
Hana menaruh buku yang dibacanya. Ia ingin duduk di samping Jung Kook yang sedang membacakan buku cerita untuk Kiki. Saat ia berdiri, tiba-tiba selimut yang dipakainya terlepas. Tubuh polosnya terlihat oleh Jung Kook.
Hana langsung membalik badannya. Mengambil selimut yang berada di lantai. Mengenakan kembali selimut. Hana lalu berbaring di ranjang. Membelakangi Jung Kook. Ia malu. Muka Hana memerah. Walaupun seharusnya tidak menjadi masalah karena mereka sudah sering melihat tubuh polos masing-masing.
Selimut ... Selimut ...
Kenapa pake acara jatuh segala.
Sedangkan Jung Kook yang melihatnya ~ Seandainya Kiki masih tidur, aku bakal "terkam" Noona lagi.
Tenang ... Tenang ... Kiki sudah bangun.
Nggak mungkin Kiki disuruh keluar kamar.
Rileks ... Rileks ... ~ Jung Kook berusaha meredam hasratnya untuk "memakan" Hana.
...ππππ’π’π’...
Selesai makan malam ...
Hana, Jung Kook dan Kiki bermain bersama.
Kiki mengambil topi kelinci dan menaruhnya di kepala Jung Kook.
"Appa keyinci."
Jung Kook memainkan topi kelinci. Membuat telinga kelinci bergerak-gerak.
Kiki memakai tas hijaunya agar mirip seperti batok kura-kura.
"Kiki kuya-kuya."
"Eomma jadi apa?" Hana bertanya ke Kiki.
Kiki berpikir "Eomma ... Eomma ..." Kiki bingung. Di buku kelinci dan kura-kura hanya ada dua pemeran.
"Eomma jadi toki eomma (ibu kelinci) aja, Ki." Jung Kook memberi saran.
Kiki menggelengkan kepalanya.
"Eomma ..." Kiki memberi buku cerita ke Hana untuk dibaca.
"Eomma yang baca bukunya?" Hana bertanya.
Kiki menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Hana mulai membuka buku dan membacanya.
"Kura-kura berjalan sangat pelan."
Kiki mulai tengkurap. Ia bergerak pelan menirukan kura-kura. Memajumundurkan kepalanya.
"Kelinci mengejek kura-kura."
"Kura-kura ... Kau lambat sekali jalannya. Lihat aku yang bisa berlari cepat." Jung Kook bersuara.
"Kelinci selalu mengejek kura-kura. Kura-kura menjadi kesal. Ia mengajak kelinci bertanding."
"Keyinci ... Kuya-kuya .. layi (lari)" ucap Kiki yang sudah berubah menjadi kura-kura.
"Kau pasti kalah kura-kura. Aku pasti jadi pemenangnya." Jung Kook berkata lagi.
Jung Kook langsung berlari ke garis finish.
"Yay ... Kelinci menang." Jung Kook bersorak kegirangan. Kiki yang melihatnya mulai menangis.
"Waaa .... Waaa ... Appa jahat ... Appa jahat ..." Kiki menangis. Ia merasa dikhianati Jung Kook si kelinci. Seharusnya kura-kura yang menang menurut buku cerita.
Hana mendekati Kiki dan mengusap air mata Kiki.
"Eomma .. Hiks ... Hiks ... Kuya-kuya kayah (kalah). Hiks ... Hiks ..." Kiki masih menangis sesenggukan. Ia memeluk erat Hana.
"Kookie ... Ngalah gitu sama Kiki. Ini bukan kompetisi." Hana merasa kesal dengan Jung Kook.
"Iya ... Appa minta maaf, Ki." Jung Kook mendekati Kiki. Mengusap air mata Kiki.
Dan cerita pun dimulai dari awal lagi.
Kiki tengkurap lagi menirukan kura-kura.
Hana mulai membuka buku dan membacanya lagi.
"Kura-kura berjalan sangat pelan."
"Kelinci mengejek kura-kura."
"Kura-kura lambat banget jalannya. Keong aja lebih cepat." Jung Kook menjadi kelinci yang mengejek kura-kura.
"Kura-kura mengajak kelinci bertanding."
"Keyinci ... Kuya-kuya ... Layi."
"Mereka pun bertanding. Kelinci langsung berlari dengan sangat cepat meninggalkan Kura-kura yang berjalan sangat lambat di belakangnya."
Kiki bergerak pelan menirukan kura-kura tapi kemudian berdiri dan langsung berlari dengan cepat sampai ke garis finish. Ia tak ingin ayahnya mengalahkannya.
"Kiki menang." Kiki bersorak kegirangan.
Ki ...
Kura-kura itu nggak bisa berdiri.
Apalagi lari.
Sudahlah ... Namanya juga masih kecil.
πΌπΌπΌ
Hana dan Jung Kook duduk santai di sofa.
"Noona ... Besok kita mulai cari sekolah buat Kiki. Biar ia ada temannya."
"Biar Kiki ada temannya ... atau ... mau 17+?" tanya Hana menyelidik.
"Dua-duanya." Jung Kook mengaku.
Noona ini tahu aja.
Apa Noona itu paranormal yang bisa baca pikiranku?
"Kita ke sekolah yang dekat rumah dulu. Biar nggak terlalu jauh ngantarnya," ucap Hana.