
Hujan mulai turun seiring air mata Hana yang ikut menetes.
Jung Kook segera mengambil Kiki dari gendongan Hana. Mereka berlari menuju tempat teduh. Jung Kook melihat mata Hana. Ia tahu Hana sedang menangis. Meneteskan air mata yang sudah ia tahan sejak acara dimulai.
Hana melihat Kiki. Memastikan Kiki tidak terlalu banyak terkena air hujan.
Kiki nggak boleh sakit.
Nanti aku juga yang repot.
Ia juga mengelap air hujan yang mengenai tubuh Kiki dan Jung Kook juga dirinya.
Setelah beberapa lama hujan pun reda.
Aku harus berhenti memikirkan Nam Joon oppa sama seperti hujan yang telah berhenti saat ini.
Hana, Jung Kook dan Kiki akhirnya pulang.
Di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah.
"Kookie ... Tadi kenapa kamu nggak nyanyi di sana? Suaramu kan bagus?"
"Aku gugup kalau dilihat orang banyak. Takut malah diketawain kalau fals."
"Tapi kamu kan sering dilihat orang banyak waktu bertanding."
"Itu kan beda. Aku sudah ada persiapan jauh hari sebelumnya."
"Semoga nanti Jin oppa beneran jadi duet denganmu. Aku nggak sabar pengen lihat Jin oppa lagi."
"Noona nggak takut nanti aku banyak fans cewek kayak Jin Hyung?"
Hana hanya diam. Tentu saja ia takut. Takut bila Jung Kook tertarik dengan wanita lain. Terutama yang lebih muda dan lebih cantik darinya.
Hana melihat Jimin's, tempat makan favorit mereka.
"Kookie ... aku ngidam es krim di Jimin's. Aku tadi nggak kebagian es krim di sana." Hana berkata manja.
"Kita mampir bentar, ya." Hana berkata dengan manisnya.
"Noona nggak malu pakai pakaian pesta masuk ke Jimin's?" Jung Kook melihat outfit yang dikenakan Hana. Terlalu mencolok.
"Kan kamu yang masuk ke Jimin's bukan aku. Aku dan Kiki nunggu di mobil."
"Noona pingin aku beli es krim di Jimin's pake jas?"
"Daripada nggak pake baju? Atau dilepas aja jasnya?"
"Noona ..." Jung Kook hendak menolak permintaan Hana tapi ia tidak tega. Lebih tepatnya tidak bisa. Semua permintaan Hana pasti ia turuti. Dasar bucin.
Jung Kook memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari Jimin's. Area parkir Jimin's sudah penuh. Wajar saja karena menu makanan atau dessert di Jimin's bikin nagih. Sekali JimIN nggak bisa lagi JimOUT.
Jung Kook masuk ke dalam Jimin's. Ia memesan es krim rasa green tea untuk Hana dan mint choco untuk dirinya. Serta coklat untuk Kiki.
"Dibungkus." Jung Kook hendak memakannya di dalam mobil. Outfit Hana terlalu mencolok dan akan mengundang perhatian.
Nanti dikira salah kostum.
"Semuanya 7.000 won," kata kasir.
Jung Kook menyerahkan uang ke Kasir dan membawa es krim pesanannya.
"Duarrr ... Duarrr ..." Suara dentuman terdengar cukup keras dari luar Jimin's.
Apa yang terjadi?
Jung Kook segera melihat keluar. Suara mobil pemadam kebakaran terdengar semakin dekat. Orang-orang mulai berkerumun hendak melihat apa yang terjadi.
Noona! ... Kiki! ...
Tapi ... Ia melihat mobilnya sudah terseret truk, berada agak jauh dari tempat ia memarkirkan mobilnya tadi. Mobilnya menjadi ringsek dan meledak. Ada nyala api dan asap keluar dari mobil mereka.
Noona ... Kiki ...
Mereka ada di dalam mobil.
"NOONA ... KIKI ..." Jung Kook hendak berlari menuju mobilnya tapi dicegah orang-orang sekitar. Berbahaya bagi Jung Kook jika ia mendekat. Mobilnya kapan saja bisa meledak lagi.
Jung Kook menangis. Ia mengira Hana dan Kiki meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Noona ... Kiki ..."
...🌼🌼🌼...
Apakah Hana dan Kiki meninggal dalam kecelakaan?
Bila Hana dan Kiki meninggal, apakah cerita ini akan berakhir di sini?
Bagaimana nasib Jung Kook?
Nantikan update berikutnya ...
...🌼🌼🌼...
Terima kasih sudah membaca karya saya. Terima kasih juga untuk komen, vote, hadiah dan juga likenya.
Pertanyaan buat yang baca cerita ini :
Apa yang membuat kalian (readers) membaca cerita ini?
a. Kasihan dengan authornya.
b. Foto Jung Kook.
c. Lainnya (diisi sendiri)
Kekurangan dari cerita ini?
a. Alurnya terlalu lambat.
b. Nama tokohnya kurang menarik.
c. Terlalu panjang ceritanya (nggak tamat-tamat)
d. Lainnya (diisi sendiri)
Saran untuk author ....
Setiap feedback sangat berarti bagi saya.
Terima kasih sebelumnya