Oh My Baby

Oh My Baby
chuseok


Malam harinya ...


Jung Kook menelpon Hana. Ia sudah merindukan Hana.


"Noona ..."


"Appa ..." Kiki yang menjawab panggilan dari Jung Kook.


"Eomma?"


"Mandi."


"Kiki kangen appa?"


"Kangen."


"Siapa yang telpon, Ki?" Hana baru saja keluar dari kamar mandi.


"Appa ..." Kiki menghampiri Hana sambil membawa ponsel ibunya.


Mereka pun berbincang.


"Kiki nggak nakal?"


"Nggak."


"Noona baik-baik aja?"


"Baik."


Kok Noona cuma jawab satu kata aja.



"Hmmm ... Hmmm ..." Jung Kook bingung harus bicara apa.


"Hmmm ..." Kiki menirukan Jung Kook.


"Kookie ... Nyanyiin lagu buat aku."


"Noona mau dinyanyiin lagu apa?"


"Yang baru aja kamu ciptain."


"Yang mana, Noona?"


"For everyday ..."


"Yang itu."


Jung Kook mulai bernyanyi.


"For every day, I Miss you."


"For every hour, I need you."


"For every minute, I feel you."


"For every second, I want you."


Hana mendengarkan nyanyian Jung Kook. Tiap liriknya adalah ungkapan cinta Jung Kook ke Hana.


Kookie ... Gomawo.


Sudah mencintaiku diriku lebih dari yang pernah aku bayangkan.


...🌼🌼🌼...


Jung Kook menyelesaikan latihannya di luar kota. Ia lalu pulang ke rumah orang tuanya untuk menjemput Hana.


"Appa ..." Kiki menyambut Jung Kook.


Kiki menyentuh kantong plastik berisi camilan. Ada bau harum di sana. Membuat "cacing-cacing" di perut Kiki bergejolak.


"Appa bawa kue kenari. Kesukaan halmi."


Kiki lalu membawa bungkusan itu ke neneknya. Tentu saja Kiki menunggu neneknya membuka bungkusan itu. Ia juga mau memakannya.


Nenek Kiki tahu arti pandangan Kiki. Ia lalu ia membuka bungkusan kue kenari. Mengambil satu buah lalu memberi kue kenari lainnya ke Kiki.


"Bawa buat eomma sama halji." Nenek Kiki berpesan sambil memberikan bungkusan yang berisi kue kenari.


"Eomma ... Halji ..." Kiki mencari ibu dan kakeknya.


Di kamar Hana ...


"Kookie ... Kita langsung pulang atau nginap lagi?"


"Aku pengen nginap."


"Kau capek?"


"Capekkk" Jung Kook mendekat ke arah Hana dan memeluknya. "Baterei"nya perlahan terisi.


Setelahnya Hana menyiapkan baju bersih untuk Jung Kook.


...🌼🌼🌼...


Hana, Jung Kook dan Kiki menjemput ibu kandung Hana untuk merayakan chuseok bersama di rumah orang tua Jung Kook.


Di rumah orang tua Jung Kook ...


"Ibu ... Ayah ... Ini mama Hana." Hana memperkenalkan mama kandungnya, mama yang telah melahirkannya ke dunia ini.


"Mama ... Ini Ayah dan Ibu yang sudah merawat Hana selama ini."


Mereka saling berkenalan satu dengan yang lain.


Hana dan Jung Kook membuat songpyeon, kue beras ciri khas Chuseok.


"Noona ... Kau harus membuatnya cantik seperti ini." Jung Kook memamerkan songpyeon yang baru saja dibuatnya.


"Katanya kalau kita membuatnya dengan cantik maka anak perempuan kita nantinya juga cantik," kata Jung Kook mengingatkan.


Hana teringat saat dulu mereka masih remaja saat membuat songpyeon saat Chuseok.


Flashback.


Jung Kook melihat songpyeon buatan Hana.


"Noona ... Songpyeon buatanmu itu jelek. Nanti suamimu wajahnya juga jelek, lho." ejek Jung Kook.


"Lihat ini buatanku. Cantik, kan? Nanti istriku juga cantik." kata Jung Kook memamerkan songpyeon buatannya.


Hana menangis "Eomma ... Aku nggak mau punya suami jelek." Ia mengadu ke ibunya.


"Noona menikah sama aku aja," kata Jung Kook.


"Nggak boleh. Kita itu saudara. Kakak dan adik itu nggak boleh nikah."


Tapi Noona ...


Kita itu bukan saudara kandung.


Dan aku mencintaimu.


Bukan cinta adik ke kakaknya.


Tapi cinta seorang pria ke wanitanya.


