Oh My Baby

Oh My Baby
little manager


Keesokkan harinya saat menjemput Kiki dan Seon Ho di daycare.


Hana langsung membawa mereka ke studio pemotretan. Sekali lagi Seon Ho merasa takjub. Kemarin ia melihat studio drama dan hari ini ia melihat studio foto.


"Samchon ... Mohon kerjasamanya untuk Kiki." Seon Ho menyerahkan kartu nama yang ia buat sendiri dengan kedua tangannya ke Tae Tae. Ada tertulis nama Seon Ho dengan jabatan manajer beserta nomor ponselnya.


"Hana ... Dia?" Tae Tae bertanya.


"Dia anakku."


Anak?


Hana menikah dengan duda anak satu?


Aku terlambat?


"Bukan, oppa." Hana tersenyum melihat Tae Tae yang terkejut.


"Dia itu teman Kiki di daycare. Ibunya sedang bekerja jadi ia aku bawa sekalian ke sini. Sekarang ia jadi manajer Kiki," lanjut Hana.


Seon Ho mengikuti ke mana Kiki pergi. Bila Kiki haus, ia langsung mengeluarkan botol minum dari tasnya. Bila Kiki kepanasan, ia akan mengambil kipas angin mini untuk menyejukkan Kiki. Persis seperti manager.


Selama ini boleh dibilang Hana dan Jung Kook yang menjadi manajer Kiki secara tidak langsung karena Kiki belum bergabung dengan agensi. Hana melihat aktifitas Kiki masih bisa ia tangani. Selain itu Hana juga takut bila Kiki bergabung dengan agensi maka agensi akan mengeksploitasi Kiki dengan memberikan Kiki banyak pekerjaan walaupun itu artinya uang yang mereka terima juga tambah banyak.


Hana hanya ingin Kiki menikmati masa kecilnya walaupun Kiki punya aktifitas tambahan.


Kiki mulai melakukan pemotretan.


"Kiki tambah tinggi, ya?" Tae Tae bertanya.


"Dua centi." Jari Kiki menunjukkan angka dua. Tadi sewaktu ia di daycare, pengurus di sana mengukur tinggi anak-anak di daycare.


"Seon Ho nambah tinggi berapa centi?" Hana bertanya.


"Satu Senti aja, imo. Bisa-bisa nanti Kiki yang lebih tinggi dari Seon Ho." Seon Ho mulai kawatir.


"Seon Ho harus banyak minum susu seperti Kiki. Biar bisa tambah tinggi.'


"Eomma nggak punya uang buat beliin Seon Ho susu." Seon Ho berkata pelan. Sudah lama sejak ia meminum susu. Gaji yang diterima ibunya lebih diutamakan untuk sewa kamar di goshiwon, makanan dan kebutuhan penting lainnya.


Apa karena itu Seon Ho semakin kurus?


Hana jadi terenyuh melihat Seon Ho.


Pantas saja waktu ia memberi Seon Ho susu pisang, Seon Ho senang luar biasa.


"Kookie ... Pulang nanti kita mampir ke supermarket sebentar."


"Bukannya kita sudah ke sana kemarin?'


"Aku ingin belikan Seon Ho susu bubuk. Ia sudah lama tidak minum susu."


Sepulang dari studio foto, mereka mampir ke supermarket. Hana mengajak mereka mampir ke rak susu bubuk.


"Seon Ho biasanya minum susu apa?" Hana belum tahu merk susu bubuk apa yang biasanya Seon Ho minum.


"Yang ini."


Hana mengambil dua kotak besar susu bubuk untuk Seon Ho.


Kemudian mereka ke rak camilan.


"Seon Ho suka camilan yang mana?"


Seon Ho ragu-ragu. Ia merasa ada nada kasihan dari perkataan Hana. Dan ia tidak mau orang lain mengasihaninya karena ia tidak punya ayah.


Melihat Seon Ho yang hanya diam, Hana mensejajarkan matanya dengan mata Seon Ho.


"Apa Imo kasihan dengan Seon Ho?" Seon Ho bertanya.


"Imo memang kasihan dengan Seon Ho. Dulu imo juga sempat hidup susah. Tapi ... Imo belikan Seon Ho susu dan camilan bukan karena kasihan. Imo belikan susu dan camilan karena Seon Ho sudah jadi manajer Kiki. Besok-besok Seon Ho jadi manajer Kiki lagi, ya."


Air mata Seon Ho mulai menetes. Entah kenapa, ia juga tidak mengerti.


"Gamsahamnida, Imo."


Seon Ho mulai memilih camilan untuk ia bawa pulang. Ia juga memilih camilan kesukaan ibunya.


Pulang dari supermarket, ia merasa senang. Ia bisa membawa camilan kesukaan ibunya.


"Gamsahamnida, Imo, Samchon." Seon Ho sekali lagi berterima kasih.