
Seon Ho masuk kembali ke dalam rumah. Kiki merasa sangat senang.
"Maafkan aku yang tidak membicarakannya lebih dulu denganmu." Hana merasa tidak enak dengan Jung Kook karena memutuskan secara sepihak soal adopsi Seon Ho.
"Noona nggak bilang juga, aku sudah tahu. Noona memang ingin merawat Seon Ho, kan? Cuma karena kondisi keuangan kita, Noona jadi ragu."
Untuk sementara waktu Seon Ho tinggal di rumah Hana. Sebenarnya jika ada keluarga Seon Ho, baik dari pihak ayah, atau dari pihak ibu, yang ingin merawat Seon Ho, mereka yang lebih berhak daripada Hana dan Jung Kook yang tidak ada hubungan darah dengan Seon Ho.
Tapi sejak kematian Seon Mi, tidak ada satu pun keluarga Seon Ho yang datang. Mereka sepertinya lepas tangan soal Seon Ho.
Petugas dinas sosial juga tidak serta merta langsung menyetujui Hana dan Jung Kook untuk mengadopsi Seon Ho. Ada beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan terutama dari sisi finansial.
Saat interview tiba. Hana dan Jung Kook ditanya berbagai macam pertanyaan. Satu hal yang sedikit membuat Hana tersinggung.
"Apakah kalian mengincar uang asuransi Seon Ho?"
"Asuransi?"
"Uang asuransi yang diterima Seon Ho cukup besar nominalnya."
"Saya tidak pernah tahu soal uang asuransi. Tapi jika memang Seon Ho menerimanya, kami akan menabungnya untuk Seon Ho."
"Bukankah kondisi keuangan kalian tidak begitu bagus."
Hana jadi emosi. "Maksud kalian, saya ingin mengadopsi Seon Ho karena uang?"
"Noona tenang. Jangan emosi." Jung Kook menggenggam tangan Hana untuk menenangkannya. Ia sebenarnya juga tersinggung. Tapi wajar jika petugas dinas sosial mengira seperti itu.
Petugas dinas sosial juga menanyai Seon Ho. Seon Ho menjawab apa adanya.
"Seon Ho suka tinggal di rumah Hana Imo?"
"Suka."
"Apa Hana ini dan Jung Kook samchon baik sama Seon Ho?"
Petugas dinas sosial juga bertanya ke pengurus daycare, ke tetangga, ke pihak-pihak yang mengenal Hana. Mereka tak ingin kasus kematian anak karena kekerasaan dari orang tua angkat yang baru-baru ini membuat heboh masyarakat terjadi lagi.
Poin Hana dan Jung Kook cukup tinggi. Tidak ada masalah dalam perilaku mereka. Yang menjadi permasalahan adalah keuangan mereka karena Jung Kook tidak punya penghasilan yang tetap.
Petugas dinas sosial datang ke rumah Hana dan Jung Kook untuk memberikan hasil akhir setelah beberapa riset.
"Maaf. Untuk saat ini Anda belum bisa mengadopsi Seon Ho."
Hana menitikkan air matanya. Itu artinya ia harus berpisah dengan Seon Ho. Hana menangis di dekapan Jung Kook. Ia harus merelakan Seon Ho.
"Bagaimana kalau saya yang menjaminnya?" Yoon Gi yang saat itu sedang berada di rumah Hana berkata.
"Masalahnya hanya di uang, bukan? Saya yang akan membiayai seluruh kebutuhan Seon Ho. Sepuluh juta won setiap bulan cukup? Atau perlu saya tambah lagi?"
Petugas dinas sosial itu tentu saja mengenal Yoon Gi yang merupakan seorang produser musik dan juga penyanyi yang jumlah kekayaaannya bagai Sultan itu.
Petugas-petugas dinas sosial itu saling berdiskusi. Petugas A berkata "Sebenarnya tidak ada masalah dengan ibu Hana dan bapak Jung Kook."
"Jika Tuan Min yang bersedia membiayai Seon Ho akan lain ceritanya." ucap petugas B.
Hana melihat Yoon Gi. ~ Gomawo, oppa.
Petugas dinas sosial akhirnya bersuara. "Kami akan membicarakannya lagi di kantor." Mereka lalu pamit pulang.
Seon Ho yang sudah mengenakan ransel berisi pakaiannya kembali melepas ranselnya. Ia senang bisa tinggal lebih lama di rumah Kiki.
"Oppa, gomawo." Hana berterima kasih ke Yoon Gi.
"Aku lapar. Kau bisa bikinin aku ramyeon?" Yoon Gi mengalihkan pembicaraan.
"Bisa." Hana berjalan ke dapur dan mulai memasak ramyeon.