. Ia mengambil jeda di tengah-tengah. Ia lalu menyelesaikan lukisan yang kedua. Lukisan yang didominasi warna ungu muda. "Noona ... Udah jadi." Jung Kook memberitahu Hana.



Hana mengambil ponselnya. Ia memotret lukisan Jung Kook. Tapi ia ragu untuk mempostingnya di online shop. Hana melihat lagi lukisan Jung Kook. Ia tak ingin menjualnya. Ia ingin memajangnya di rumah.


Jung Kook melihat Hana. "Belum diposting? Apa lukisannya jelek?"


"Nggak. Aku malah lebih suka yang ini ketimbang yang kemarin. Aku jadi pengen pajang ini di rumah."


"Kalau gitu lukisannya buat Noona aja. Nggak usah dijual."


"Gomawo." Hana lalu melihat dinding yang akan ia pasang lukisan buatan Jung Kook.


Bagusnya dipajang di mana, ya? ~ Hana mengitari seluruh rumah. Ia bingung mencari tempat yang cocok untuk lukisan itu.


"Di ruang TV aja." Jung Kook menyarankan.


Hana mulai mengambil paku dan palu untuk menggantung lukisan. Hana mulai memukul paku. Tapi tembok rumah mereka terlalu padat. Hana kesulitan.


"Kookie ... Bantuin aku." Hana meminta bantuan Jung Kook. Akhirnya Jung Kook yang memaku. Lukisan lalu dipajang dan Hana merasa puas.


Jung Kook mulai berkutat lagi di ruang kerjanya. Untuk sementara kamar tamu dijadikan ruang kerja untuk Jung Kook.


"Kookie ... Ada yang request lukisan foto diri. Apa kau bisa?"


"Aku coba dulu. Noona duduk sana." Jung Kook meminta Hana jadi model lukisannya.


"Kan nggak perlu aku duduk di sini. Kamu bisa lukis dari foto aku."


"Aku cuma pengen Noona ada di dekat aku. Aku pengen lihat Noona terus." Jung Kook mengusapkan kuas di kanvas. Entah kenapa pipi Hana bersemu merah.


Hana hanya bisa duduk diam. "Kookie ... Aku capek walau cuma duduk-duduk aja.. Kookie ... Aku ngantuk." Hana beralasan. Ia menguap lebar-lebar.


"Aku juga ngantuk. Kita tidur sama-sama." Jung Kook tersenyum penuh arti.


"Aku sudah nggak ngantuk lagi." Hana kembali duduk dengan tegak di kursi.


Hana melihat jam. "Sudah siang. Aku mau jemput Kiki dan Seon Ho."


"Aku temani Noona." Jung Kook melepas celemeknya. Mereka lalu menuju daycare untuk menjemput Kiki dan Seon Ho.


"Appa ..." Kiki berlari saat melihat ayahnya datang. Seon Ho berjalan mengikuti Kiki dari belakang. Mereka lalu berjalan bersama menuju ke rumah.


Di rumah


"Ini samchon yang bikin?" Seon Ho memandang takjub lukisan pemandangan matahari dan sekitarnya di ruang TV.


"Iya. Appa-nya Kiki yang bikin. Bagus, kan?"


"Iya. Bagus." Seon Ho tahu kalau ayahnya Kiki pandai menggambar tapi kalau lukisan ia baru melihatnya.


Jung Kook masuk ke ruang kerjanya. Seon Ho dan Kiki ikut masuk. Mereka ingin melihat Jung Kook melukis. Mereka melihat Jung Kook mengusapkan cat ke kanvas.


"Kiki appa hebat." Seon Ho memuji Jung Kook sambil melihat Kiki.


Jung Kook yang mendengarnya sangat senang. Walaupun pujian dari anak kecil, itu sudah cukup besar baginya. Ia jadi bersemangat setelah sebelumnya ia sempat down.


Mudah-mudahan lukisan yang ku bikin laku.


Kiki menguap. Ia mengantuk. Seon Ho ikut-ikutan menguap. Mereka lalu masuk kamar dan tidur bersama.