
Pagi hari ...
Jung Kook sudah pergi meninggalkan rumah untuk lari pagi. Sedangkan Hana masih berada di tempat tidurnya.
Kiki terbangun.
"Eomma" panggil Kiki.
"Lapal"
Hana yang masih mengantuk menggendong Kiki dan menaruhnya di ranjang bersamanya. Ia mulai menyusui Kiki sambil berbaring.
Biasanya Hana akan pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk mereka bertiga tapi ia masih terlalu capek karena "olahraga" semalam. Entah sampai jam berapa mereka masih terjaga.
"Ki ... Tidur lagi. Eomma masih ngantuk" Hana menepuk-nepuk pantat mungil Kiki. Berusaha menidurkan Kiki kembali.
Ki ...
Badan eomma masih pegal-pegal.
Kemarin appa terlalu mencintai eomma.
Stamina appa benar-benar berlebihan.
Mungkin karena appa sering olahraga.
Eomma tadi sudah pesan ke appa untuk beli sarapan.
Eomma yakin, pasti appa beli kimbap lagi.
Tapi Kiki tidak mengantuk. Ia sudah terbangun. Kiki melihat ibunya. Hana sudah tertidur lagi.
"Eomma" panggil Kiki. Tapi tidak ada jawaban dari Hana. Hana sudah benar-benar "tewas"
Kiki mulai turun dari ranjang. Ia mengambil mainannya. Tapi ia merasa bosan bermain sendirian.
Kiki melihat ke arah kotak popoknya. Ia sengaja menghamburkan popok-popoknya supaya Hana terbangun dan memarahi dirinya. Tapi Hana masih saja tidur.
Eomma ... Appa bilang kalau bangun siang nanti rejekinya dipatuk ayam.
Kiki kemudian beralih ke kotak tisu. Ia mengambil tisu lagi dan lagi. Membuat kotak tisu yang terisi penuh jadi sisa separuh.
Jung Kook datang. Ia masuk ke dalam kamar hendak membangunkan Hana "Noona ... Ayo kita ma- " Jung Kook melihat kamar yang berantakan karena Kiki "-kan"
Jung Kook panik.
Ki ...
Kiki nggak takut dimarahi eomma?
Eomma kalau marah serem.
Appa aja takut.
Padahal badan appa lebih gede dari eomma.
Ia juga mengambil tisu yang bertebaran di mana-mana. Badan Hana bergerak. Jung Kook langsung menyembunyikan tangannya yang sedang memegang tisu di belakang punggungnya. Tapi mata Hana masih terpejam.
Untung Noona belum bangun.
Jung Kook membersihkan lagi tisu yang berhamburan dan menaruhnya di laci meja.
Sayang kalau dibuang.
Nanti bisa dipakai lagi untuk hal lain.
Hana terbangun "Kookie ... Kau membeli apa untuk sarapan?" Hana bertanya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Aku beli kimbap segitiga di convention store"
Hana berjalan ke kamar mandi. Hendak membersihkan diri lagi. Semalam ia sudah terlalu capek.
Selesai mandi Hana mulai menuju ke meja makan. Memakan kimbap isi tuna mayo kesukaannya.
"Kookie ... Nanti siang kita pergi ke supermarket"
"Kita harus membeli barang yang mau dibawa ke Gangwondo"
Minggu lalu Jung Kook mengajak Hana dan Kiki ke Gangwondo untuk private trainingnya sekaligus berlibur bersama. Sudah lama mereka tidak pergi ke luar kota.
"Noona mau beli apa?"
"Ramyeon, panci elektrik, camilan, sekalian beli susu dan popok Kiki juga"
Siang harinya mereka menuju ke supermarket. Membeli kebutuhan mereka dan juga sembako untuk mama Hana. Setelahnya Jung Kook mengantar Hana dan Kiki ke rumah mama Hana.
Di rumah mama Hana ...
Kiki mengikuti Hana kemanapun Hana pergi. Ke dapur Kiki ikut. Ke kamar mandi Kiki juga ikut.
"Ki ... Main sama halmi sana" suruh Hana.
Kiki takut eomma tinggal.
Kiki mau ikut ke Gangwondo.
Kiki sudah terlalu sering eomma tinggal.
Apalagi kalau sudah bawa tas besar di rumah Halmi, pasti eomma tinggalin Kiki.
Ketika Kiki disuruh tidur siang, Kiki menolak. Ia takut kalau ia tidur, ibunya akan pergi. Tapi Hana menepuk-nepuk pantat mungil Kiki. Mata Kiki akhirnya terpejam dan tertidur.
Ki ... Lihat Kiki yang tidur nyenyak bikin eomma tenang.
Hana akhirnya ikut terlelap.