
Hana menaruh undangan pernikahan Nam Joon di laci atas nakas. Ia tak ingin melihatnya terlalu sering. Ia juga belum memutuskan hendak menghadirinya atau tidak.
Terlalu sakit melihat Nam Joon oppa bersama wanita lain.
"Noona ..."
"Iya ..."
"Kau ... Kau akan datang ke acara pernikahan Nam Joon Hyung?"
"Aku masih belum tahu. Masih ada waktu dua Minggu lagi sebelum acara. Aku akan memikirkannya."
Hana ingin datang untuk memastikan dirinya sudah benar-benar move on dari Nam Joon. Tapi jauh di dasar hatinya, ia masih menginginkan Nam Joon. Terlalu banyak kenangan indah yang masih terukir di hatinya. Kenangannya bersama Nam Joon yang sulit untuk ia lupakan.
"Eomma ..." Kiki bangun dari tidur siangnya.
"Lapal" Kiki menyentuh perutnya.
"Appa juga lapar, Ki. Hari ini kita pesan makanan" Jung Kook mengambil ponsel dan memesan makanan lewat aplikasi.
Pertandingan Jung Kook diundur. Jadi sekarang ia masih bebas memakan apa saja.
Jung Kook memesan makanan di restoran siap saji, Mc Donald's. Hari ini Mc D meluncurkan hadiah mainan Spongebob bila membeli happy meal.
Jung Kook memesan empat porsi untuk keluarga mereka. Tiga ayam dan satu burger. Tak lama kemudian makanan datang. Kiki tentu saja senang bisa mendapatkan empat mainan sekaligus.
"Eomma ... Bopbop (Spongebob) ... Patyik (Patrick) ... " Kiki memamerkan mainannya.
"Ki ... Makan dulu. Mainannya dimainin habis makan" Hana menggendong Kiki menuju wastafel dan mencuci tangannya juga tangan Kiki.
Hana mengupas kulit ayam dan memberikannya ke Jung Kook. Ia hanya memakan daging ayam dan nasi.
Padahal yang paling enak itu kulit ayam yang kriuk kriuk.
Tapi mau bagaimana lagi, Hana masih menjaga pola makannya. Perutnya masih rewel, salah makan sedikit saja, perutnya langsung sakit.
Hana tahu jika Mc D sudah meluncurkan mainan, itu artinya menu makan mereka pasti happy meal. Atau terkadang Jung Kook akan membawa happy meal pulang.
Tentu saja Kiki menyambutnya dengan riang karena dapat mainan baru.
Puaskah Jung Kook dengan satu porsi happy meal? Tentu saja tidak puas. Karena itu ia tadi memesan empat porsi. Dua porsi untuk dirinya.
"Kookie ... Aku rasa adik Kiki itu nantinya kemungkinan besar laki-laki"
"Noona tahu dari mana? Karena Noona lebih cepat ..."
"Bukan ... Bukan karena itu. Tapi biasanya apa yang kita harapkan berbeda dengan kenyataan. Kita menginginkan anak perempuan jadi kemungkinan besar kita akan mendapatkan anak laki-laki"
"Aku sudah menyiapkan nama bila adik Kiki laki-laki. Jeon Jung Jin" lanjut Hana.
"Jung dari Jung Kook dan Jin dari Seok Jin" Hana dan Jung Kook berkata bersamaan.
"He ... He ... He ... Aku ingin ada yang kupanggil Jinnie di rumah"
"Aku nggak masalah. Aku ikut usul Noona aja"
Jung Jin itu masih lebih baik daripada Jung Nam atau Jung Joon yang akan selalu mengingatkan Noona akan Nam Joon hyung.
"Kalau Kiki mau kasih nama adiknya apa?" Jung Kook bertanya.
"Jeon ... Jung ... "
"Jung San?" Hana hendak memastikan.
Kiki menganggukkan kepalanya.
Jung San juga nama yang bagus. Jadi aku keep aja.
"Jadi Noona ... kapan kita buat Jung Jin atau Jung San?" Jung Kook bertanya. Ia sudah "puasa" selama Hana sakit.
"Malam ini. Setelah Kiki tidur" Hana berbisik di telinga Jung Kook.
Yes ... Yes ... Yes ...
Akhirnya aku bisa buka "puasa" malam ini.~ Jung Kook bersorak gembira dalam hatinya.
Ki ... Lihat appa ... ~ Hana ikut tersenyum melihat ekspresi senang Jung Kook.
Malam hari ...
Jung Kook masih berusaha menidurkan Kiki di boxnya. Jung Kook menepuk-nepuk ringan pantat Kiki. Tapi Kiki tak kunjung tidur.
"Ki ... Cepat tidur. Appa sama eomma mau bikin adik Kiki"
Biasanya juga Kiki langsung tidur begitu kepalanya nempel di bantal.
Tapi mata Kiki masih terbuka.
"Noona ... Jangan tidur ..." ucap Jung Kook saat ia melihat Hana sudah mengantuk.
Setelah beberapa saat Jung Kook akhirnya berhasil menidurkan Kiki. Jung Kook menuju ke ranjang.
"Noona ... Kiki sudah tidur" Jung Kook berbisik. Tapi tidak ada jawaban dari Hana.
Yah ... Noona sudah tidur.
Besok pagi aja kalau gitu.
Jung Kook berebah di samping Hana. Ia pun tertidur.
Saat pagi hari ...
"Noona ... Ayo kita bikin adik Kiki sekarang" pinta Jung Kook.
"Mumpung Kiki masih tidur"
Jung Kook mulai mencium Hana. Ciumannya turun ke leher. Pakaian atas mereka sudah berserakan di lantai.
"Kookie ... Sebentar ... " Hana merasakan sesuatu di bagian bawahnya. Ia langsung menuju ke kamar mandi.
Saat Hana keluar dari kamar mandi ...
"Noona lanjut ..." bisik Jung Kook.
"Nggak bisa. Aku haid"
...🌼🌼🌼...
Note :
Cerita ini tidak disponsori/diendorse oleh Mc D.