
Pagi hari.
"Appa ..." Kiki yang masih berada di ranjangnya melihat ayahnya yang baru saja membuka matanya. Walaupun sebenarnya Jung Kook ingin Kiki tidur di kamar lain tapi sepertinya Kiki masih ingin tidur bersama di satu ruangan dengannya.
Kiki menghampiri Jung Kook. Ia naik ke atas ranjang. Jung Kook meregangkan tubuhnya.
"Ki ... Ayo siap-siap ke daycare." Jung Kook hendak membawa Kiki ke kamar mandi.
"Kiki mau boyos." Kiki menjawab. Ia tidak mau ke daycare.
Jung Kook menerka-nerka maksud dari kata boyos. ~ Kiki itu belum bisa huruf r. Jadi, kemungkinan besar boyos itu boros. Tapi Kiki belum tahu nilai uang. Uang kertas yang dikasih ibu aja sering dicoret-coret lalu dibuang ke tong sampah. Berarti bolos. Kapan Kiki bolos? Kan aku selalu antar Kiki.
"Kiki mau bolos?"
Kiki menganggukkan kepalanya.
"Siapa yang ajarin Kiki bolos?" Jung Kook bertanya walau ia sudah tahu jawabannya.
Sudah pasti Noona ini.
"Eom ..." Kiki hendak menjawab eomma. Tapi Mata Kiki dan Hana bertemu.
Saat Jung Kook berada di luar kota untuk pelatihan, Hana lah yang mengantar Kiki ke daycare. Tapi pagi hari itu Hana masih capek. Kiki yang bangun terlebih dahulu membangunkannya. "Eomma ... daycaye."
"Hari ini kita bolos, Ki. Eomma masih ngantuk. Kiki tidur lagi." Hana lalu menepuk-nepuk pantat mungil Kiki. Ia lalu lanjut tidur lagi. Tapi tentu saja Hana tidak bisa tidur berlama-lama. Ia harus memberi makan Kiki. Dan hari itu Kiki bolos ke daycare.
"Oahm ... Kiki ngantuk." Kiki memejamkan matanya dan menaruh kepalanya di dada Jung Kook. Ia pura-pura mau tidur lagi.
"Kiki harus ke daycare. Appa mau 'main' sama eomma." Walaupun kaki Jung Kook belum sembuh betul. Tapi yang lainnya masih normal.
"Kiki mau main." Kiki mengira ayah dan ibunya main seperti permainan yang ia mainkan.
"'Mainan' appa sama eomma beda sama mainannya Kiki. Nanti habis Kiki pulang dari daycare, kita main sama-sama Seon Ho Hyung." Jung Kook menggendong Kiki menuju ke kamar mandi. Ia memberi Kiki sikat gigi lalu menaruh pasta gigi. Kiki mulai menyikat giginya.
Jung Kook lalu mengantar Kiki ke daycare.
"Noona siap-siap. Aku mau 'hukum' Noona karena sudah ajarin Kiki bolos." Jung Kook tidak marah. Ia malah tersenyum nakal ke Hana.
Pasti Noona punya alasan bikin Kiki bolos.
Jung Kook dan Kiki bergandengan tangan. Mereka berjalan kaki ke daycare yang memang masih bisa dicapai dengan berjalan kaki. Biasanya Jung Kook akan menggendong Kiki di pundaknya. Tetapi karena Jung Kook masih menggunakan tongkat, ia belum bisa menggendong Kiki di pundak.
"La ... la ... la ..." Kiki bersenandung. Jung Kook ikut bersenandung. Walau dari luar Jung Kook terlihat baik-baik saja. Tetapi tidak di dalam hatinya. Ia masih berpikir cara untuk mendapatkan uang untuk keluarganya. Uang tabungannya sudah banyak dipakai saat membeli rumah.
Apa aku jadi penyanyi aja?
Tapi apa ada yang mau dengan penyanyi yang sudah jadi ayah?
Apa aku ikut acara Mr. Trot aja?
*Mr. Trot \= acara survival versi pria Mrs. Trot. Mirip-mirip Indonesian Idol dengan genre lagu trot.
Jung Kook melihat kakinya. ~ Kaki cepat sembuh. Kita harus secepatnya dapet kerjaan.
Tak terasa mereka tiba di depan daycare.
"Kiki ..." Seon Ho menghampiri Kiki.
"Hyun ..." Kiki berlari menuju ke Seon Ho.
"Appa, bye ... bye ..." Kiki melambaikan tangannya ke Jung Kook. Begitu juga Jung Kook. Jung Kook lalu pulang ke rumah.
"Kiki kapan bolos?" Jung Kook menginterogasi Hana.
"Waktu kamu lagi latihan di luar kota. Maaf. Aku nggak seharusnya ngajarin bolos. Tapi waktu itu aku bener-bener masih ngantuk. Maaf, ya." Hana menunjukkan puppy eyes nya. Ia tahu Jung Kook pasti memaafkannya.
"Noona mau dihukum apa? Ringan? Sedang? Atau berat?" Smirk muncul di ujung bibir Jung Kook.