
"Aku masih mencintaimu," ucap Yoon Gi.
Dulu, sekarang dan seterusnya.
"Oppa ... Jangan bercanda."
"Aku serius."
"Oppa tidak boleh mencintaiku. Aku sudah punya Jung Kook dan Kiki."
"Sedari dulu kita tak pernah mengatakan kata putus. Itu artinya kau dan aku masih berpacaran."
"Tapi ... Tapi ..."
"Aku tahu kau juga masih menyukaiku. Tapi hal itu kau pendam dalam-dalam karena kita masih sepupu. Kau berpacaran dengan Tae Hyung, dengan Nam Joon agar perasaan itu hilang, kan?"
Hana ~ Oppa tahu?
Jung Kook dan Kiki membuka pintu apartemen Yoon Gi.
Hana yang bingung karena mendengar pernyataan cinta Yoon Gi berusaha agar Jung Kook tidak curiga.
Hana dan Yoon Gi hanya diam. Hana tidak tahu harus berkata apa. Selama ini ia sudah berusaha menganggap Yoon Gi sebatas oppa.
"Noona ... Kita pulang sekarang. Hyung ... Aku dan Noona pulang dulu. Kapan-kapan kami main ke sini lagi," ajak Jung Kook.
Hana, Jung Kook dan Kiki pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan Hana terus memikirkan pernyataan cinta Yoon Gi. Ia tahu Yoon Gi serius. Selama mereka berpacaran Yoon Gi hanya tiga kali mengatakan "Aku mencintaimu". Itupun saat Yoon Gi menembak Hana. Saat itu Hana tidak ngeh kalau bukan surat cinta dari temannya yang dibaca Yoon Gi tetapi suara hati Yoon Gi yang sebenarnya.
"Noona ... Kenapa melamun terus?" Jung Kook memecah keheningan.
"Nggak pa pa. Aku kawatir sama Kiki besok. Apa ia bakal nangis kalau ia ditinggal."
"Tapi di sana ia pasti banyak temannya. Kemarin malah nggak mau pulang karena betah."
"Iya juga, sih."
Jung Kook ~ Noona ... Apa yang terjadi? Kenapa perasaanku jadi nggak enak begini.
...🌼🌼🌼...
Di rumah ...
"Ki ... Kiki harus belajar memperkenalkan diri. Besok Kiki masuk daycare. Saya Kiki. Umur 2 tahun."
'Saya Kiki. Umuy 2 tahun."
"Ulangi lagi."
Saya Kiki. Umuy 2 tahun."
"Kookie ... Apa Kiki harus kita bawa ke psikolog?"
"Karena?"
"Kosakata Kiki agak kurang."
"Tapi tiap anak itu nggak sama. Beda-beda. Ada yang bicaranya cepat. Ada yang malah jalan duluan. Yang penting sehat. Nanti kalau Kiki terlalu cerewet Noona nggak suka juga, kan."
Hana menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Ki ... Kita harus tidur cepat malam ini. Besok pagi kita harus ke daycare."
Hana mulai menidurkan Kiki.
...🌼🌼🌼...
Keesokkan harinya ...
Hana membangunkan Kiki.
"Ki ... Bangun. Kita mau ke daycare. Cuci muka sama appa."
Kiki mulai bangun. Ia membangunkan ayahnya.
"Appa ... Cuci muka. Daycaye."
Jung Kook perlahan bangun.
Mereka mulai membersihkan diri. Jung Kook mengganti baju Kiki dengan baju bersih yang sudah disiapkan Hana.
"Ki ... Ini ada camilan. Kalau Kiki lapar, makan aja." Hana memasukkan dua bungkus choco pie dan dua bungkus biskuit di tas mungil bergambar Iron Man milik Kiki.
Baru saja Hana menutup resleting tasnya, Kiki langsung membuka resleting tersebut. Ia mengambil choco pie dan meminta ayahnya untuk membukanya. Jung Kook membuka bungkusan dan memberikannya ke Kiki. Kiki membelah dua choco pie dan memberi Jung Kook separo.
Nggak biasanya Kiki mau bagi makanan ke appa.
Mereka mulai menuju ke daycare. Pengurus daycare membawa Kiki ke kelas Matahari. Hana dan Jung Kook memperhatikan Kiki dari jauh.
"Anak-anak hari ini ada teman baru. Namanya Kiki."
"Annyeongseyo ... Saya Kiki. Umuy 2 tahun."
Kiki kemudian duduk di lantai bersama anak-anak yang lain.
Hana dan Jung Kook memperhatikan Kiki yang sedang bermain bersama anak yang lebih tua.
"Noona ... Kita sudah bisa pulang sekarang." Jung Kook mengajak Hana pulang.