
Pagi hari ...
Jung Kook yang masih berbaring di ranjang membuka matanya. Ia tak melihat Hana di ranjang mereka.
Noona ke mana?
Di kamar mandi?
"Klontang ... Klontang ..." Suara dari luar kamar. Jung Kook segera beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar. Ia melihat Hana sedang sibuk di dapur.
"Noona ... Biar aku aja yang bikin sarapan." Jung Kook mengambil sendok sayur dari tangan Hana.
"Aku udah baikan. Panasku sudah turun."
Jung Kook meletakkan tangannya di dahi Hana ~ Sudah nggak sepanas kemarin.
"Noona duduk aja. Biar aku yang lanjutin." Jung Kook memaksa. Hana menyerahkan sendok sayurnya ke tangan Jung Kook. Ia pun duduk di meja makan. Melihat punggung Jung Kook yang sedang mengaduk bubur yang dibuatnya.
Sesekali Jung Kook melihat Hana.
"Noona berebah lagi aja. Nanti aku antar buburnya ke kamar."
Hana mulai menuju ke kamar untuk berbaring lagi. Ia tadi tak tega membangunkan Jung Kook. Karena Jung Kook begitu terlelap dalam tidurnya.
Sementara itu di dapur ...
Bubur sudah matang. Jung Kook mengambil mangkuk dan mengisinya dengan bubur. Menaruh Nori flakes di atasnya. Ia pun menuju ke kamar.
Ia mulai menyuapi Hana.
"Aku bisa makan sendiri," ucap Hana.
Tapi Jung Kook masih menyuapi Hana. Setelahnya ia mengambilkan air hangat untuk diminum Hana.
"Gomawo."
Kookie ...
Aku seharusnya mulai melihat kelebihan-kelebihanmu dibandingkan kekurangan-kekuranganmu.
Kau bisa mengemudikan mobil.
Kau bisa memasak.
Malah lebih jago dari aku.
Kalau Nam Joon oppa masak, bakal gosong wajannya bukan makanannya.
"Noona tidur lagi aja."
Hana berebah lagi dan tertidur. Tubuhnya masih membutuhkan banyak istirahat.
Kiki mulai bangun.
"Appa ..."
Kiki menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita ke dapur. Ada bubur. Mumpung masih hangat. Appa juga mau makan."
Jung Kook menggendong Kiki dan membawanya ke dapur. Menaruh Kiki di kursi anak. Ia mulai menyiapkan dua mangkok bubur. Satu untuk dirinya. Satu untuk Kiki.
Mereka pun makan bersama.
Noona ...
Cepat sembuh ...
Aku ingin kita bisa makan bertiga lagi.
"Tambah ..." Kiki mengangkat mangkuknya. Ia meminta bubur lagi.
"Appa juga mau nambah, Ki."
Jung Kook mengambil mangkuk Kiki dan mangkuknya. Mengisinya dengan bubur.
...🌼🌼🌼...
"Ki ... Ayo mandi sama appa." Jung Kook mulai membuka pakaian Kiki. Ia mandi bersama Kiki di kamar mandi yang berada di luar kamar tidur. Ia tak ingin Hana terbangun karena bunyi air dari kamar mandi.
Jung Kook mengeringkan tubuhnya dan tubuh Kiki. Memakaikan baju bersih ke Kiki.
"Kiki main di luar, ya. Jangan ribut. Nanti eomma bangun."
Kiki seolah-olah mengerti perkataan Jung Kook. Ia mengambil mainan yang tidak mengeluarkan suara. Kiki mulai bermain.
Saat sudah bosan dengan mainannya Kiki mulai mengambil buku tentang angka, huruf dan benda.
Jung Kook mulai mengajari Kiki.
"Satu, dua, tiga ..."
"Satu, dua, tiga ..." Kiki meniru Jung Kook.
Waktu berlalu.
Sudah waktunya makan siang. Jung Kook sebelumnya sudah menanak nasi. Ia sengaja menaruh air agak banyak agar nasinya jadi lembek dan mudah dicerna Hana.
Lauknya apa, ya?
Telur orak-arik aja.
Jung Kook mulai mengeluarkan telur dari kulkas. Memecahkan dan mengocok telur. Menambahkan sedikit merica. Ia memanaskan wajan. Lalu menaruh sedikit minyak. Jung Kook mulai membuat telur orak-arik.
Jung Kook menyiapkan piring. Mengisinya dengan nasi lembek dan menambahkan topping telur.
"Noona ... Sudah waktunya makan siang." Jung Kook membangunkan Hana.