Hana tidak mau mempunyai suami yang jelek. Maka dari itu saat Tae Tae yang tampan memintanya untuk menjadi pacarnya, ia menyetujuinya.


Tapi saat ia berpacaran dengan Nam Joon, Jung Kook menyinggung lagi soal songpyeon buatan Hana.


"Noona ... Makanya bikin songpyeon yang cantik. Masa habis dapat siswa tertampan di sekolah dapat yang jelek."


"Nam Joon oppa itu tampan. Tampan. Dia pintar. Bahasa Inggrisnya juga jago. IQnya apalagi, 148." Hana membela Nam Joon.


"Jadi, Noona bersamanya untuk memperbaiki keturunan?"


"Iya ... Biar anak-anakku sepintar ayahnya."


"Tapi Noona ... Kepintaran anak itu menurun dari ibunya. Kalau ibunya pintar, anaknya juga pintar. Kalau ibunya bodoh ..."


"Kau mengejekku?" Hana tersinggung. Tangannya mulai mencubit Jung Kook.


"Ouch ... Ouch ... Ouch ..." Jung Kook kesakitan menerima cubitan Hana.


"Dulu nilai-nilaiku memang rendah tapi sekarang sudah membaik karena ada Nam Joon oppa yang mengajariku."


Flashback end.


Kembali ke masa sekarang ...


Hana membentuk songpyeonnya secantik mungkin. Ia menginginkan anak perempuannya kelak juga berwajah cantik.


Tapi ia menyerah.


Biar Jung Kook saja yang membuat songpyeon.


Semoga anak perempuan kami kelak cantik hati dan rupanya.


Kiki juga mengambil satu adonan. Ia menaruh isian lalu membentuknya. Jari-jari Kiki mencoba meniru Jung Kook tetapi gagal. Jadinya songpyeon Kiki berbentuk bulat biasa.


Mereka mulai mengukus songpyeon. Ada yang berisi kacang hijau tumbuk, ada yang berisi wijen, kacang tanah tumbuk. Setelah beberapa lama songpyeon pun matang.


Setelah agak hangat mereka memakannya.


Kiki juga ikut makan. Dia meniup dulu songpyeon di piringnya lalu memakannya.


Kiki mau nambah lagi tapi Hana tidak memperbolehkannya "Sebentar lagi kita makan kimchi jeon dan japchae buatan Halmi dan Halmii mama."


Hana hanya takut Kiki terlalu kenyang dan tidak bisa memakan makanan berat.


Mereka sekeluarga mulai makan bersama di meja makan. Hana senang ayah dan ibu angkatnya mau menerima kehadiran ibu kandungnya.


Masa lalu ibunya memang buruk. Tapi ia sudah berubah sekarang.


Ibu Jung Kook memperlihatkan foto-foto Hana sewaktu kecil. Seandainya saat itu keadaan mama Hana baik, pasti ia yang akan merawat dan membesarkan Hana. Tapi itu sudah masa lalu.


Jung Kook mengantar ibu mertuanya pulang. Hana dan Kiki juga ikut. Kiki tertidur saat di perjalanan.


"Tidak usah mengantar mama," ucap mama Hana saat Hana dan Jung Kook hendak mengantar mama Hana sampai depan rumah.


"Kasihan Kiki. Hari sudah malam. Mama bisa jalan sendiri." Mama Hana melihat Kiki yang sudah tertidur pulas di baby seatnya.


"Baiklah ... Kami pulang dulu, Ma." Hana dan Jung Kook pamit pulang.


"Hati-hati di jalan." pesan mama Hana.


Dalam perjalanan pulang ke rumah ...


"Kookie ... Apa kau tidak curiga?"


"Curiga apa?"


"Ayah dan ibu sepertinya kenal dengan mama."


"Tapi hari ini pertemuan pertama mereka."


"Entah kenapa, aku merasa mereka pernah bertemu sebelumnya."


"Apa mungkin mereka bertemu saat Noona diadopsi?"


"Mungkin saja. Tapi kalau ayah dan ibu mengenal mama, mereka pasti memberitahuku, kan? Mungkin ada sesuatu yang mereka tutupi?"


Mobil mereka sampai di tempat parkir apartemen mereka.


Hana turun. Disusul Jung Kook yang menggendong Kiki yang sudah tidur.


Di rumah ...


Hana masih kepikiran. Ia jadi susah tidur.


"Noona ... Sudah malam. Waktunya tidur." Jung Kook merapatkan tubuhnya ke tubuh Hana. Memeluk Hana.


Pelukan Jung Kook membuat Hana merasa tenang. Tak lama kemudian ia mengantuk dan tertidur.