Oh My Baby

Oh My Baby
book store


"Kookie ... Kita mampir dulu ke toko buku." Hana menepuk-nepuk tangan Jung Kook.


Jung Kook mengemudikan mobilnya menuju ke toko buku. Boleh dibilang kebiasaan membaca buku Nam Joon sudah menular ke Hana.


Hana melihat-lihat buku. Ada satu buku yang menarik perhatiannya.


"The Life-Changing Magic of Tidying Up" yang ditulis oleh Marie Kondo. Buku tentang beres-beres.


"Kiki mau buku yang mana?" Hana bertanya saat mereka berada di counter buku anak.


Kiki menunjuk buku tentang kura-kura dan kelinci. Kiki tertarik dengan buku itu karena ada gambar kelincinya.


"Yang ini?" Hana menunjuk buku yang dipilih Kiki.


Kiki menganggukkan kepalanya. Hana membayar buku yang dipilihnya dan buku yang dipilih Kiki.


"Kookie ... Kita mampir ke sebelah dulu." Hana ingin meminum strawberry milkshake yang dijual di cafe sebelah toko buku.


Saat ia masih berpacaran dengan Nam Joon, ia sering diajak Nam Joon mampir setelah membeli buku. Masih teringat jelas diingatan Hana saat Nam Joon asyik membaca buku. Ia hanya bisa memperhatikan Nam Joon yang serius membaca buku.


"Oppa ... Aku iri dengan buku."


"Kenapa?" Mata Nam Joon masih terarah ke buku.


"Aku mau pulang aja." Hana merasa tidak diperhatikan.


Nam Joon langsung menaruh buku yang dibacanya.


"Maaf. Aku terlalu fokus dengan buku."


"Oppa segitu sukanya dengan buku."


"Tapi ... Aku lebih suka kamu," ucap Nam Joon malu-malu.


Flashback end.


Hana memesan strawberry milkshake.


"Kookie ... Kau mau apa?" Hana bertanya ke Jung Kook.


"Sama kayak Noona."


"Strawberry milkshake dua."


Seorang pengunjung mengambil pesanannya setelah melihat gadget kecil berbentuk lingkaran yang diberikan kasir menyala, tanda pesanannya telah selesai.


"Hana ..."


"Oppa ..." Hana mengenali suara itu. Suara Nam Joon.


"Bungkus atau minum sini?"


"Bungkus." Jung Kook langsung menjawab. Ia tak ingin Hana dan Nam Joon bertemu lebih lama.


"Silakan ditunggu." Kasir memberikan gadget ke Hana.


Jung Kook mencari tempat duduk agak jauh dari Nam Joon. Jung Kook yang sedang menggendong Kiki yang tertidur hanya diam. Hana tahu Jung Kook kesal dan marah.


Gadget menyala. Hana mengambil pesanannya dan berpamitan pulang ke Nam Joon "Aku pulang dulu, oppa."


Di mobil ...


Suasana agak tegang di antara Hana dan Jung Kook. Tak ada pembicaraan di antara mereka. Hanya ada suara menyeruput strawberry milkshake.


Sesampainya di rumah ...


Jung Kook menaruh Kiki yang tertidur di ranjang mungilnya.


"Kookie ... Aku mau bicara. Kita bicara di ruang tamu." Hana takut Kiki terbangun.


Hana dan Jung Kook duduk di sofa.


"Kookie ..." Hana melihat raut wajah Jung Kook yang masih kesal.


"Aku nggak ada maksud untuk bertemu Nam Joon oppa di cafe tadi." Hana berusaha menjelaskan ke Jung Kook.


Jung Kook hanya diam.


"Maaf kalau aku sudah menyakiti hatimu. Aku ... Seperti yang kau tahu. Aku ... Masih belum bisa melupakan Nam Joon oppa sampai saat ini. Tapi ... Aku ingin pernikahan kita berhasil. Aku ... Ingin tetap bersamamu. Bukan karena Kiki. Tapi karena aku yang ingin bersamamu."


"Kenanganku bersama Nam Joon oppa tidak bisa terhapus begitu saja. Aku mohon bantuanmu. Aku mohon pengertianmu. Aku ingin membuat lebih banyak kenangan indah bersamamu yang bisa menggantikan kenanganku bersama Nam Joon oppa." Air mata Hana mulai menetes.


Hati Jung Kook mulai luluh.


"Aku yang seharusnya meminta maaf ke Noona. Aku yang ..."


Ucapan Jung Kook terputus karena Hana tiba-tiba mencium Jung Kook.


"Jangan lagi meminta maaf karena kejadian Kiki. Aku sudah memaafkanmu sejak dulu."


"Noona ..." Jung Kook balas mencium Hana. Tangannya mulai bergerak.


"Jangan di sini. Nanti Sofanya kotor. Susah bersihinnya."


Jung Kook menggendong Hana dan membawanya ke dalam kamar.


Dan selanjutnya ... 🙈🙉🙊