
Jung Kook melihat lagi catatan dari Hana.
Sudah terbeli semuanya.
Jung Kook membawa troli ke kasir dan membayar barang belanjaannya.
"Yang susu pisang dipisah struknya" kata Jung Kook kepada kasir.
Jung Kook membawa troli ke tempat ia memarkirkan mobilnya. Ia menaruh barang belanjaan di bagasi mobil. Dua susu pisang ia taruh di sakunya. Kemudian mengembalikan troli ke tempatnya. Dan kembali lagi ke mobil.
Lalu dimulailah sesuatu yang rahasia. Hanya ia dan Kiki pelakunya.
Jung Kook menusuk sedotan di susu pisang Kiki. Memberinya ke Kiki untuk diminum.
Ia kemudian menusuk sedotan di susu pisang yang satunya dan meminumnya.
Sesuatu yang dinikmati secara rahasia memang nikmat.
"Ssst ... Ki ... Ini rahasia kita" Jung Kook menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya.
"Jangan sampai eomma tahu. Nanti eomma marah. Masa kita cuma boleh minum satu botol susu pisang sehari. Kan kurang, ya, Ki. Kita kan doyan minum susu pisang"
"Sst ... " Kiki meniru Jung Kook menaruh jari telunjuknya ke bibirnya.
Susu pisang langsung ludes seketika.
Jung Kook dan Kiki pulang ke rumah.
"Eomma ..." kata Kiki saat melihat Hana.
Hana langsung menggendong dan mencium pipi gembul Kiki. Walau baru beberapa jam berpisah tapi Hana sudah merindukan Kiki.
"Noona ... Aku?" Jung Kook juga ingin dipeluk dan dicium Hana.
Saat bibir Hana hendak menyentuh pipi Jung Kook, tiba-tiba Kiki bersendawa.
"Hek ..."
Hana mencium aroma yang familier dari mulut Kiki.
Aroma pisang.
"Kiki tadi makan pisang?" Hana bertanya.
Kiki menggelengkan kepalanya.
"Kiki tadi minum susu pisang?"
Kiki menganggukkan kepalanya.
KI ... ~ Jung Kook berteriak dalam hati.
"Di mana?"
"Mobil. Appa minum. Kiki minum. Sst ..." Kiki menaruh jari telunjuknya ke bibirnya menirukan gerakan Jung Kook di mobil.
Ki! Kan appa bilang rahasia.
"Aduh ... Perutku sakit" Jung Kook memegang perutnya dan buru-buru ke kamar mandi.
Kaburrr ...
Tapi tentu saja tidak mungkin Jung Kook berada di kamar mandi untuk seterusnya. Ia tahu ia harus mengaku. Rahasianya sudah dibongkar Kiki.
Ki ... Kenapa pake acara sendawa segala.
Rahasia kita jadi ketahuan.
Eomma bakal marahin appa.
Gimana ini, Ki?
Appa bingung mau ngomong apa.
Bantuin appa, Ki.
Dan persidangan dimulai ...
Pihak tergugat : Jeon Jung Kook
Pihak menggugat/Hakim: Jeon Ha Na
Saksi : Kiki
"Saudara Jung Kook ... Apa betul tadi anda meminum susu pisang?"
"Betul"
"Bukankah Anda tahu kalau istri anda hanya memperbolehkan anda dan anak anda meminum satu botol susu pisang setiap harinya?"
"Saya tahu"
"Jadi apa maksudnya memisahkan nota dua susu pisang yang sudah anda dan anak anda minum?"
Jung Kook hanya diam. Kemudian berkata "Saya bersalah. Saya mengakui kesalahan saya. Pertama karena mengajari anak saya berbohong. Kedua karena membohongi istri saya"
"Saya sebagai hakim akan memutuskan hukuman anda"
Dicubit, dijewer, ditendang, dipukul, atau KDRT jenis baru?
"Kookie ... Gendong aku sampai kamar. Aku capek"
Jung Kook langsung menggendong Hana ala bridal style ke ranjang.
"Berdiri dengan kedua tangan"
Jung Kook melakukan hand stand.
Setelah sepuluh menit ...
"Noona ... Sampai kapan? Aku capek" tangan Jung Kook mulai bergetar.
"Sudah selesai. Jangan diulangi lagi"
Kiki hanya bisa melihat Jung Kook sambil menyentuh hidungnya ~ Appa ... Maafin Kiki. Kiki nggak mau hidung Kiki jadi panjang kayak Pinokio.