
"Saya Kiki. Pemeyan Min Tae Joon. Mohon makanannya."
Semua yang mendengar perkataan Kiki tertawa.
"Mohon bantuannya." Hana mengoreksi Kiki.
"Mohon bantuannya."
"Kiki tenang saja. Nanti kalau syuting akan ada truk makanan." Sutradara memberitahu Kiki.
Mata Kiki terbuka lebar ~ Tyuk makanan?
Kiki tahu truk itu besar. Kalau ada makanan berarti ada banyak makanan.
"Kiki suka makan apa?" Sutradara bertanya lagi.
"Chicken."
"Chicken? Nanti samchon bilang ke ahjumma buat sediain chicken buat Kiki."
"Eomma ... Chicken." Kiki tersenyum lebar melihat ibunya yang sedang memangku dirinya. Hana membalas senyuman Kiki.
"Baiklah ... Kita mulai readingnya sekarang." Sutradara memulai reading naskah.
Semua aktor dan aktris serius. Mereka membaca dialog mereka. Sesekali sutradara mengoreksi pelafalan mereka.
"Nada suaranya dinaikkan lagi."
"Buat terasa lebih sedih lagi."
Saatnya makan siang ...
"Kita istirahat 30 menit. Staff sudah menyiapkan makanan di ruangan sebelah." Sutradara memberi instruksi.
Kiki langsung turun dari pangkuan ibunya. Ia ingin segera makan. Ia mengikuti senior-seniornya yang menuju ke ruangan berisi makan siang mereka.
Jung Kook menggendong Kiki karena meja berisi makanan terlalu tinggi buat Kiki. Kiki memilih makanan yang ingin ia makan. Hana yang membawa piring mulai mengisi piring dengan lauk kesukaan Kiki.
Hana, Jung Kook dan Kiki mulai makan. Hana ingin semeja dengan Min Hyuk tapi tentu saja ia menahan diri karena Kiki masih pemula. Dan ada kemungkinan ada pemeran lain yang lebih dekat dengan Min Hyuk dibanding dirinya.
Min Hyuk mendekati meja Hana dan duduk di samping Jung Kook.
"Aku dengar kamu pernah tanding di underground?" Min Hyuk bertanya ke Jung Kook.
"Pernah."
"Oppa tahu dari siapa?" Hana bertanya.
Hana melihat sekilas video pertarungan underground Jung Kook. Tapi ia langsung mempause video itu. Ia tak ingin menontonnya lagi. Terlalu sakit bagi Hana melihat Jung Kook terkena pukulan lawannya.
"Oppa ... Aku dengar dalam sehari seorang aktor bisa syuting sampai 20 jam. Bahkan kadang nggak tidur. Apa itu benar?"
"Benar. Tapi jangan kuatir. Kiki masih kecil. Adegannya juga nggak banyak. Yang paling kasihan sebenarnya staff produksi. Mereka harus tiba di lokasi syuting lebih dulu dan pulang paling terakhir. Bahkan terkadang mereka tidur di tempat syuting."
Hana tahu semua bidang pekerjaan membutuhkan ketekunan dan kerja keras. Terkadang ada yang harus dikorbankan demi mencapai kesuksesan.
Kiki sudah selesai makan. Ia turun dari kursi dan mulai bermain dengan aktor cilik yang lain.
"Hyun ..."
Waktu istirahat selesai, para pemeran memulai reading lagi. Reading ini terutamanya agar para pemeran saling mengenal sehingga mengurangi rasa canggung saat syuting di lokasi.
Kiki yang biasanya tidur siang pun tertidur. Hana membawa Kiki keluar dari ruangan. Sutradara paham. Bila ada aktor cilik tentu saja jam istirahat mereka lebih banyak dari aktor yang sudah dewasa. Terkadang bisa rewel atau tertidur, bahkan menolak syuting.
"Kiki boleh pulang untuk saat ini. Nanti akan kami hubungi lagi untuk jadwal syutingnya," ucap salah satu staff.
"Terima kasih. Kami pulang dulu." Hana ijin pulang.
Hana, Jung Kook dan Kiki pun menuju ke area parkir.
"Noona ... Biar aku yang gendong Kiki." Jung Kook mengambil Kiki dari gendongan Hana. Kiki sudah benar-benar tertidur pulas.
Di area parkir, Hana membukakan pintu mobil untuk Jung Kook supaya Jung Kook bisa menaruh Kiki di baby seatnya.
"Chicken ... Nyam ... Nyam ..." Kiki mengigau dalam tidur. Mulutnya terlihat sedang mengunyah ayam goreng kesukaannya.
Ki ...
Begitu sukanya Kiki sama ayam.
Sampai kebawa mimpi.
Nanti appa beliin chicken buat Kiki.
Mereka pun pulang.
"Untung saja drama ini sutradaranya sangat baik. Aku senang kerjaan Kiki yang pertama di dunia akting dapet sutradara seperti dia."
"Tapi Noona ... Ini cuma reading. Kalau sudah di lokasi syuting mungkin bisa beda lagi. Siapa tahu tanduknya muncul seperti ..."
"Seperti ...?"
Seperti Noona kalau marah.