
Hana mulai mengepak barang. Besok mereka akan pulang ke rumah. Berat rasanya meninggalkan rumah terapung. Walau baru semingguan tapi Hana sudah merasa sangat betah.
Hari sudah larut saat Hana selesai. Ia merebahkan dirinya di ranjang dan tertidur.
Jung Kook juga mengantuk. Ia pun tidur di sebelah Kiki.
Dalam mimpinya Jung Kook bermimpi.
Hana menyerahkan surat cerai yang sudah ditandatanganinya ke Jung Kook.
"Noona ... Ini?" Jung Kook melihat surat cerai dari Hana.
"Kookie ...
"Aku ingin kita bercerai"
"Aku mencintai Tae oppa"
"Aku sedang mengandung anaknya saat ini" Hana menyentuh perutnya.
"Noona ..."
"Bisa saja itu anakku" alasan Jung Kook. Ia tidak mau berpisah dari Hana.
"Kookie ..."
"Selamat tinggal" Hana pergi bersama Tae Tae.
"Noona ... Jangan ... Andwae ..." Bayangan Hana perlahan menghilang.
"Andwae ..." Jung Kook terbangun dari tidurnya. Pelipisnya penuh dengan peluh. Napasnya tidak beraturan. Apalagi jantungnya. Berdetak dengan cepat.
Jung Kook melihat ke arah Hana dan Kiki. Mereka masih tertidur pulas. Jung Kook merapikan baju Hana yang sedikit berantakan. Ia kemudian menyelimuti Hana dan Kiki.
Noona ...
Itu tadi mungkin hanya mimpi.
Tapi itu yang benar-benar aku rasakan.
Aku sangat takut kehilanganmu.
Aku tak ingin berpisah darimu.
Lebih baik Noona bunuh saja aku daripada aku harus melihat Noona bersama pria lain.
Jung Kook tidak bisa tidur. Ia masih memikirkan mimpinya tadi.
Jung Kook akhirnya keluar dari rumah terapung. Menguncinya rapat-rapat. Memastikan Kiki tidak bisa kabur. Sudah cukup kejadian saat ia mengira Kiki tercebur memberinya banyak pelajaran.
Jung Kook berlari dan berlari untuk mengusir pikiran buruknya. Ia tahu Hana mencintainya. Tapi tetap saja mimpi buruk itu masih terngiang-ngiang di kepalanya.
Sampai akhirnya saat jam menunjukkan pukul 3 pagi barulah ia menuju ke dalam kamar. Memastikan bahwa ia telah mengunci pintu kamar dan barulah ia merebahkan tubuhnya di samping Kiki dan tertidur.
Cahaya matahari masuk ke dalam kamar. Kiki yang sudah terbangun membangunkan Hana.
"Jiji" Kiki ingin pergi ke penginapan Tae Tae. Hana pun terbangun. Kiki menunjuk-nunjuk pintu kamar. Tanda ia ingin keluar.
Hana melihat Jung Kook. Jung Kook masih tertidur pulas. Itu artinya ia yang harus membawa Kiki ke penginapan Tae Tae.
Hana membasuh mukanya dan membawa Kiki menuju ke penginapan Tae Tae.
Di penginapan Tae Tae ...
Kiki bermain bersama Yeontan. Kiki memang menyukai binatang. Hana juga sering mengajari Kiki nama-nama binatang. Karena itu Kiki sangat senang saat diajak ke Alpaca World.
Ia bisa melihat dari dekat hewan-hewan yang selama ini hanya ia lihat di buku. Ia juga bisa memberi makan hewan-hewan. Walaupun hampir saja ia mengira makanan hewan itu juga bisa ia makan. Untung saja Jung Kook gesit dan berhasil mencegah Kiki memasukkan makanan hewan ke mulutnya. Kalau tidak bisa-bisa Kiki sakit perut.
Sementara itu Jung Kook yang masih berada di kamar terapung akhirnya terbangun. Ia tidak melihat Hana ataupun Kiki. Ia keluar dari kamar terapung mencari mereka.
Jung Kook menuju ke tempat Tae Tae. Saat ia mendekat. Ia mendengar suara Hana.
"Sakit, oppa"
"Pelan-pelan"
Sakit?
Pelan-pelan?
Noona dan Tae Hyung melakukannya?
"Ugh ..." Suara erangan dari mulut Taehyung.
"Akh ..." Hana berteriak.
Ugh?
Akh?
Jung Kook ingin mendobrak pintu tapi ia mengurungkan niatnya. Tangannya terkepal erat. Tanda ia marah besar.
Jadi, karena ini Noona memberitahu Tae Hyung tempat kami berlibur.
Supaya ia leluasa berselingkuh dengan Tae Hyung.
TEGA ... TEGA SEKALI KAU, NOONA.
Apa kata cinta darimu untukku itu palsu?
Jung Kook geram. Ia kembali ke rumah terapung. Mengambil kunci mobil dan pulang sendirian ke Seoul. Meninggalkan Hana dan Kiki.