Oh My Baby

Oh My Baby
love letter


Saat santai di ranjang ...


"Kookie ... Aku sudah cukup sehat. Permintaanmu yang di studio foto itu apa? Aku ingin segera mewujudkannya."


"Aku pengen surat cinta dari Noona."


"Surat cinta?"


"Iya."


Biasanya hubungan antara pria dan wanita itu dimulai dari pacaran, menikah, mempunyai anak. Tetapi dalam kasus Hana dan Jung Kook bertolak belakang. Punya anak, menikah barulah berpacaran.


"Bukannya kamu sering dapet surat cinta?"


"Tapi aku maunya yang dari Noona."


Saat Jung Kook sekolah dulu, ia sering mendapat surat cinta. Baik dari junior, seangkatan bahkan senior. Teman-teman sekolah Hana juga sering menitipkan surat cinta untuk Jung Kook.


Hana mengambil kertas. Ia membelakangi Jung Kook. Ia mulai menulis. Lalu ia melipat kertas tersebut dua kali.


"Ini ..." Hana menyerahkan kertas itu ke Jung Kook.


Kok cepat?


Nggak sampe semenit.


Jung Kook membuka surat cinta dari Hana.


Kookie ...


Kok cuma dua baris.


"Noona ... Ini singkat banget. Aku mau yang panjang."


Hana mengambil lagi kertas putih. Ia menulis lagi. Melipat kertas tersebut dan memberikannya ke Jung Kook.


Kok cepat lagi?


Jung Kook membuka surat cinta dari Hana. Isinya ...


IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII


Loveeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee


Youuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu


"Noona ... Bukan yang seperti ini. Aku mau yang banyak kata-katanya."


Aku mau surat cinta yang seperti Noona buat untuk Nam Joon Hyung. Yang harum kertas dan amplopnya. Yang indah designnya.


Hana mulai menulis lagi. Punggungnya dan punggung Jung Kook bersentuhan. Saat ia merasakan pergerakan Jung Kook ...


"Jangan lihat."


Jung Kook pun diam. Ia menunggu sampai Hana selesai menulis.


Ini mirip hukuman seperti jaman sekolah dulu. Saat lupa kerjain PR. Menulis "Saya tidak akan lupa mengerjakan PR 100 kali". Aku harus menulis berapa banyak supaya Jung Kook puas.


"Sudah selesai." Tangan Hana mulai pegal.


Jung Kook membuka kertas. Dan melihat isinya ...


"Noona ... Bukan seperti ini." Jung Kook protes.


"Tadi minta yang panjang, aku sudah turutin. Minta yang banyak kata-katanya juga sudah aku turutin. Kamu maunya yang bagaimana? Tanganku sudah pegel ini." Hana ikut protes. Ia merasa sudah memenuhi permintaan Jung Kook.


"Aku mau surat cinta yang seperti Noona buat dulu untuk Nam Joon Hyung."


"Yang kamu minta aku revisi terus itu?"


"Iya ..."


Dulu saat Hana menulis surat cinta untuk Nam Joon, ia meminta pendapat Jung Kook sebagai seorang pria. Tapi tentu saja Jung Kook tidak suka. Ia bilang surat yang dibuat Hana jelek walaupun sebenarnya sudah bagus. Sampai akhirnya Hana tidak jadi memberi surat cinta untuk Nam Joon karena Jung Kook selalu bilang jelek.


"Kookie ... Cinta itu nggak usah ditulis. Cukup melalui perbuatan kita." Hana mulai mendekat ke tubuh Jung Kook.


"Seperti ini ..." Hana mencium pelipis Jung Kook.


"Seperti ini ..." Hana mencium pipi Jung Kook.


"Dan seperti ini ..." Jung Kook sudah tidak tahan lagi. Ia langsung mencium bibir Hana. Ciuman mereka semakin intens. Tangan Jung Kook sudah bergerak ke dalam atasan yang dipakai Hana.


"Appa ..." Kiki tiba-tiba masuk ke dalam kamar yang memang terbuka. Membuat kaget Jung Kook dan Hana yang mulai memanas. Kiki tadi masih bermain di ruang tamu. Sedangkan ayah dan ibunya berada di kamar.


Jung Kook cepat-cepat melepaskan tautan bibir mereka.


"Kiki ngantuk?" Jung Kook bertanya.


"Iya ..."


"Kita sikat gigi dan cuci muka dulu." Jung Kook mengajak Kiki ke kamar mandi.


"Noona ... Jangan tidur. Habis ini kita sambung lagi."